Rekonstruksi pengrusakan kantor Tempo diwarnai tangis ibu pelaku

"Saya nangis, harusnya nggak ada kejadian begini," kata Aminah sambil menutupi wajahnya dengan jilbab.

Arbi Sumandoyo
Oleh Arbi Sumandoyo - Reporter
Rekonstruksi pengrusakan kantor Tempo diwarnai tangis ibu pelaku
kantor Tempo dirusak. ©2013 Merdeka.com

Aminah (58), ibunda dari tersangka Wahyudi dalam kasus penyerangan dan pengrusakan kantor Koran Tempo di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tidak kuasa menitikkan air mata saat melihat anaknya datang dan dibawa turun petugas Resmob Polda Metro Jaya ke tempat kejadian perkara (TKP). Dia terus menangis terseguk-seguk saat anaknya menjalani rekonstruksi."Saya nangis, harusnya nggak ada kejadian begini," kata Aminah sambil menutupi wajahnya dengan jilbab di kantor Koran Tempo, Kamis (21/3).Aminah mengaku baru mengetahui Wahyudi ditangkap pada Senin malam kemarin. Dia juga tidak mengetahui jika anaknya terlibat penyerangan Kantor Tempo pada Jumat (15/3) malam. Mendengar anaknya ditangkap, Aminah kemudian mendatangi Polsek Kebayoran Lama. Namun Wahyudi tidak ada di situ, karena dia dibawa ke Markas Polda Metro Jaya."Saya tahunya Senin malam, anak saya nggak pulang terus dikasih tahu adiknya, dia dibawa kantor polisi karena penyerangan," ujarnya.Menurut Aminah, Wahyudi adalah anak yang berbakti terhadap orangtua. "Selama dia nggak ada itu dia suka bantuin saya dagang nasi uduk, dia bantu beres-beresin, orangnya nurut nggak macam-macam," papar Aminah.Seperti diberitakan, polisi berhasil menangkap para pelaku pengerusakan kantor Koran Tempo di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Empat pelaku berhasil ditangkap saat melarikan diri ke daerah Pandeglang, Banten, sesaat setelah melakukan aksi vandalisme itu secara bersama-sama. Sedang dua pelaku lain ditangkap di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.Para pelaku yaitu, Febriatna (23), Fauzi (20), Adit (20), Dodi (23), Wahyudi (33) dan Danu (28). Keempat pelaku terekam CCTV saat melakukan pengrusakan.

Rekomendasi