Sehari, calo narkoba di Kampung Ambon dapat Rp 300 ribu

Calo ini bertugas sebagai perantara pemakai narkoba ke dalam lapak.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Sehari, calo narkoba di Kampung Ambon dapat Rp 300 ribu
Penggerebekan Kampung Ambon. ©2013 Merdeka.com

Sulitnya memberantas peredaran narkoba di Komplek Permata, atau yang lebih dikenal dengan Kampung Ambon karena ada peran masyarakat sekitar lokasi. Salah satunya adanya peran tukang ojek yang bertugas mengantarkan orang yang ingin mengonsumsi narkoba."Di sana (Kampung Ambon) banyak juga orang yang berperan, salah satunya tukang ojek di sana, yang menghantar 'pasien-pasien' ke dalam," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Gembong Yudha saat ditemui di ruangannya, Rabu (30/3).Selain tukang ojek, lanjut Gembong, ada juga orang bertugas sebagai calo. Calo ini bertugas sebagai perantara pemakai narkoba ke dalam lapak."Si calo itu tugasnya perantara pemakai ke lapak-lapak. Dia make senter, sambil bilang 'pako, pako, pako'. Nah si calo ini, sehari aja bisa dapat Rp 300 ribu," jelas Gembong.Selain adanya peran sebagian masyarakat sekitar, warga di perumahan yang sudah berdiri sejak awal tahun 90an ini juga diduga takut melaporkan kegiatan transaksi narkoba.Hal itu bisa dilihat pada saat penggerebekan yang terjadi pada sabtu (16/3) malam. Dari depan lokasi lapak narkoba di Jalan Intan, puluhan motor milik pengguna narkoba terparkir. Lapak yang merupakan sebuah rumah kosong itu berada di tengah-tengah pemukiman warga.Diberitakan sebelumnya, polisi menggerebek pesta sabu di Kampung Ambon, Jakarta Barat. Petugas menyita barang bukti sabu sebanyak 100 gram dan uang Rp 75 juta dalam tiga lokasi, Jalan Safir, Jalan Intan dan Jalan Mirah.Menurut Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Suntana, penggerebekan ini merupakan hasil pengembangan dari informasi masyarakat tentang kembali maraknya peredaran narkoba di kawasan itu.

Rekomendasi