Sebulan terakhir, tiga bayi meninggal karena tak mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dari rumah sakit. Meski cukup memprihatinkan, Gubernur Joko Widodo (Jokowi) menilai keadaan ini jauh lebih baik dari zaman pemerintahan Fauzi Bowo.Maksud Jokowi, sekarang informasi lebih terbuka dan tidak ditutupi jika ada kasus kelalaian yang dilakukan pihak rumah sakit. Sebelumnya, kasus seperti itu hanya mengendap tanpa penyelesaian yang jelas."Dulu kita enggak pernah seterbuka ini, sekarang jadi semua tahu. Dulunya bisa ratusan, tapi tertutup," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (27/2).Jokowi miris mendengar apa yang dialami bayi Dera, Upik dan Hikmah. Sebab, pihak rumah sakit memberikan pelayanan setengah hati karena persoalan biaya padahal mereka sangat butuh pertolongan."Bayangin saja kita sudah gratiskan lewat KJS, masih ada persoalan bayi Dera dan bayi Hikmah saya baru denger tadi pagi. Bayangin itu sebelum ada KJS," keluh Jokowi.Jokowi yakin tidak ada petugas kesehatan baik perawat dan dokter yang sengaja menolak menelantarkan bayi-bayi itu. Dia pastikan semua sudah bekerja dengan baik."Tolong hargai rumah sakit, dokter sudah kerja mati-matian. Dulu sehari terima 100 sekarang 170 pasien misalnya. Mereka udah kerja juga," jelas Jokowi.Jokowi juga meminta warga yang menjadi korban tanggap jika melihat ada anggota keluarga yang sakit dan butuh perawatan."Karena kadang-kadang masyarakat terlambat bawa ke dokter. Posisi sudah kritis baru dibawa ke rumah sakit. Misalnya meninggal di rumah sakit. Atau juga ada keadaan sakitnya memang sudah kronis parah, bawa ke rumah sakit meninggal. Tapi ada memang yang tidak kecekatan rumah sakit. Jadi tolong seimbang," terangnya.
Jokowi: Zaman Foke kasus bayi ditolak RS tak seterbuka sekarang
Jokowi yakin tidak ada petugas kesehatan baik perawat dan dokter yang sengaja menolak menelantarkan bayi-bayi itu.
Advertisement
Rekomendasi