Polisi ungkap kasus pembunuhan Ade Setiawan di Pondok Aren

Lima orang pelaku yang berhasil ditangkap berinisial B alias U, T alias T, W alias B, I alias M dan M alias D.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Polisi ungkap kasus pembunuhan Ade Setiawan di Pondok Aren
Tersangka Pembunuhan. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan Ade Setiawan (18) warga Jurang Manggu, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Lima orang pelaku berinisial B alias U, T alias T, W alias B, I alias M dan M alias D akhirnya dibekuk petugas lebih kurang dua minggu pasca jasad Ade ditemukan di Pinggir Pintu Tol Bintaro pada Kamis (6/9) pagi.Dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda, AKBP Helmi Santika mengatakan, tiga dari lima pelaku yaitu B, T, dan W bertindak sebagai eksekutor pembunuh Ade."Dari keterangan B alias U dia bilang nggak sendiri, tapi bersama rekannya T alias T dan W alias B," kata Helmi di Jakarta, Sabtu (22/9).B alias Bebeng berperan sebagai inisiator. Dia mempunyai andil yang cukup besar dalam kasus itu. Sedangkan T alias T bertindak sebagai eksekutor dengan senjata tajam berupa celurit milik rekannya V alias U dan W alias B bertindak sebagai peninjau lokasi."Malam hari tanggal 5 September, sebelum kejadian mereka sempat berkumpul. Dan tanggal 6 September 00.30-01.00 WIB dini hari pelaksanaan dari apa yang mereka rencanakan sebelumnya," katanya.Sedangkan dua tersangka lainnya I alias M dan M alias D sebagai penadah barang milik Ade yang sebelumnya dijual tiga rekannya.Motif pembunuhan dipastikan dendam dan sakit hati karena berkali-kali jual barang pada korban namun harganya tidak sesuai."Jadi kalau misalkan harga Rp 1 juta dia hanya bayar Rp 600 ribu. Atas dasar itu, kedua eksekutor sepakat untuk habisi korban," tambahnya.Komplotan ini biasa beraksi di wilayah Joglo dan sebagian yang berbatasan dengan Tangerang. Rata-rata nilai hasil kejahatan mereka Rp 500-600 ribu."Kita masih dalami apakah ada kegiatan tindak pidana lain, curas copet, jambret, atau yang lain. Yang jelas sekarang mereka tangkap," jelas Helmi.

Rekomendasi