Warga bantaran kali Sunter Jaya, komplek ruko danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, keluhkan air kali yang tercemar limbah. Akibat limbah warga sekitar sering gatal-gatal.Kali yang menghubungkan antara wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat tersebut memang terlihat berwarna hitam. Selain itu, kali Sunter juga mengeluarkan bau tak sedap di sekitarnya, sampah pun tertumpuk di pinggirannya.Salah satu warga, Roy yang sudah tinggal hampir 3 tahun di dekat kali Sunter tersebut selalu melihat truk tangki membuang limbah di kali tersebut."Saya sering melihat ada truk tangki yang buang air limbah, sebulan dua kali, di ujung kali. Biasanya di bawah pukul 02.0," kata Roy kepada merdeka.com di rumahnya, Sunter Jaya, Jakarta Utara, Kamis (6/9).Roy menambahkan, untuk mandi warga terpaksa membeli air pikulan. Air pikulan ini digunakan untuk membilas karena air sumur di sekitar Kali Sunter sudah tercemar limbah. "Kalau untuk mandi pake air sumur saja bisa gatel-gatel, makanya kami juga beli air pikul Rp 4000 sekali beli dua jeriken, untuk bilas," ungkapnya.
Kali Sunter tercemar limbah, warga gatal-gatal
Warga terpaksa membeli air pikulan untuk bilas karena air sumur di sekitar Kali Sunter sudah tercemar dan bikin gatal.
Advertisement
Rekomendasi