Sistem buka tutup atau yang akrab disebut Contra Flow masih terus dikaji efektivitasnya. Hal tersebut semata-mata guna mengurai kemacetan yang biasa terjadi di tol dalam kota saat jam-jam sibuk. Hasil analisa dan evaluasi baru-baru ini dari pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Jasa Marga, disimpulkan jika jalur utama kosong maka contra flow akan ditutup."Kalau jalur utama kosong atau jalur contra flow tersendat maka contra flow akan ditutup," jelas Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Dwi Sigit Nurmantyas dalam pesan singkatnya kepada merdeka.com, Senin (25/6).Sigit memaparkan, penutupan contra flow tersebut guna mengisi jalur utama yang lengang atau jika jalur contra flow padat tersendat. Mulai Senin 2 Juli nanti U-turn di km 7+150 akan ditutup guna mengurangi kepadatan arus yang keluar di depan Polda dan semua yang memasuki contra flow pada km 8+600."Mulai hari Senin 2 Juli, u-turn km 7+150 rencana ditutup untuk mengurangi kepadatan yang keluar of ramp depan Polda dan semua yang masuk contra flow keluar pada km 8+600," lanjut Sigit.Sistem lawan arus atau contra flow telah diterapkan sejak 1 Mei 2012 lalu, di tol dalam kota mulai KM 1+700 hingga KM 8+600 selama satu tahun hingga pekerjaan jalan JORR W 11 selesai dinilai cukup efektif.
Saat jalur utama kosong, contra flow akan ditutup
Penutupan contra flow tersebut guna mengisi jalur utama yang lengang atau jika jalur contra flow padat.
Advertisement
Rekomendasi