Musaev Samir (37), yang ditangkap Senin (11/6) di rumahnya kawasan Perum Cibubur Residence Blok E nomor 5, Jati Sampurna, Bekasi terkenal sangat tertutup. Bahkan sang buronan interpol di Uzbekistan tersebut tidak mempekerjakan satu orang pembatu rumah tangga pun."Musaev sangat hati-hati, rumahnya pakai remote, RT dan RW tidak tahu soal penghuni setempat. Pembantu tidak ada, paling hanya tiga orang yang mengaku sopir," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Helmi Santika saat ditemui di kantornya, Selasa (12/6).Dijelaskan Helmi, Musaev Samir dengan Nadia Dobosh asal WNA Ukraina bertemu di Jakarta dan mulai menjalin hubungan sejak tahun 2011. Musaev yang mempunyai kemampuan beberapa bahasa, diantaranya sedikit bahasa Indonesia, Uzbekistan dan Rusia ini dikenal dengan karakter yang tempramental."Nadia kenal di Jakarta, pacaran sejak 2011. Tapi mereka tidak tinggal bersama, Nadia tahunya Musaev ini kerja di Indonesia tapi tidak mengetahui lebih detail soal kegiatannya di sini, dua-duanya mengakui memang mereka mantan pacar," kata Helmi.Menurut keterangan dari Nadia Nobosh, lanjut Helmi, dirinya baru mengetahui bahwa mantan kekasihnya itu seorang buronan, sesaat setelah dirinya menerima ancaman karena tidak mau berhenti dari pekerjaannya sebagai Disc Jokey."Setelah diancam, langsung Nadia mencari lewat internet, lalu ditemukan kalau Musaev merupakan buronan interpol di Uzbekistan," tutur Helmi.Selama proses pemeriksaan, kata Helmi, yang bersangkutan tidak kooperatif, hingga akhirnya harus melalui pendekatan-pendekatan tertentu agar Musaev mau angkat bicara."Belum mau terbuka soal kasusnya dengan interpol," imbuh Helmi lagi.Langkah tim penyidik saat ini ialah menemukan titik terang terkait izin kunjung Musaev Samir di Indonesia. Dari mana yang bersangkutan bisa memperoleh barang-barang yang notabenenya kelas atas sementara pekerjaannya sendiri belum diketahui."Saat ini akan dilakukan pengecekan terhadap interpol, imigrasi, Kedutaan Uzbekistan juga Bulgaria," tandasnya.
Musaev Samir masih tutupi kasusnya di sejumlah negara
"Saat ini akan dilakukan pengecekan terhadap interpol, imigrasi, Kedutaan Uzbekistan juga Bulgaria," kata AKBP Helmy.