Polisi Sebut Pemilik Mobil B 1 RI Ingin Masuk ke DPR untuk Foto-Foto dan Dipamerkan

Selasa, 5 November 2019 18:00 Reporter : Merdeka
Polisi Sebut Pemilik Mobil B 1 RI Ingin Masuk ke DPR untuk Foto-Foto dan Dipamerkan Kasus Mobil B 1 RI. ©2019 Merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - Seorang pria berbadan gempal, berkulit kuning langsat berdiri di antara anak tangga Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Matanya menatap Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, AKBP I Gede Nyeneng dan Panit 1 Subdit Jatanras AKP Effendi.

Di hadapannya, ada meja panjang berada. Figura, Kartu Tanda Penduduk, pelat kendaraan bernomor B1 RI dan B1442 KJM serta dua unit senjata tajam dijajarkan. Barang-barang itu milik Irwannur Latubual.

Irwannur berurusan dengan polisi bermula pada peristiwa 20 Oktober 2019 lalu. Dia memarkirkan kendaraan berpelat B 1 RI di Lobby Hotel Rafles Kuningan, Jakarta Selatan. Mobil menghalangi kendaraan tamu negara yang hendak mengikuti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden DPR RI.

Posisi mobil itu mengundang perhatian warga dan aparat keamanan. Polisi menggeledah kendaraan tersebut dan menemukan dua unit senjata tajam.

Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, AKBP I Gede Nyeneng, mengatakan pemilik mobil, Prof Dr.HE.Irwannur Latubual.MM.MH.PhD.

Menurut keterangan, senjata tajam merupakan pemberian keluarga. Tersangka mengaku memiliki hubungan keluarga dengan raja di Pulau Buru, Maluku.

"Pelaku beralasan peninggalan dari keluarganya yang merupakan keluarga keturunan raja-raja di Pulau Buru di Maluku. Namun setelah dilakukan pengecekan silsilah kerajaan yang diakui tersangka itu bukan silsilah dari Pulau Buru, jadi itu cuma alasan saja," kata dia di Polda Metro Jaya, Selasa (5/11).

Sementara itu, tersangka saat itu menginap di Hotel Rafles karena ingin menghadiri pelantikan Presiden. Padahal tidak memiliki undangan resmi.

"Tidak ada undangan, jadi dia pernah masuk DPR jadi ngaku pejabat negara. Jadi dia berpikir bisa masuk," ujar dia.

Gede melanjutkan, tujuannya ke DPR, berharap bisa berfoto dengan sejumlah anggota dewan. Sejauh ini, lanjut Gede, motif korban hanya ingin gagah-gagahan atas tindakannya.

"Dia kalau bisa masuk ke lingkungan gedung DPR RI merasa dari keturunan raja, dari Pulau Buru. Kemudian foto-foto biar bisa dipamer-pamerkan," ucap dia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijebloskan ke bui. Pelaku dijerat pasal berlapis karena memalsukan pelat nomor dan indentitas di Kartu Tanda Penduduk.

"Plat B 1 RI diperiksa ke Ditlantas ternyata pelatnya palsu atau tidak benar. Dikembangkan lagi ternyata ditemukan juga KTP yang atas nama Prof Dr E IR Wanur Latubual Ph.D, yang lahir di Buru 1980. Itu juga palsu," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini