Perobohan JPO di Bundaran HI dilakukan malam hari, akan ada penutupan jalan

Jumat, 27 Juli 2018 21:49 Reporter : Nur Habibie
Perobohan JPO di Bundaran HI dilakukan malam hari, akan ada penutupan jalan JPO Bundaran HI. ©2018 Liputan6.com/Arya Manggala

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Thamrin, Jakarta Pusat. Pembongkaran itu akan dilakukan pada Minggu (29/7) malam mendatang.

Pembongkaran JPO yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta juga terkait dengan Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018, yakni di Jakarta dan Palembang. Asian Games akan dimulai pada 18 Agustus 2018 hingga 2 September 2018.

Kepala GTA Contraction Sandro Gifari mengatakan, pihaknya akan melakukan penutupan atau pemblokiran jalan pada saat pihaknya malakukan pembongkaran JPO yang dimulai pada Minggu (27/7) malam.

"Rencana kita tutup dari pukul 22.00 WIB sampai 05.00 WIB. Jadi jam segitulah kegiatan kita. Target satu malam satu malam buat angkat JPO ini sebagian. Jadi satu malam tutup yang arah west dan satu malem lagi arah east. Tapi kalau kita masih punya waktu buat remove yang east, itu satu malam aja kita tutup," kata Sandro saat berbincang dengan merdeka.com di JPO, Jakarta Pusat, Jumat (27/7).

"Jadi ada patokan waktu, pada saat yang west ini diangkat pada saat jam 01.30 kita belum bisa angkat yang east itu kita tidak lakukan malam ini, itu harus dilakukan malam selanjutnya. Tapi kalau emang pukul 01.30 WIB kita sudah selesai yang di west dan east kemungkinan bakal diangkat malam itu juga," sambungnya.

Penutupan yang ditutup mulai dari pukul 22.00 WIB itu dilakukan karena yang menjadi kendala pihaknya saat ini yakni soal traffic public. Karena jika tak dilakukan penutupan jalan, pihaknya akan merasa kesulitan dalam melakukan pembongkaran JPO.

"Kalau di tempat public rute gini ya trafic, cuman kan kita tutup traficnya nanti. Kesulitan sih enggak ada, saya rasa kalau sudah diplaning dari awal saya rasa pada saat eksekusi enggak ada kekurangan. Jadi emang kita rencananya prepare, semua prepare dilakukan sebelum tutup jalan. Jadi pada saat jalan ditutup yang ada hanya kegiatan lifting saja dan transportasi ke storage area," ungkapnya.

Dia pun menambahkan, penutupan jalan untuk melakukan pembongkaran itu juga tak mesti memakan waktu hingga tiga malam. Karena memang pihaknya tetap melihat situasi dan juga kondisi.

"Makanya kita lihat sikon juga, karena itu jadwal kalau Sabtu malam itu terlalu mepet. Dengan kondisi normal itu bisa dilakukan, nanti kalau ada kondisi yang tidak terprediksi seperti alat rusak, operator tiba-tiba malam itu sakit. Walaupun kita juga sebenarnya ada operator cadangan, kurang lebih seperti itu," ujarnya.

"Pada saat lifting itu tidak masalah karena jalan ditutup. Tapi pada saat preparation trafic ini ada yang kita tutup setengah nanti kita preparation sebelah kiri, sebelah kanan. Mungkin nanti pindah penutupan jalan aja sih," sambungnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Juang Andi Prayitno mengaku belum mengetahui perencanaan penutupan atau pemblokiran yang akan dilakukan oleh pihak construction.

"Saya belum tahu soal itu dan itu juga ranahnya atau PAM Polda Metro, meskipun itu ada di wilayah Jakarta Pusat," ngakunya saat dikonfirmasi.

Lalu, ketika merdeka.com coba untuk menghubungi Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf dan Wadir Lantas Polda Metro Jaya AKBP Nurhandono tak mendapatkan respon untuk mengkonfirmasi soal penutupan jalan tersebut.

Setelah itu, Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto pun ternyata juga menyatakan hal yang serupa dengan Kasatlantas Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Juang Andi Prayitno.

"Saya enggak tahu dan saya juga belum denger soal itu," ujar Budiyanto.

Mengetahui akan ada hal tersebut, dirinya pun mengaku akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan. "Nanti kita coba lakukan koordinasi dulu dengan Kadishub," tandas Budiyanto. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini