Penjelasan Gubernur Pramono Soal Pemutihan Ijazah Pelajar Tak Mampu di Jakarta
Pramono berharap setelah ijazah pelajar Jakarta yang tertahan diproses, langkah selanjutnya adalah berkoordinasi dengan sekolah swasta
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional atau yang lebih dikenal dengan Hardiknas, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, melaksanakan program tahap kedua dari pemutihan ijazah. Program ini memberikan kesempatan kepada 371 pelajar yang sebelumnya tidak dapat mengambil ijazah mereka setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah.
Pramono menjelaskan bahwa program ini ditujukan untuk mereka yang terkendala dalam pengambilan ijazah akibat masalah administrasi yang belum diselesaikan selama masa pendidikan. Hal ini terutama berlaku bagi pelajar di sekolah swasta.
"Yang tertahan itu bukan membayar untuk ijazahnya, tetapi hal-hal yang berkaitan dengan sekolahnya, dia tidak mampu. Walaupun sekolah sudah gratis tapi kan kadang-kadang masih ada pembayaran di lapangan yang harus dilakukan dan tidak bisa dilakukan," jelas Pramono.
Dia berharap, setelah semua ijazah pelajar Jakarta yang masih tertahan dapat diputihkan, langkah selanjutnya adalah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, terutama sekolah swasta, untuk mencegah terjadinya masalah serupa di masa depan.
"Kami akan secara khusus berbicara dengan sekolah-sekolah swasta. Bahwa yang seperti ini tidak boleh terjadi. Karena sekolah swasta pada waktu itu kan masih berbayar, masih membayar dan rata-rata anak ini dari keluarga yang tidak mampu tidak bisa membayar," ungkap Pramono.
Sebagai tambahan, pemutihan ijazah tahap kedua ini mencakup 371 pelajar, sementara pada tahap pertama, pemutihan ijazah telah diberikan kepada 117 pelajar.
Tahap ketiga akan dilaksanakan
Pramono menyatakan bahwa tahap ketiga akan segera dilaksanakan, dengan jumlah pelajar yang telah terdata mencapai 6.652 orang. Ia juga menjelaskan bahwa banyaknya ijazah yang tertahan merupakan akumulasi dari berbagai tahun, bukan hanya satu atau dua tahun, melainkan ada yang sudah tertahan selama belasan tahun di semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga atas.
Dia menambahkan, "Pemerintah dalam hal ini harus hadir dan kami bersyukur Baznas membantu. Ini merupakan program quick win saya dan Bang Doel (wakil gubernur Jakarta) dalam 100 hari, Alhamdulillah hal-hal yang utama apa yang kami sampaikan ketika melakukan sosialisasi sekarang ini hampir sebagian besar telah terpenuhi," dia menandasi.
Pernyataan ini menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan masalah pendidikan dan memastikan bahwa semua pelajar mendapatkan hak mereka atas ijazah yang seharusnya mereka terima.
Pemutihan Ijazah Tahap Kedua pada Mei 2025
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa penyerahan ijazah untuk tahap kedua direncanakan akan dilaksanakan pada 2 Mei 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Ia menjelaskan bahwa proses pemutihan ijazah tidak dapat dilakukan secara sekaligus karena melibatkan berbagai aspek, termasuk data dan administrasi yang berkaitan.
Pramono menyatakan, "Karena pemutihan ijazah ini menyangkut data, menyangkut orang, menyangkut sekolah dan sebagainya. Pasti penyelesaiannya bertahap. Kemarin sudah tahap periode pertama kurang lebih angkanya sekitar Rp500 juta." Pernyataan tersebut disampaikan saat ia berada di Balai Kota Jakarta pada Selasa (29/4).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana untuk melaksanakan penyerahan ijazah lanjutan di kawasan Monas atau di Balai Kota Jakarta.
Apabila penyerahan ijazah pada tahap kedua belum sepenuhnya terlaksana, Pramono memastikan bahwa program ini akan terus berlanjut ke tahap-tahap berikutnya.
"Kalau ini memang belum selesai, ada (penyerahan tahap) ketiga, keempat dan seterusnya. Karena bagi saya persoalan ijazah ini adalah persoalan serius yang dihadapi oleh warga, masyarakat yang memang kalau tidak dibantu, ditebus oleh pemerintah DKI enggak bakal diambil," tegasnya.
Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan masalah ijazah yang mereka hadapi.
Tahap Pengumpulan Data
Di sisi lain, Sarjoko yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang melakukan pendataan menyeluruh mengenai jumlah ijazah yang masih tertahan dari seluruh lulusan satuan pendidikan. Ijazah tersebut direncanakan untuk diputihkan agar para lulusan dapat memperoleh hak mereka.
"Pemprov DKI saat ini masih melakukan pendataan menyeluruh terkait jumlah ijazah dari seluruh lulusan satuan pendidikan yang tertahan dan akan diputihkan," ujarnya.
Pada tahap pertama pelaksanaan program ini, Pemprov DKI bekerja sama dengan Baznas Bazis DKI Jakarta telah memberikan bantuan penebusan ijazah kepada 117 lulusan dengan total bantuan mencapai Rp596.422.200. Program pemutihan ijazah ini direncanakan akan berlanjut ke tahap kedua, dengan target penerima manfaat sebanyak 250 lulusan.
Dengan adanya program ini, diharapkan lebih banyak lulusan yang dapat memperoleh ijazah mereka dan melanjutkan pendidikan atau karir mereka dengan lebih baik.