Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pekerja Merasa Lebih Hemat Uang saat Gunakan Park and Ride

Pekerja Merasa Lebih Hemat Uang saat Gunakan Park and Ride Park dan Ride di Kawasan Kebun Binatang Ragunan. ©2019 Merdeka.com/Chicilia Inge/Magang

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menutup fasilitas Park and Ride. Bekas lahan itu rencananya akan dijadikan pusat kuliner.

Tujuan ditutupnya Park and Ride agar masyarakat yang biasa membawa kendaraan saat bekerja meninggalkan di rumah memanfaatkan angkutan umum. Namun, hingga kini Dinas Perhubungan DKI Jakarta belum bisa memastikan kapan penutupan dilakukan.

Di Jakarta fasilitas Park and Ride sudah banyak ditemui beberapa kawasan. Salah satunya di Kebun Bintang Ragunan, Jakarta Selatan.

Merdeka.com mencoba mengunjungi lokasi Park and Ride di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (4/9). Lokasinya terletak persis di depan pintu masuk utama Ragunan. Lokasinya digabung dengan tempat parkir para pengunjung wisata Ragunan.

Di sisi kanan pintu masuk Ragunan terdapat halte Transjakarta. Jaraknya kira-kira sekitar 100 meter dari lokasi Park and Ride. Terlihat berjejer bus mengantre giliran untuk berjalan.

Park and Ride di kawasan Ragunan, terlihat teratur. Sehingga tidak mengganggu pengunjung yang datang ke Ragunan.

"Ini mah yang parkir kebanyakan orang yang pergi kerja, kalau hari biasa di sini mah sepi pengunjung. Ini kendaraan orang kantoran semua, pengunjung cuma beberapa doang," kata salah satu juru parkir yang enggan disebut namanya.

park dan ride di kawasan kebun binatang ragunan©2019 Merdeka.com/Chicilia Inge/Magang

Dia mengatakan, hari biasa tempat wisata ini sepi dari pengunjung. Mobil dan motor yang parkir kebanyakan bukan milik pengunjung Ragunan.

"Mereka yang kerja kan kalau parkir di sini dekat tinggal naik ke Transjakarta," ujar dia.

Menurut dia, kebanyakan para pekerja menitipkan kendaraannya di sini dikarenakan lokasi ke transportasi umum sangat strategis dari lahan Park and Ride. Selain Transjakarta, para pekerja ini bisa menggunakan angkutan umum jika ingin menuju tempat kerjanya.

Adapun tarif yang dikenakan tidak dibedakan baik pengunjung Ragunan dan pekerja yang menitipkan kendaraannya. Tarif untuk kendaraan motor dikenakan Rp3.400 per hari dan untuk kendaraan mobil dikenakan Rp15.000 per hari.

"Tarifnya sama aja, baik pengunjung maupun yang nitip kendaraannya," kata dia.

Salah satu pekerja yang menitipkan kendaraannya, Budi mengaku terbantu dengan adanya fasilitas Park and Ride ini. Menurut Budi dengan naik transportasi umum mencegah kemacetan di kawasan Jakarta.

Selama Budi menggunakan transportasi umum, ia sampai tempat kerja tidak terlambat karena terbebas dari kemacetan. Bahkan, Budi merasa kocek yang dirogohnya dari kantong lebih hemat ketika menggunakan fasilitas Park and Ride ini. Ia hanya mengeluarkan uang Rp15.000 saja untuk bayar parkir dan untuk naik ke transportasi umum.

"Ngirit bensin juga, kalau naik Transjakarta cuma sekali udah sampai kantor," kata pekerja di kawasan Pondok Indah ini.

Seperti diketahui, selain di Ragunan, Pemprov DKI Jakarta sudah memfasilitasi park and ride di sejumlah titik. Seperti di Ragunan, PGC Cililitan, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kali Deres dan salah satunya di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Park and Ride biasanya mulai beroperasi pukul 06.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Tarifnya berbeda tergantung jenis kendaraan yang dititipkan.

Reporter Magang: Chicilia Inge

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP