Advertisement
Istri Bupati Kepulauan Taliabu, Zahra Yolanda Aliong Mus, membeberkan perjalanan kisah cintanya dalam acara Open Mic Merdeka.com.
Dalam acara yang bertajuk Bukan Pendamping Biasa, yang diadakan pada (21/11), Zahra Yolanda menampilkan stand up comedy. Hal ini merupakan hal baru untuknya, sebab sebagai seorang istri bupati ia biasanya menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan peran dan tugasnya sebagai istri bupati.
“Jadi saya sangat kaget banget, karena beda dengan acara-acara kira sebelumnya, yang biasanya tuh acara kita biasanya penuh dengan ketegangan. Tapi, di acara open mic kita harus mencairkan suasana, yaitu harus bisa seperti stand up comedy, dan menceritakan tentang kehidupan dan keseharian kita.” Jelas Zahra Yolanda.
Ceritakan Kisah Cintanya dengan Pak Bupati
Advertisement
Zahra Yolanda beberkan kisah cinta dan awal mula bertemu dengan Bupati Taliabu, Aliong Mus. Pertemuannya ini diawali ketika ia menjadi bintang tamu yang diundang oleh Pemerintah Kabupaten Taliabu.
Dia menceritakan bahwa pada awal pertemuan dengan pak Bupati ia masih duduk di bangku SMA. Bahkan, ia juga sempat dilarang pacaran ketika itu. Namun, kondisi berbeda semenjak bertemu dengan bupati Aliong Mus, orang tuanya memberikan izin dengan mudah.
“Tadinya saya tidak boleh pacaran sama mama papa saya. Kerja kelompok saja masih ditemenin di depan pintu, tidak boleh ada laki-laki katanya. Kalau mau kerja kelompok ke rumah. Mau nonton aja saya ditemenin mama saya, tapi pas dekat sama pak bupati, ya sudah sana sama pak bupati, begitu katanya,“
Advertisement
kenang Zahra Yolanda.
Stand Up Menguras Pikiran
Zahra Yolanda mengaku kaget ketika diundang sebagai pengisi acara Open Mic. Karena penampilan yang ditunjukan bukan seperti pidato atau sambutan, melainkan cerita kehidupan yang dibalut oleh komedi, membuatnya menjadi berpikir lebih keras.
Advertisement
“Tantangannya sendiri yaitu kita harus bisa melucu ya tentang kehidupan kita tetapi gimana caranya, ceritanya itu cerita lucu. Tantangannya juga si sebenarnya yang tidak biasa nelucu jadi ngelucu, jadi membuat berpikir sangat keras,” kata Zahra.
Penulis: Aisha Balqis Salsabila