KPK Usul Pemasangan Stiker Warna Merah untuk Kendaraan Mewah DKI Penunggak Pajak

Rabu, 4 Desember 2019 21:42 Reporter : Merdeka
KPK Usul Pemasangan Stiker Warna Merah untuk Kendaraan Mewah DKI Penunggak Pajak Kendaraan. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Koordinator Supervisi Pencegahan Wilayah III KPK RI, Friesmount Wongso mengusulkan pemasangan stiker berwarna merah ke kendaraan yang menunggak pajak.

"Bilamana mereka tidak melakukan pembayaran juga, kita akan melakukan penindakan dengan menempel stiker bahwa kendaraan tersebut belum bayar pajak," kata dia di Polda Metro Jaya, Rabu (4/12/2019).

Friesmount mengatakan stiker tak boleh dilepas hingga penunggak pajak melunasi tagihan. Jika stiker dilepas tanpa izin dari BPRD DKI Jakarta, maka bisa dikenakan pasal tindak pidana.

"Ada sanksinya karena itu bentuknya kayak segel," ucap dia.

Friesmount menyatakan, KPK turut serta dalam rangka mengoptimalisasikan penerimaan pendapatan daerah.

"Kami mendampingi DKI dalam mengumpulkan apa yang menjadi hak, dalam hal ini pajak. Kita tingkatkan salah satunya pajak ranmor," ucap dia.

Friesmount berharap pemilik kendaraan mewah untuk patuh pajak. Menurut dia, uang yang disetorkan wajib pajak dialokasikan untuk kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat di DKI Jakarta.

Sebelumnya, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin menyebut, 1.100 mobil mewah belum membayar pajak hingga awal Desember 2019. Nilainya mencapai Rp37 miliar.

Faisal mengklasifikasikan, kendaraan mewah berdasarkan nilai jual. Rata-rata harganya lebih dari Rp1 miliar.

"Mobil mewah dari 1.500 kemarin, sudah tinggal 1.100 kendaraan. Kurang lebih Rp11 miliar sudah masuk, kita kejar Rp37 miliar lagi," kata Faisal di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Faisal menerangkan, 150 dari 1.100 kendaraan yang menunggak pajak menggunakan identitas orang lain. Sebagian penunggak berada di wilayah Jakarta Utara. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini