Kisah Habib Bahar buat pedang untuk sweeping

Selasa, 31 Juli 2012 07:00 Reporter : Mardani
pedang samurai. shutterstock

Merdeka.com - Meski telah dilarang keras oleh pihak kepolisian, aksi sweeping ormas terhadap tempat hiburan malam tetap saja terjadi. Bahkan, aksi sweeping itu disertai aksi pengerusakan dan membawa senjata tajam.

Aksi sweeping dilakukan ormas Majelis Pembela Rasulullah (MPR) di Kafe D'Moz di Tanah Kusir Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Minggu (29/7) dini hari lalu. Para anggota ormas yang dipimpin Habib Bahar itu sudah merencanakan aksinya sejak 2 pekan lamanya. Saat itu rencana sweeping dirapatkan di rumah Habib Bahar bin Smit di Pondok Betung.

Tak hanya itu, mereka bahkan sudah mempersiapkan empat bilah pedang untuk mendukung aksinya. Pedang-pedang itu dibuat seminggu sebelum aksi sweeping oleh para anak buah Habib Bahar yang memiliki keahlian pandai besi.

"Kalau pedang tersebut dibuat sekitar seminggu yang lalu di salah satu bengkel pandai besi dekat rumah Habib Bahar bin Smit di daerah Pondok Betung," papar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Hermawan.

Usai melakukan sweeping di Kafe D'Moz, Habib Bahar Bin Smit beserta 62 anak buahnya yang terdiri dari 21 orang dewasa dan 41 anak di bawah umur itu kemudian kembali melancarkan sweeping di Jalan Pondok Kacang Kampung Bulak RT 01/02, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Namun, kedatangan mereka langsung mendapat hadangan dari petugas gabungan Polresta Kabupaten Tangerang, Polsek Pondok Aren, Koramil 19/Pondok Aren dan Satpol PP Pondok Aren. Mereka kemudian ditangkap petugas untuk didata dan diperiksa.

Dari 62 anggota MPR, 23 di antaranya kemudian ditetapkan polisi sebagai tersangka karena terbukti melakukan pengerusakan dengan senjata tajam. Mirisnya, dua di antaranya adalah anak di bawah umur yang kedapatan membawa golok dan celurit.

"Untuk itu, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 170 tentang Pengrusakan Terhadap Barang dan Orang," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Hermawan.

Mereka kini ditahan di Polres Jakarta Selatan dan terancam tak dapat mengikuti lebaran di rumahnya masing-masing. "Karena sudah ditahan terbukti melakukan pidana jadi harus mengikuti proses hukum yang ada, maka kemungkinan tidak ikut lebaran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto saat dihubungi merdeka.com, Senin (30/7).

Selain pedang, polisi juga menyita sebuah golok, celurit, 4 samurai, 4 stik golf, double stik, lambang bendera, bambu tempat memasang bendera serta satu set alat musik yang dirusak.

Atas alasan apapun aksi kekerasan apalagi menggunakan senjata tajam dan telah terencana secara matang tak dapat ditolerir. Sebab, sebagai negara hukum, peraturan menjadi panglima dalam tata kehidupan sosial.

Karena itu, selain kesadaran masyarakat, sikap tegas aparat keamanan, polisi, untuk menindak setiap aksi kekerasan menjadi kunci utama. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Ormas Sweeping
  2. Ramadan 2012
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini