Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Sudin Jakpus Tegaskan Faskes Masih Cukup

Namun untuk perawatan di rumah sakit tergantung kondisi kesehatan pasien. Erizon mengatakan, jika pasien memiliki penyakit bawaan seperti diabetes akan dirawat dan dipantau kesehatannya di rumah sakit.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia- Reporter
Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Sudin Jakpus Tegaskan Faskes Masih Cukup
Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan mencukupi untuk menampung orang-orang yang terinfeksi virus Corona, di tengah melonjaknya kasus harian di DKI.

"Sampai saat ini fasilitas kesehatan masih mencukupi," ujar Erizon, Jumat (24/7).

Ia tak memungkiri, penambahan kasus didapat dari orang tanpa gejala (OTG) yang kemudian istilah ini diubah menjadi konfirmasi asimtomatik. Mereka yang asimtomatik kemudian dirawat di rumah sakit.

Namun untuk perawatan di rumah sakit tergantung kondisi kesehatan pasien. Erizon mengatakan, jika pasien memiliki penyakit bawaan seperti diabetes akan dirawat dan dipantau kesehatannya di rumah sakit.

Sementara bagi mereka dengan kondisi sehat, dan tinggal di lingkungan tidak padat penduduk akan dipersilakan isolasi mandiri. Hanya saja jika pihak Sudinkes Jakarta Pusat menilai tidak mungkin isolasi mandiri, pasien akan dibawa ke rumah sakit darurat Wisma Atlet.

"OTG kalau ada penyakit penyerta ada juga yang ke RS. Kalau OTG rumahnya tidak mungkin isolasi mandiri dibawa ke Wisma Atlet," tuturnya.

Berdasarkan data terakhir, Kamis (23/7) penambahan kasus positif di Jakarta sebanyak 416. Sehingga, akumulasi orang yang terkonfirmasi terinfeksi virus yang menyerang pernafasan itu sebanyak 17.945. Dengan kesembuhan 11.302, kematian 767, pasien dirawat 1.201, dan isolasi mandiri 4.675 orang.

Jakarta Masih Tertinggi

Jakarta pun masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak, disusul Jawa Barat.

Saat PSBB diberlakukan seluruh aktivitas dihentikan sementara, dampaknya terdapat zona hijau di sejumlah kelurahan di Jakarta. Namun seiring dengan pelonggaran PSBB, seluruh kelurahan masuk sebagai zona merah. Total seluruh kelurahan di Jakarta sebanyak 267.

Merjuk corona.jakarta.go.id, merdeka.com merangkum kelurahan dengan infeksi Covid-19 melebihi 100 kasus;

1. Pademangan Barat, 234 kasus

2. Penjaringan, 196 kasus

3. Sunter Agung, 193 kasus

4. Lagoa, 161 kasus

5. Sunter Jaya 155 kasus

6. Petamburan, 147 kasus

7. Cempaka Putih Barat, 142 kasus

8. Kramat, 141 kasus

9. Kenari, 130 kasus

10. Palmerah, 126 kasus

11. Pegangsaan, 126 kasus

12. Johar Baru, 113 kasus

13. Kebon Kacang, 110 kasus

14. Tomang, 110 kasus

15. Cempaka Putih Timur, 107 kasus

16. Kota Bambu Selatan, 105 kasus

17. Duri Kepa, 103 kasus

18. Kampung Tengah, 101 kasus

19. Pondok Bambu, 101 kasus

20. Jembatan Besi, 100 kasus

21. Tanah Tinggi, 100 kasus

Rekomendasi