Jumlah Penumpang Transportasi Umum di Jakarta Naik Jadi 1,1 Juta Orang Per Hari
Merdeka.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, peningkatan volume lalu lintas tidak hanya terjadi pada volume kendaraan pribadi. Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan, pada periode 8 Maret- 6 April, jumlah penumpang transportasi umum sebanyak 1,1 juta orang per hari.
Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan pada periode saat status level PPKM Level 3 Jakarta. Di periode tersebut, jumlah penumpang transportasi umum per hari sebanyak 1.013.000 orang.
"Pada minggu lalu pada PPKM Level 2 itu mencapai total 1,1 juta penumpang per hari. Ini meningkat 14,4 persen dibandingkan dengan PPKM di waktu yang sama yaitu 1.013.000 per hari," kata Syafrin di Balai Kota Jakarta, Senin (11/4).
Dia menuturkan kemacetan lalu lintas akibat volume kendaraan pribadi tidak berdampak sebaliknya dengan jumlah penumpang transportasi umum.
Berdasarkan analisa Dinas Perhubungan, peningkatan jumlah penumpang transportasi umum disebabkan kapasitas perkantoran dan tempat-tempat umum sudah 100 persen.
"Iya ada peningkatan karena kita kan sekarang sudah 100 persen," ujarnya.
Selain itu, Dinas Perhubungan juga mencatat terjadi peningkatan volume kendaraan sebesar 5,5 persen selama periode 8 Maret-6 April. Kenaikan volume ini yang menyebabkan kemacetan di Jakarta.
Syafrin menuturkan, pada periode 18 Februari-7 Maret, jumlah volume kendaraan mencapai 1.920.000 unit. Kemudian pada periode 8 Maret-6 April volume kendaraan yang melintas di jalan Jakarta mencapai 2.126.000 unit.
"Artinya ada peningkatan pada posisi sekitar 5,5 persen," kata dia.
Penambahan volume kendaraan juga berdampak dengan kecepatan kendaraan saat melaju. Syafrin menyebut, pada periode 18 Februari- 7 Maret, rerata kecepatan kendaraan yaitu 33,6 km per jam, sedangkan pada periode 8 Maret-6 April, rerata kecepatan kendaraan mencapai 31,7 km per jam.
Syafrin mengatakan, peningkatan volume kendaraan seiring dilonggarkannya batasan kapasitas di Jakarta. Terlebih lagi, di bulan Ramadan, kemacetan terjadi pada sore hari disebabkan warga yang melaksanakan ibadah puasa, di waktu bersamaan ingin berbuka puasa di rumah masing-masing.
Dia menyampaikan, solusi yang dilakukan Dishub saat ini yaitu menempatkan anggota Dishub ke titik-titik yang berpotensi terjadi kemacetan. Sekaligus mengangkut kendaraan parkir liar. Solusi lainnya adalah memperpanjang waktu lampu hijau pada lampu lalu lintas.
"Saat ini tentu kita melakukan secara penempatan petugas. Kemudian dari sisi volume lalin yg diatur dengan area traffic control system (ATCS) dalam hal ini kami lakukan resetting terkait dengan green light, diperpanjang," jelasnya.
Dari solusi yang disebutkan, tidak ada ganjil genap. Syafrin mengakui bahwa kebijakan ganjil genap belum berkontribusi menekan kemacetan di Jakarta.
"Untuk ganjil genap saat ini belum (belum menjadi solusi)," imbuhnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya