Jakpro Sebut Revitalisasi dan Pembangunan Hotel di TIM Tak Hilangkan Fasilitas Seni

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Dwi Wahyu Daryoto, memastikan proses mempercantik tersebut tak menghilangkan fasilitas seni yang telah ada di TIM, justru dipugar lebih modern.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Jakpro Sebut Revitalisasi dan Pembangunan Hotel di TIM Tak Hilangkan Fasilitas Seni
Anies Baswedan resmikan revitalisasi Taman Ismail Marzuki. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat masih terus dikerjakan. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Dwi Wahyu Daryoto, memastikan proses mempercantik tersebut tak menghilangkan fasilitas seni yang telah ada di TIM, justru dipugar lebih modern.

"Konsep besar revitalisasi TIM, kita tidak ada satu pun fasilitas seni yang ada saat ini hilang. Yang ada kita modernisasi, yang tidak ada kita adakan," kata Dwi di kantor Jakpro, Jakarta Pusat, Senin (25/11).

Sedangkan untuk rencana pembangunan hotel di kawasan TIM, dia memastikan tidak akan menghambat ruang ekspresi dari para seniman. Dia menyebut pembangunan hotel juga tidak memakan ruang ekspresi para seniman.

"Tidak ada dasar untuk merasa ketakutan. Justru selasar itu bisa dipakai, enggak ada itu jadi tembok penghalang berekspresi, itu bisa semua, selasar hotel, mau di belakang teater Jakarta bisa juga," ucapnya.

Selain itu, dia menyatakan nantinya usai revitalisasi hasil keuntungan akan tetap diserahkan ke pihak TIM. Hal itu untuk pengoptimalan TIM.

"Kalau mau dikelola gini loh supaya nanti bener-bener meringankan juga APBD DKI dalam rawat fasilitas modern ini. Jadi itu supaya nggak rancu," papar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, revitalisasi TIM diperkirakan menghabiskan dana Rp1,8 triliun yang berasal dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) DKI Jakarta. Anggaran tersebut diperuntukkan dalam dua tahap pembangunan.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi