HUT ke-495 Jakarta, DPRD Nilai Masih Banyak Pekerjaan Rumah Gubernur DKI

Kamis, 23 Juni 2022 21:00 Reporter : Henny Rachma Sari
HUT ke-495 Jakarta, DPRD Nilai Masih Banyak Pekerjaan Rumah Gubernur DKI Hardiyanto Kenneth. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - DKI Jakarta telah memasuki usia yang ke-495 tahun. Meski demikian, masih banyak pembenahan yang harus dilakukan terlebih usai 2 tahun dihantam Pandemi Covid-19.

Hal itulah yang dinilai Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth menjadi pekerjaan rumah bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Dirgahayu DKI Jakarta ke-495. Semoga tingkat kebahagiaan warga Jakarta juga semakin baik," kata Kenneth dalam keterangannya, Kamis (23/6).

Apalagi, kata Kent, panggilan akrabnya, tidak lama lagi Anies Baswedan purna bertugas di DKI. Ia mengatakan yang terpenting harus diselesaikan dijaga adalah membangun kepercayaan warga bahwa Jakarta ini adalah milik semua warga.

"Jika bicara pekerjaan rumah, masih segudang yang harus diselesaikan Pak Anies dan Pak Riza. Tetapi yang sangat penting adalah membangun kepercayaan warga Jakarta," tutur Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.

Kent pun membeberkan beberapa pekerjaan Pemprov DKI Jakarta yang saat ini tak pernah kunjung selesai, selama Anies Baswedan memimpin Ibukota Jakarta. Angka kemiskinan kembali meningkat, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa angka kemiskinan tertinggi dalam satu dekade terakhir dan nyaris menyamai angka kemiskinan DKI Jakarta 20 tahun lalu, yakni 4,96 persen. Angka kemiskinan di Jakarta kembali meningkat pada 2021 yakni menjadi 501.920 orang atau 4,72 persen dari total penduduk Jakarta.

"Berdasarkan data BPS angka kemiskinan di Jakarta pada 2021 mencapai 501.920 orang atau 4,72 persen, dan angka itu nyaris sama dengan kemiskinan di Jakarta pada 20 tahun yang lalu 4,96 persen. Artinya angka kemiskinan di Jakarta tak pernah menurun ditambah lagi dengan kejadian pandemi Covid-19 selama dua tahun kemarin," katanya.

Kent pun mengakui, jika pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor dominan yang sangat realistis dan logis, dalam kasus bertambahnya warga miskin di Jakarta. Program-program Pemprov DKI Jakarta dalam bantuan yang bersifat tunai, baik untuk penguatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), mengatasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pada kenyataannya tidak tepat sasaran.

"Dengan adanya program bantuan penguatan ekonomi kepada warga Jakarta, tingkat kemiskinan dan kondisi ekonomi masyarakat akan tetap terbantu. Tapi pada kenyataannya di lapangan bantuan tersebut tidak tepat sasaran," tegas Kent.

Lalu, sambung Kent, pembangunan daerah di Jakarta yang kurang tertata dan tak bermanfaat bagi warga. Ia pun mengakui jika ada beberapa yang mengalami kemajuan tetapi hanya seperti kampung yang luas, bukan selayaknya perkotaan modern.

Salah satu yang nyata terlihat berubah saat ini hanyalah di bidang transportasi, seperti Mass Rapid Transit (MRT).

Tak hanya MRT, sambung Kent, demikian juga Jakarta Internasional Stadium (JIS) bukanlah murni hasil karya Anies Baswedan, tetapi ada andil dari gubernur gubernur terdahulu. Gubernur Anies Baswedan telah mencanangkan untuk melanjutkan pembangunan stadion bertaraf Internasional tersebut pada tanggal 14 Maret 2019.

"JIS bukanlah murni karya Anies semata, tetapi andil dari gubernur-gubernur sebelumnya juga harus di ingat. Gubernur gubernur sebelum Anies Baswedan yang sudah membuat kajian dan kemudian dengan susah payah membebaskan lahan untuk pembangunan JIS," katanya.

Menurut Kent, untuk menata Jakarta sangatlah mudah hanya ikuti saja yang sudah direncanakan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Jakarta 2030. [rhm]

Baca juga:
Melanggengkan Tanjidor di Tanah Betawi
Antusiasme Warga Berkeliling Gratis dengan LRT Jakarta
HUT ke-495 DKI, 20 Atlet Berprestasi Bawa Nama Jakarta Diberi Penghargaan
Tingkah Lucu Anak-Anak dalam Fashion Show Baju Adat Betawi
Ucapkan HUT ke-495 DKI, Djarot Tagih Janji Kampanye Anies yang Belum Dipenuhi
Anggota DPRD DKI 'Saweran', Anies dan Prasetio Edi Joget Bareng

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini