Dinas SDA DKI akan Terjunkan 7.800 Petugas di Titik-titik Rawan Banjir
Merdeka.com - Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta akan menerjunkan 7.800 petugas di berbagai titik daerah rawan banjir. Kepala Dinas SDA Juaini mengatakan jumlah tersebut memiliki tugas berbeda-beda.
"Selain pompa kita juga telah melakukan persiapan dengan jumlah tugas sekitar 7.800 petugas," ujar Juaini, Jakarta, Kamis (14/11).
Dia mengklaim mitigasi banjir telah dilakukan secara maksimal dan efektif. Petugas siaga banjir memiliki tugas berbeda yakni menjaga dan memantau pompa dan membersihkan saluran air. Petugas juga akan bersiaga di titik-titik yang sudah tergenang banjir.
800 Sumber Resapan Dibuat
Selain itu, Juaini menuturkan upaya mitigasi banjir yang dilakukan Dinas SDA adalah pembentukan sumur resapan. Saat ini, sudah ada 800 sumur resapan yang dibuat.
"Salah satu upaya kita juga adalah membuat sumur resapan yang slama ini dari Dinas SDA sendiri sudah melakukan pembuatan sumur resapan sekitar 800 unit di beberapa tempat," papar Juaini.
Persiapan BPBD DKI
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Subedjo memastikan telah menyiapkan segala persiapan penanggulangan banjir. Dia meyakini tidak ada dampak buruk dari banjir.
Dalam konferensi pers di Balai Kota, Subedjo mengatakan optimisme tersebut diutarakan mengingat persiapan yang telah dikerjakan bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) dirasa sudah maksimal.
"Dengan upaya SDA mudah-mudahan banjir enggak besar dan masih bisa diatasi. Tapi kami siap untuk kondisi yang paling buruk," kata Subejo, Jakarta, Kamis (14/11).
Sosialisasi Hadapi Banjir
Selama musim penghujan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat menghadapi banjir. Langkah ini digiatkan sebagai peringatan dini, yang akan mempermudah proses evakuasi jika diperlukan.
Informasi ketinggian air secara aktif disampaikan kepada masyarakat yang berada di 25 titik daerah rawan banjir melalui SMS.
"Misalnya Katulampa siaga 3 atau ketinggian naik diperkirakan 9 jam sampai ke Manggarai, sudah kami peringatkan lewat SMS," kata dia.
Wali Kota Lebih Proaktif
Dia juga meminta seluruh Wali Kota rutin melakukan apel siap siaga sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi banjir. Selain itu, menurutnya, apel siap siaga juga memudahkan masyarakat menuju tempat pengungsian.
"Jadi tahu rawan setinggi mana daerahnya dan mesti ke mana, sudah ada di peta," tandasnya.
"Pemprov usaha semaksimal mungkin kalau banjir dampaknya enggak besar. Mudah-mudahan dengan upaya kami, banjir datang tapi enggak datangkan penderitaan. Insha Allah," ujar Subejo mengakhiri.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya