Cerita Ibu Selamatkan 4 Anaknya dari Kebakaran di Tebet, 2 Orang Meninggal

"Saya lagi tidur tahu-tahu asepnya sudah banyak," kata Novi.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Cerita Ibu Selamatkan 4 Anaknya dari Kebakaran di Tebet, 2 Orang Meninggal
Cerita Ibu Selamatkan 4 Anaknya dari Kebakaran di Tebet, 2 Orang Meninggal (Merdeka.com)

Novi tak menyangka. Akhir pekan ini benar-benar yang terakhir dengan anaknya. Dia harus kehilangan harta benda sekaligus anak-anaknya. Usai tragedi kebakaran di Jalan Kutilang, Bukit Duri, Tebet, Sabtu (19/7).

Duduk beralasan terpal di tengah keramaian posko pengungsian, Novi masih ingat betul detik-detik kobaran api datang.Saat itu Novi dan anak-anaknya sedang asyik tidur. Matahari belum datang.Tiba-tiba asap mengepul terlihat dari dalam rumah.

"Saya lagi tidur tahu-tahu asepnya sudah banyak," kata Novi.

Novi tidur di lantai dua bersama keempat anaknya yaitu R (9), NA, A (4) dan MR usia 3 bulan. Sedangkan, suaminya tak ada di rumah karena sedang bekerja.

Panik, Novi langsung mengajak anak-anak untuk menyelamatkan diri. Tangga untuk turun sudah dipenuhi asap dan api. Tak ada pilihan lain. Novi terpaksa melompat dari lantai 2 rumah.

Novi menarik empat anaknya untuk mengikuti langkahnya. MR yang masih bayi tak lepas dari pelukannya. R yang sudah 9 tahun berhasil mengikuti langkahnya.

Namun NA (7) dan A (4) ketakutan. Keduanya tak ingin melompat. Anak-anaknya coba mencari jalan keluar lain.

"Saya sudah berusaha narik anak saya yang dua itu aku ajak lompat, tapi dia malah pergi ke mana-mana nyari jalan sudah penuh asap," ucap Novi.

Lompat dari lantai dua pun tak mudah. Sebab, keputusan yang sangat berisiko itu juga diambil oleh penghuni kontrakan lain yang sedang ketakutan.

Alhasil, dorong-dorongan pun terjadi.NA (7) dan Azizah (4) akhirnya terlepas dari penyelamatan yang dilakukan Novi.

"Terus anak-anakku sudah mencar," timpal Novi.

Novi akhirnya lolos dari maut. Meski, mengalami luka di bagian kaki dan pinggang akibat lompat dari lantai dua. Kini Novi hanya bisa pasrah. Luka di tubuhnya belum sembuh, tapi luka di hatinya jauh lebih perih. 

Dia kehilangan dua buah hatinya dalam sekejap, dalam kobaran api yang tak memberi ampun sedikitpun. Dua anak Novi yang terlepas, NA (7) dan A (4) akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Jasad anak kecil yang belum berdosa ini telah dievakusi di RS Polri, Kramat Jati.Rencananya akan dimakamkan di TPU Menteng Pulo. Tapi proses masih menunggu pencocokan jenazah lewat foto dan data visual lainnya.

"Ini masih ada itu katanya wajahnya sama semua harus pakai foto yang ada senyumnya keliatan giginya kalau yang satu sudah keliatan," tandas dia.

Rekomendasi