Uniknya Tradisi Memitu di Indramayu, Ketika Ibu Hamil Dipakaikan Kembang dan Dimandikan Air Doa

Tradisi ini tak sekedar menampilkan rasa bahagia dan ucapan syukur, namun turut dilaksanakan dengan sejumlah simbol yang dikaitkan dengan makna kebaikan.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Uniknya Tradisi Memitu di Indramayu, Ketika Ibu Hamil Dipakaikan Kembang dan Dimandikan Air Doa
Uniknya Tradisi Memitu di Indramayu, Ketika Ibu Hamil Dipakaikan Kembang dan Dimandikan Air Doa (Merdeka.com)

Ada banyak tradisi adiluhung di tanah Jawa Barat yang penuh simbol dan makna, salah satunya Memitu.

Ini merupakan adat yang berasal dari Kabupaten Indramayu untuk memperingati kehamilan seorang ibu yang memasuki usia kandungan 7 bulan.

Tradisi ini tak sekedar menampilkan rasa bahagia dan ucapan syukur, namun turut dilaksanakan dengan sejumlah simbol yang dikaitkan dengan makna kebaikan. 

Beberapa prosesi yang ada dalam Memitu di antaranya memakai kembang melati yang sudah dirajut dan dimandikan dengan air sembari dibacakan kidung maupun doa-doa.

Sampai saat ini tradisi tersebut masih terus dirawat oleh masyarakat di Kabupaten Indramayu hingga sebagian wilayah Cirebon, dan dijadikan sebagai warisan budaya yang wajib diadakan.

Gunakan Pakaian Bunga atau Kemben
Dok. Istimewa

Mengutip laman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, tradisi ini dimulai dengan seorang ibu yang dipakaikan untaian bunga melati yang dirajut menyerupai baju, ataupun kain kemben.

Kemudian, ibu tersebut dibacakan doa oleh sesepuh yang ada di kampung tersebut dengan tujuan mengharap kebaikan dan keselamatan bagi ibu dan bayi yang sedang dikandung.

Di momen itu, suami turut mendampingi sang istri dan juga dipakaikan baju muslim dengan kain sarung. Setelah keduanya siap, mereka langsung dimandikan oleh masing-masing orang tua.

Salah satu keunikan dalam tradisi ini adalah adanya ruangan khusus yang digunakan untuk memandikan ibu hamil dan suami.

Ruangan ini dibuat menyerupai sekat dengan bahan utama berupa bambu dan kain batik.

Bambu disusun bangun ruang persegi dengan ukuran 2x1 meter, lalu disekelilingnya dilingkarkan kain batik yang biasa untuk menggendong bayi.

Selain itu, bagian atas juga dihias dengan kertas ataupun kain warna warni, dengan tambahan untaian bunga dan bendera merah putih. Biasanya, tradisi memitu digelar cukup meriah di kampung yang menyelenggarakan.

Makna Kata Memitu
Dok. Istimewa

Kata Memitu diketahui merujuk pada bahasa Jawa yakni Pitu. Pitu berarti angka tujuh yang merupakan usia kehamilan tujuh bulan dari si ibu yang dimandikan.

Selain itu, kata ini juga mengacu pada pergantian pakaian sebanyak tujuh kali selama proses memandikan hingga pembacaan kidung atau doa-doa oleh sesepuh di kampung yang mengadakan tradisi.

Biasanya momen suka dan haru tumpah di prosesi memandikan ini, karena seluruh anggota keluarga akan diizinkan menyiramkan air ke ibu hamil.

Mengutip jurnal Belaindika: Pembelajaran dan Inovasi Pendidikan yang berjudul Makna dan Nilai Kidung Banyu Pitu pada Upacara Selamatan Memitu di Desa Kedokan Agung Kecamatan Kedokan Bunder Kabupaten Indramayu, tradisi ini memiliki banyak kebaikan bagi keselamatan ibu dan bayi dengan lantunan doa maupun macapat dengan nuansa Islami.

Di balik syair-syairnya, terkandung permohan agar sang ibu diberi keselamatan selama mengandung hingga melahirkan kelak.

Kemudian, bayi yang dilahirkan juga bisa turut menjadi pribadi yang luhur di masa depan serta berguna bagi nusa dan bangsa. Selain Kedokan Bunder, Memitu juga masih diadakan di Desa Panyindangan, Kecamatan Sindang.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Gambar: Youtube Sabin and Faimily

Rekomendasi