Taman doa Our Lady Of Akita bisa jadi destinasi kunjungan natal saat berlibur di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Lokasinya terletak di area PIK 2, Salembaran, Kosambi. Tempat ini menghadirkan wisata religi dengan konsep seperti di Jepang.
Sebenarnya taman doa Our Lady Of Akita adalah tempat untuk berdoa harian umat Katolik. Namun, masyarakat bisa mengunjunginya sebagai destinasi wisata religi terutama bagi yang ingin mengetahui peristiwa ilahi patung Bunda Maria di Akita, Jepang.
Dikisahkan, bahwa patung suci itu meneteskan air mata sebagai salah satu keajaiban Tuhan. Lokasi ini juga dirancang sebagai wisata rohani dengan pengalaman spiritual yang mendalam.
Advertisement
Hadirkan arsitektur khas Jepang
Mengutip laman resmi PIK2 Sedayu Indo City, lokasi tersebut memiliki ciri khas desain arsitektural khas Jepang.
Pada bangunan utama kapel, bentuknya mirip kuil, dengan motif atap segitiga dan melengkung serta beberapa motif ukirannya.
Pintu di dalam gedung juga dibuat geser seperti bangunan tradisional khas Jepang, dengan lantai kayu yang tersusun rapi. Lalu terdapat pula altar dengan patung Bunda Maria di atas salib, juga patung Santo Yosef yang identik di Jepang.
Menariknya, kedua patung itu dipahat oleh daiku (ahli kayu) asal Jepang, Ichiro Urano dengan memakai material kayu Katsura, yang juga digunakan di gereja Our Lady of Akita di Jepang.
Advertisement
Advertisement
Bawa kisah pengutusan malaikat kepada Santo Yosef
Kemudian lokasi ini juga menghadirkan The Garden of Lamb, dengan 14 perhentian jalan salib dan patung Yesus Bangkit.
Terdapat juga The Garden of Marry yang merupakan danau cantik dan patung Bunda Maria di tengahnya.
Di sisi kiri kapel juga didirikan patung Santo Yosef dengan posisi tidur yang bisa dijadikan titik untuk menitipkan doa di ruang kecil bagian bawah patung, mirip tradisi oleh Paus Fransiskus.
Sebagian besar, taman doa Our Lady of Akita mengangkat kisah pengutusan malaikat kepada Santo Yosef dalam mimpinya menjelang kelahiran Yesus.
Advertisement
Patung Bunda Maria yang meneteskan air mata
Di lokasi taman doa ini, juga dikenalkan kisah patung Bunda Maria yang meneteskan air mata sebanyak 101 kali.
Di tempat asalnya, Akita, Jepang, terdapat patung Bunda Maria yang meneteskan air mata pada 1975 silam.
Patung itu mengeluarkan air mata selama kurang lebih 6 tahun hingga 1981. Lalu di Akita juga terdapat peristiwa Ilahi di mana tangan dari seorang biarawati memunculkan luka salib.
Disebutkan bahwa air mata dari patung Bunda Maria di Akita Jepang telah diteliti oleh Universitas Gifu dan Akita yang terbukti mengandung DNA manusia.
Kemudian dibangun pula patung batu yang mengingatkan kisah Santo Peregrinus dan Santo Antonius Padua.
Advertisement
Membantu umat Katolik berziarah layaknya di Akita, Jepang
Sementara itu, Pembangunan Taman Doa Our Lady of Akita, PIK2 menggunakan material dengan kualitas yang tinggi. Para perajin kayunya didatangkan dari wilayah Jawa Tengah seperti Jepara, Klaten dan Muntilan yang sudah terkenal dengan kualitas pahatan yang dihasilkan.
Uniknya, para pemahat kayu itu berhasil mengaplikasikan desain ala Ichiro Urano dengan baik, sehingga tidak meninggalkan nilai-nilai kerohaniannya.
Pembangunan tempat ini ditujukan untuk memudahakan umat Katolik berziarah ke taman Akita di Jepang.
Advertisement
"Semoga Taman Doa ini dapat memudahkan umat Katolik dalam beribadah," kata CEO PIK2, Steven Kusumo, mengutip Liputan6.
Advertisement
Kado natal untuk masyarakat
Selain itu, kawasan tersebut rencananya akan ditambah fasilitas lainnya berupa area perbelanjaan. Ini akan mempermudah wisatawan menyantap kuliner-kuliner otentik setelah berziarah.
Kehadiran Taman Doa Our Lady Of Akita diharapkan bisa memfasilitasi umat Katolik yang ingin beribadah.
"Penyelesaian Taman Doa ini menjadi kado Natal terindah bagi umat Katolik," ujar Corp. Marketing and Promotion Agung Sedayu Group, Evelina Setiawan.
Advertisement