Mengenal ODD dan Ciri-cirinya, Gangguan Perilaku yang Muncul pada Anak-anak

ODD lebih dari sekadar amukan masa kanak-kanak pada umumnya. Selain itu, frekuensi serta tingkat keparahan ODD menyebabkan kesulitan di rumah dan di sekolah.

Andre Kurniawan
Oleh Andre Kurniawan - Reporter
Mengenal ODD dan Ciri-cirinya, Gangguan Perilaku yang Muncul pada Anak-anak
Mengenal ODD dan Ciri-cirinya, Gangguan Perilaku yang Muncul pada Anak-anak (Merdeka.com)

Mengenal ODD dan Ciri-cirinya, Gangguan Perilaku yang Muncul pada Anak-anak

ODD adalah gangguan perilaku yang biasanya muncul pada masa kanak-kanak, antara usia 6 dan 8 tahun.

ODD, atau Oppositional Defiant Disorder adalah gangguan perilaku di mana seorang anak menunjukkan pola suasana hati yang marah atau rewel, perilaku membangkang atau agresif, dan rasa dendam.

Tingkah laku anak ini seringkali mengganggu rutinitas sehari-hari, termasuk aktivitas di dalam keluarga dan di sekolah.

Sebenarnya bukan hal yang aneh bagi anak-anak -- terutama mereka yang berusia dua tahun hingga remaja awal – menunjukkan perilaku yang menentang sesekali.

Mereka mungkin mengungkapkan penolakan dengan berdebat, sikap tidak patuh, atau membalas orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya.

Jika perilaku ini berlangsung lebih dari 6 bulan dan lebih ekstrem dari biasanya pada usia anak, hal ini mungkin berarti anak tersebut menderita ODD.

Diperkirakan sekitar 2% hingga 16% anak-anak dan remaja menderita ODD. Pada anak kecil, kelainan ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki.

Pada remaja, hal ini terjadi secara merata pada anak laki-laki dan perempuan. Kondisi ini biasanya dimulai pada usia 8 tahun.

merdeka.com

Jenis ODD

Ada dua jenis dari ODD:

  • ODD yang terjadi pada masa kanak-kanak: Terjadi sejak usia dini, dan memerlukan intervensi dan pengobatan dini untuk mencegahnya berkembang menjadi gangguan perilaku yang lebih serius

  • ODD yang menyerang remaja: Dimulai secara tiba-tiba pada usia sekolah menengah pertama dan atas, menyebabkan konflik di rumah dan di sekolah

Ciri-ciri Anak ODD

<b>Ciri-ciri Anak ODD</b><br>
Dok. Istimewa

Kadang-kadang sulit untuk membedakan antara anak yang berkemauan keras dan anak yang memiliki ODD. Berikut adalah beberapa ciri-ciri anak ODD yang harus diperhatikan:

  • Melontarkan amarah yang berulang-ulang

  • Berdebat secara berlebihan dengan orang dewasa

  • Secara aktif menolak untuk mematuhi permintaan dan aturan

  • Mencoba mengganggu atau membuat kesal orang lain, atau mudah tersinggung oleh orang lain

  • Menyalahkan orang lain atas kesalahan mereka

  • Sering meluapkan kemarahan dan kebencian

  • Menjadi pendendam dan ingin membalas dendam
  • Mengumpat atau menggunakan bahasa cabul

  • Mengatakan hal-hal yang kejam dan penuh kebencian saat sedang kesal

  • Menunjukkan perilaku dendam (berusaha menyakiti orang lain) minimal dua kali dalam 6 bulan terakhir.

Selain itu, banyak anak ODD yang terlihat murung, mudah frustrasi, dan memiliki harga diri yang rendah. Mereka juga berpotensi mengembangkan perilaku negatif seperti menyalahgunakan narkoba dan alkohol.

Penyebab dan Faktor Resiko ODD

<b>Penyebab dan Faktor Resiko ODD</b><br>
Dok. Istimewa

Penyebab pasti ODD masih belum diketahui, namun kombinasi faktor biologis, genetik, dan lingkungan dinilai berkontribusi terhadap kondisi ini.

  • Kimia otak: ODD telah dikaitkan dengan jenis bahan kimia otak tertentu, atau neurotransmiter, yang tidak bekerja dengan benar. Neurotransmiter membantu sel-sel saraf di otak berkomunikasi satu sama lain. Jika bahan kimia ini tidak bekerja dengan baik, pesan mungkin tidak sampai ke otak dengan benar, sehingga menyebabkan gejala ODD dan penyakit mental lainnya.

  • Perbedaan otak lainnya: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cacat atau cedera pada area tertentu di otak dapat menyebabkan masalah perilaku yang serius pada anak-anak.
  • Temperamen: Anak-anak yang kesulitan mengendalikan emosinya lebih mungkin mengalami ODD.

  • Riwayat keluarga: Banyak anak dan remaja penderita ODD memiliki anggota keluarga dekat yang menderita penyakit mental, termasuk gangguan mood, gangguan kecemasan, dan gangguan kepribadian. Hal ini menunjukkan bahwa risiko terkena kondisi ini kemungkinan diturunkan.
  • Masalah keluarga: Hal-hal seperti kehidupan keluarga yang tidak berjalan lancar, penyalahgunaan zat, dan disiplin yang tidak konsisten oleh orang tua atau figur otoritas lainnya dapat berkontribusi pada perkembangan gangguan perilaku.

  • Teman Sebaya: Perhatian dari teman sebaya atau orang lain terkadang memperkuat perilaku ODD.

Cara Mengatasi Anak ODD di Rumah

Berikut adalah strategi yang bisa Anda coba di rumah jika anak Anda menderita ODD:

  • Pujilah perilaku positif tertentu. Beri tahu anak Anda apa yang secara khusus Anda sukai dari apa yang mereka lakukan, bukan dengan mengatakan pujian lisan yang umum. Tawarkan hadiah untuk perilaku yang baik, terutama untuk anak kecil.
  • Beri tugas yang jelas. Berikan instruksi yang jelas dan gunakan ini sebagai cara untuk memperkuat perilaku yang baik.

  • Contohkan perilaku yang ingin Anda lihat pada anak. Pastikan Anda tidak meneriaki, berkata kasar, bersikap kasar kepada anak Anda atau anggota keluarga lainnya.

  • Hindari berdebat dengan anak. Anda tidak perlu bereaksi terhadap semua yang anak Anda lakukan.

  • Habiskan waktu bersama. Jadwalkan juga waktu bagi seluruh keluarga untuk melakukan hal-hal menyenangkan bersama.
  • Tetapkan batasan. Berikan instruksi dan batasan yang jelas. Ikuti jadwal dan rutinitas yang konsisten.

  • Ajari anak untuk mengungkapkan kemarahan atau kekecewaannya tanpa menyakiti orang lain. Misalnya, beri tahu mereka bahwa marah boleh saja, tetapi tidak boleh mulai melempar barang.

  • Jangan langsung berharap anak akan berubah. Pada awalnya, mereka mungkin tidak memberikan tanggapan positif terhadap perubahan ini. Namun, dengan tetap konsisten mengajari dan membimbingnya, perilaku tersebut akan membaik seiring waktu.

Komplikasi ODD

Anak-anak atau remaja penderita ODD seringkali mengalami kesulitan di rumah, di sekolah, dan dalam kehidupan pribadinya. Hal ini dapat menyebabkan:

  • Prestasi buruk di sekolah atau tempat kerja
  • Perilaku antisosial
  • Kesulitan mengendalikan impuls
  • Masalah alkohol atau narkoba
  • Bunuh diri

Anak-anak dengan ODD sering kali memiliki atau mengembangkan kondisi kesehatan mental lainnya, termasuk:

  • Gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
  • Gangguan perilaku
  • Depresi
  • Kecemasan
  • Gangguan belajar
  • Gangguan komunikasi

merdeka.com

Rekomendasi