Uniknya Permainan Babalonan Sarung Khas Sunda, Jadi Cara Orang Tua Ajarkan Anak Salat

Permainan babalonan sarung jadi media mengenalkan ibadah yang menyenangkan kepada anak

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Uniknya Permainan Babalonan Sarung Khas Sunda, Jadi Cara Orang Tua Ajarkan Anak Salat
Permainan babalonan sarung jadi media mengenalkan ibadah yang menyenangkan kepada anak (© 2024 merdeka.com/YouTube Danu David)

Babalonan sarung merupakan permainan tradisional anak-anak dari Jawa Barat. Sesuai namanya, kain sarung jadi media utama yang bisa dibuat menjadi berbagai macam bentuk menarik.

Dahulu, cara ini dipakai oleh orang tua untuk mengenalkan ibadah salat kepada anaknya.

Para orang tua zaman dahulu yakin bahwa babalonan sarung menjadi media yang mengasyikkan dalam mengenalkan ibadah ke anak-anak. Mereka akan mudah menerima ajakan untuk beribadah, dibanding dengan memaksanya.

Selain itu, babalonan sarung juga digunakan anak-anak untuk berinteraksi dan mengisi waktu setelah bermadrasah. 

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/YouTube Danu David

Yuk kenalan lebih dekat dengan babalonan sarung yang unik.

Foto: YouTube Danu David

Mengenalkan Anak dengan Ibadah

Mengenalkan Anak dengan Ibadah
© 2024 merdeka.com/YouTube Danu David

Mengutip laman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, permainan ini mulanya merupakan cara orang tua untuk mengenalkan ibadah kepada anak-anak.

Dengan adanya permainan ini, diharapkan anak-anak mengenal fungsi sarung, yang salah satunya untuk melaksanakan salat.

Setelah kenal dengan sarung, anak-anak akan mulai terbiasa dengan sarung dan memakainya untuk ke masjid termasuk berangkat mengaji.

Menunggu Waktu Salat

Kemudian, anak-anak yang usianya lebih dewasa, biasa memainkan babalonan sarung sebagai pengisi waktu luang setelah kegiatan bermadrasah.

Biasanya mereka bermain sampai azan magrib berkumandang, lalu pergi ke masjid bersama. 

Ini juga bisa jadi media interaksi antar anak-anak, sehingga merekatkan budaya pertemanan dan silaturahmi.

Kenalkan Kain Khas Indonesia

Kenalkan Kain Khas Indonesia
© 2024 merdeka.com/YouTube Zaini Alif

Terdapat misi budaya dalam kaulinan budak atau permainan anak-anak khas wilayah Garut, Bandung, Tasikmalaya, Sumedang dan sekitarnya itu.

Misi budaya yang dimaksud adalah mengenalkan kain sarung sebagai kain khas Indonesia, dengan berbagai motif yang indah.

Beragam motif dalam kain sarung juga bisa menjadi identitas kedaerahan yang menambah pengetahuan anak-anak dalam proses belajar.

Cara Memainkan Babalonan Sarung

Sementara itu, cara memainkan babalonan sarung cukuplah mudah. Pertama, sarung akan dibuat melingkar seperti donat lalu diterbangkan.

Saat di atas kondisi sarung akan berputar seperti roda, lalu sebisa mungkin anak-anak tersebut menangkapnya agar sarung tidak jatuh ke tanah.

Kemudian, cara lainnya adalah dengan mengikatnya ke pinggang lalu dipegang. Setelah memiliki bentuk mirip jubah Superman, anak-anak anak berlari dan membuat sarung menggelembung seperti balon karena tertiup angin.

Jika diartikan ke bahasa Indonesia, babalonan berarti memainkan media kain hingga membentuk balon, dan sarung adalah media yang digunakan.

Dimainkan di Air atau di Halaman Rumah

Dimainkan di Air atau di Halaman Rumah
Dok. Istimewa

Mengutip kanal Youtube Zaini Alif yang merupakan pengamat kebudayaan dan permainan Sunda, babalonan sarung biasa dimainkan oleh anak-anak di pedesaan Sunda.

Permainan ini biasa dimainkan di leuwi atau sungai. Anak-anak akan menceburkan diri ke sungai, lalu membuat kain sarung yang terisi air serta udara menjadi menggelembung.

Tempat lainnya untuk memainkan babalonan sarung adalah di halaman rumah, area sawah, dan sekitar masjid atau sekolah madrasah.

“Permainan ini jadi makin ramai saat bulan Ramadan, karena biasa dimainkan anak-anak saat menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit,” kata Zaini Alif.

Foto: YouTube Zaini Alif

“Permainan ini jadi makin ramai saat bulan Ramadan, karena biasa dimainkan anak-anak saat menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit,” kata Zaini Alif.<br><br>Foto:&nbsp;YouTube Zaini Alif
Dok. Istimewa
Rekomendasi