Kasus pembakaran Masjid Al Hidayah di Kampung Nagrog, Kecamatan Leles pada Minggu (22/1) menggegerkan publik. Polisi mengatakan, tersangka dalam kasus itu adalah E (29), yang berstatus orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).
“Kami memeriksa para saksi, mengumpulkan barang bukti terkait kasus itu dan kami telah berkoordinasi dengan dokter psikiatri dan juga dengan ahli pidana,” kata Kapolres Garut Ajun Komisaris Besar Polisi Rio Wahyu Anggoro dikutip dari ANTARA pada Jumat (27/1).
Walaupun begitu, ternyata ada hikmah tersembunyi di balik pembakaran masjid tersebut. Berikut selengkapnya:
Advertisement
Pelaku Merupakan ODGJ
Dari hasil pemeriksaan sebelumnya diketahui bahwa alasan pelaku membakar masjid adalah karena kedinginan, karena itulah ia membakar sesuatu seperti kertas yang ada di dalam masjid.
Rio mengatakan selama ini kepolisian sudah mengumpulkan keterangan saksi dari warga maupun keluarga pelaku yang menjelaskan kalau pelaku menderita gangguan jiwa sejak lama dan pernah tiga kali dirawat di rumah sakit jiwa.
Walau begitu, polisi tetap melakukan proses hukum pada pelaku. Hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada publik pada Senin (30/1). Saat itulah nantinya akan diputuskan apakah kasusnya akan berlanjut ke penyidikan atau dihentikan.
Advertisement
Masjid Langsung Direnovasi
Rio mengatakan, kondisi masjid yang ludes setelah kejadian itu langsung mendapatkan perhatian dari Polres Garut dan lembaga terkait lainnya untuk kembali direnovasi. Pihaknya bersedia ikut bahu-membahu bersama masyarakat dan jajarannya untuk membangun kembali masjid.
Terkait fasilitas masjid, Polres Garut langsung menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut dan unsur terkait untuk segera merealisasikan renovasi pembangunan masjid.
“Kami juga telah melakukan pembersihan serta membangun kembali masjid tersebut agar dapat dilakukan ibadah salat lima waktu, salat sunah, dan salat Jumat, mengingat sebentar lagi akan menyambut bulan Ramadan,” ujar Rio.
Advertisement
Hikmah Tersembunyi
Bagi masyarakat setempat, adanya renovasi ini menjadi hikmah tersembunyi di balik tragedi tersebut. Pasalnya masjid akan direnovasi total.
Misalnya saja, masjid akan dinaikkan menjadi empat meter hingga sirkulasi udara menjadi lebih baik, dari yang awalnya bangunan beratap bambu akan diganti rangka baja. Hasilnya, masjid akan berubah total menjadi lebih baik, dengan fasilitas lengkap untuk beribadah bagi warga sekitar.
“Semoga kami bisa menjaga atau situasi tetap menjadi kondusif sesuai dengan harapan semua pihak,” pungkas Rio dikutip dari Liputan6.com pada Sabtu (28/1).