Rematik, atau rheumatoid arthritis, adalah penyakit radang kronis pada sendi. Ini adalah penyakit progresif, jadi mengelola kondisinya juga dapat membantu mengobati gejalanya dan juga memperlambat perkembangannya.
Salah satu yang dapat menjadi pemicu atau penyebabnya dapat berasal dari pola makan yang Anda jalani. Meski tidak terbukti melalui uji klinis, banyak orang merasa lebih baik ketika mereka menghindari makanan tertentu yang bisa memicu peradangan.
Anda juga harus menghindari makanan yang dapat meningkatkan berat badan, karena kelebihan berat badan akan membuat persendian tegang dan menyebabkan nyeri dan cedera lebih lanjut, terutama di lutut, pinggul, dan pergelangan kaki. Lemak ekstra juga mengganggu kekuatan otot dan dapat menyusup ke otot yang jarang digunakan sehingga mengurangi “kualitas” otot.
Memilih apa yang Anda makan dipercaya bisa membuat perbedaan dalam kondisi Anda. Berikut ini, kami akan sampaikan beberapa makanan penyebab rematik yang wajib Anda hindari karena dapat menyumbang kalori ekstra dan memicu peradangan yang memperburuk gejala rematik Anda.
Advertisement
Gula dan Tepung Halus
Makanan penyebab rematik yang pertama adalah gula dan tepung halus. Mengutip dari everydayhealth, kadar gula darah bisa melonjak setelah Anda mengonsumsi karbohidrat sederhana yang mudah dipecah oleh tubuh.
Makanan tersebut bisa berupa camilan dan minuman manis, roti dan pasta tepung putih, dan nasi putih. Lonjakan gula darah akan mendorong tubuh untuk memproduksi bahan kimia proinflamasi yang disebut sitokin, yang dapat memperburuk gejala rematik jika peradangan memengaruhi persendian Anda.
Makanan ini juga dapat menyebabkan penambahan berat badan, membuat persendian Anda stres. “Tidak ada pengganti untuk makanan ini, tetapi Anda dapat mencoba alternatif bebas gluten, yang dapat membantu,” kata Vinicius Domingues, MD, rheumatologist yang berbasis di Daytona Beach, Florida, dan penasihat medis untuk CreakyJoints.
Makanan Gorengan
Makanan penyebab rematik yang kedua yaitu makanan gorengan. Menghindari makanan yang digoreng dapat mengurangi tingkat peradangan Anda, menurut para peneliti dari Mount Sinai School of Medicine. Studi mereka yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menemukan bahwa gorengan mengandung racun yang disebut advanced glycation end products (AGEs), yang dapat meningkatkan oksidasi dalam sel tubuh.
Makanan yang digoreng juga tinggi lemak dan dapat menyebabkan obesitas. Sebagai alternatif makanan yang digoreng, “coba gunakan air fryer jika memungkinkan, dan pilih makanan yang dipanggang daripada yang digoreng,” kata Domingues.
Advertisement
Gluten
Makanan penyebab rematik yang ketiga yakni gluten. Gluten, protein yang ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum, gandum hitam, dan jelai, dapat menyebabkan peradangan pada beberapa orang.
Dokter percaya bahwa efeknya bisa lebih besar pada orang dengan gangguan autoimun seperti penyakit celiac atau rheumatoid arthritis. "Jika gluten menyebabkan suar, menghindari makanan ini adalah pilihan terbaik," kata Domingues.
Daging Merah
Makanan penyebab rematik yang keempat adalah daging merah. Banyak potongan daging merah mengandung lemak jenuh tingkat tinggi, yang dapat memperburuk peradangan dan juga berkontribusi terhadap obesitas.
Daging merah juga mengandung asam lemak omega-6, yang dapat menyebabkan peradangan jika Anda menngonsumsinya terlalu banyak. Beberapa orang dengan rematik telah melaporkan bahwa gejala mereka membaik ketika mereka menghilangkan asupan daging merah.
Di sisi lain, potongan daging merah tanpa lemak dapat menyediakan protein dan nutrisi penting bagi penderita rheumatoid arthritis, tanpa menyebabkan peradangan tambahan. "Ikan adalah sumber protein alternatif yang baik," kata Domingues.
Beberapa ikan, seperti salmon, mackerel, tuna, sarden, dan herring, adalah sumber asam lemak omega-3 yang baik, yang juga dikaitkan dengan pengurangan peradangan dan dapat membantu meringankan rasa nyeri dan pembengkakan sendi, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Rheumatology Mediterania Juni 2020.
Advertisement
Alkohol
Makanan penyebab rematik yang kelima yaitu alkohol. Efek alkohol pada rheumatoid arthritis masih belum dipahami dengan jelas. Konsumsi alkohol moderat telah terbukti menurunkan risiko kondisi ini, dalam penelitian yang dipublikasikan di Arthritis & Rheumatology.
Penelitian yang dipublikasikan di BMJ memiliki temuan serupa: Wanita yang minum lebih dari tiga gelas alkohol seminggu memiliki setengah risiko rheumatoid arthritis yang dimiliki oleh orang yang tidak minum alkohol.
Tetapi minum terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan lonjakan kadar protein C-reaktif (CRP) dalam tubuh, menurut penelitian yang dipublikasikan di The Lancet. CRP adalah sinyal peradangan yang kuat, dan temuan penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan peradangan dan merugikan rematik. Sebagian besar obat dimetabolisme oleh hati, dan oleh karena itu, konsumsi alkohol harus dihindari jika seseorang menggunakan metotreksat, misalnya, untuk memaksimalkan fungsi hati, kata Domingues.
Makanan Olahan
Makanan penyebab rematik yang terakhir yakni makanan olahan. Makanan olahan, mulai dari makanan ringan yang ada di rak supermarket hingga makanan siap saji cenderung sarat dengan bahan yang menyebabkan peradangan. Produk atau makanan siap saji kemasan biasanya dikemas dengan gula, tepung olahan, dan lemak jenuh.
Anda harus selalu membaca label Fakta Gizi dan daftar bahan pada makanan olahan untuk membuat pilihan bijak yang tidak memperparah gejala rematik atau rheumatoid arthritis Anda.
Saat Anda berupaya memperbaiki pola makan, ingatlah bahwa para peneliti belum dapat menyetujui diet standar untuk rheumatoid arthritis, dan perubahan makanan yang Anda makan bukanlah pengganti pengobatan. Jadi gunakan pemilihan makanan ini sebagai penyesuaian untuk pengelolaan rematik atau rheumatoid arthritis yang lebih baik secara keseluruhan.