Manfaat Dzikir Asmaul Husna, Bantu Lebih Dekat dengan Allah SWT

Manusia bukan semata-mata fisik-material, tetapi di balik itu, ia memiliki dimensi lain, yang dipandang sebagai hakikat manusia seperti dimensi rohaniah (spiritual). Oleh sebab itu, manusia tidak mungkin mampu menjalani hidup tanpa membekali kedua unsur yang ada pada dirinya itu.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
Manfaat Dzikir Asmaul Husna, Bantu Lebih Dekat dengan Allah SWT
Ilustrasi asmaul husna. ©Pikist/PNGtree

Manusia bukan semata-mata fisik-material, tetapi di balik itu, ia memiliki dimensi lain yang dipandang sebagai hakikat manusia seperti dimensi rohaniah (spiritual). Oleh sebab itu, manusia tidak mungkin mampu menjalani hidup tanpa membekali kedua unsur yang ada pada dirinya itu.

Rohaniah manusia yang menopang kehidupan jasmaniahnya tidak boleh diabaikan dalam kehidupan. Kalau dimensi fisik dapat hidup dan merasa senang dengan makanan yang bersifat material, maka rohani manusia akan dapat hidup dan merasa tenteram dengan makanan yang bersifat spiritual. Iman dan keyakinan adalah makanan rohani manusia.

Dalam hal ini, dzikir mempunyai makna yang penting bagi kehidupan setiap insan. Makna itu sebenarnya bukan hanya menyangkut spiritual manusia, tetapi juga menyangkut fisik-biologis dan psikis (jiwa)-nya.

Maka tak heran bila dzikir banyak disebut mempunyai hubungan yang erat dengan kesehatan mental dan ilmu kedokteran. Salah satu dzikir yang memiliki banyak manfaat dan keutamaan adalah dzikir asmaul husna.

Berikut manfaat dzikir asmaul husna yang telah dirangkum merdeka.com melalui eprints.walisongo.ac.id pada Minggu, (17/04/2022).

Manfaat Dzikir Asmaul Husna

1. Mencegah Hal-Hal Buruk

Manfaat dzikir Asmaul Husna yang pertama adalah untuk mencegah hal-hal buruk terjadi dalam kehidupan kamu yang membacanya. Sesuai dengan yang dikatakan oleh Syekh Shalih al-Ja'fari, yaitu:

فَالَّذِي يَدْعُو بِهَا فَقَدِ اسْتَجْلَبَ الْخَيْرَ كُلَّهُ لِنَفْسِهِ وَجَعَلَ الْوِقَايَةَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الشَّرِّ كُلِّهِ، فَإِذَا قُلْتَ مَثَلًا الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ فَقَدِ اسْتَجْلَبْتَ الرَّحْمَةَ، وَإِذَا قُلْتَ: اللَّطِيْفُ فَقَدِ اسْتَجْلَبْتَ اللُّطْفَ... الخ

“Orang yang berdoa dengan Asma’ul Husna maka telah meminta kebaikan seluruhnya, dan membuat pencegahan di antara dirinya dan keburukan seluruhnya. Jadi apabila engkau menyebut ar-Rahmân ar-Rahîm, maka kamu telah meminta rahmat, dan jika kamu menyebut al-Lathîf maka kamu telah meminta kelembutan, dan seterusnya.” (Muhammad bin Alwi al-Aidarus, Khawwâsh Asmâ' ul-Husnâ Littadâwi wa Qadhâ il-Hâjât, Dar el-Kutub, Shan’a, Cet. Ke-3 2011, Hal. 16)

2. Melancarkan Rezeki

Manfaat dzikir Asmaul Husna berikutnya dapat melancarkan rezeki. Di mana rezeki yang diterima sudah ditakdirkan oleh Allah sesuai dengan apa yang dilakukan dan usahakan.

Selain usaha, kiat-kiat lain biasanya juga dilakukan umat Islam untuk melancarkan rezeki seperti melakukan sholat dhuha. Namun ada cara lain yang bisa membantu kamu dalam mencari rezeki, yaitu dengan dzikir Asmaul Husna.

Dalam Asmaul Husna ada beberapa nama yang menunjukkan bahwa Allah maha kaya, dan jika dibaca secara rutin niscaya pintu rezeki akan terbuka yaitu al-mughni, al ghaniyyu, dan lainnya.

3. Menghilangkan Kebiasaan Mudah Lupa

Tak hanya dapat melancarkan rezeki, manfaat dzikir asmaul husna juga dapat menghilangkan kebiasaan mudah lupa. Banyak orang yang merasa dirinya mudah lupa baik itu dalam pelajaran ataupun dalam beraktivitas sehari-hari, seperti sering lupa menaruh barang. Maka perbanyaklah membaca: Ya Basith Ya "Allamul Ghuyub.

Bacaan Dzikir Asmaul Husna

Setelah mengetahui manfaat dzikir Asmaul Husna, berikut bacaan dzikir Asmaul Husna yang perlu kamu ketahui.

Yaitu sebagai berikut:

  1. Ar Rahman: Yang Maha Pengasih
  2. Ar Rahiim: Yang Maha Penyayang
  3. Al Malik: Yang Maha Merajai
  4. Al Quddus: Yang Maha Suci
  5. As Salaam: Yang Maha Memberi Kesejahteraan
  6. Al Mu'min: Yang Maha Memberi Keamanan
  7. Al Muhaimin: Yang Maha Mengatur
  8. Al 'Aziiz: Yang Maha Perkasa
  9. Al Jabbar: Yang Memiliki (Mutlak) Kegagahan
  10. Al Mutakabbir: Yang Maha Megah, yang memiliki kebesaran
  11. Al Khalik: Yang Maha Pencipta
  12. Al Baari': Yang Maha Melepaskan (membuat, membentuk, menyeimbangkan)
  13. Al Mushawwir: Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)
  14. Al Ghaffaar: Yang Maha Pengampun
  15. Al Qahhaar: Yang Maha Menundukkan/Menaklukkan Segala Sesuatu
  16. Al Wahhaab: Yang Maha Pemberi Karunia
  17. Ar Razzaaq: Yang Maha Pemberi Rezeki
  18. Al Fattaah: Yang Maha Pembuka Rahmat
  19. Al 'Aliim: Yang Maha Mengetahui
  20. Al Qaabidh: Yang Maha Menyempitkan
  21. Al Baasith: Yang Maha Melapangkan
  22. Al Khaafidh: Yang Maha Merendahkan
  23. Ar Raafi': Yang Maha Meninggikan
  24. Al Mu'izz: Yang Maha Memuliakan
  25. Al Mudzil: Yang Maha Menghinakan
  26. Al Samii': Yang Maha Mendengar
  27. Al Bashiir: Yang Maha Melihat
  28. Al Hakam: Yang Maha Menetapkan
  29. Al 'Adl: Yang Maha Adil
  30. Al Lathiif: Yang Maha Lembut
  31. Al Khabiir: Yang Maha Mengenal
  32. Al Haliim: Yang Maha Penyantun
  33. Al 'Azhiim: Yang Maha Agung
  34. Al Ghafuur: Yang Maha Memberi Pengampunan
  35. As Syakuur: Yang Maha Pembalas Budi
  36. Al 'Aliy: Yang Maha Tinggi
  37. Al Kabiir: Yang Maha Besar
  38. Al Hafizh: Yang Maha Memelihara
  39. Al Muqiit: Yang Maha Pemberi Kecukupan
  40. Al Hasiib: Yang Maha Membuat Perhitungan
  41. Al Jaliil: Yang Maha Luhur
  42. Al Kariim: Yang Maha Pemurah
  43. Ar Raqiib: Yang Maha Mengawasi
  44. Al Mujiib: Yang Maha Mengabulkan
  45. Al Waasi': Yang Maha Luas
  46. Al Hakim: Yang Maha Bijaksana
  47. Al Waduud: Yang Maha Mengasihi
  48. Al Majiid: Yang Maha Mulia
  49. Al Baa'its: Yang Maha Membangkitkan
  50. As Syahiid: Yang Maha Menyaksikan
  51. Al Haqq: Yang Maha Benar
  52. Al Wakiil: Yang Maha Memelihara
  53. Al Qawiyyu: Yang Maha Kuat
  54. Al Matiin: Yang Maha Kokoh
  55. Al Waliyy: Yang Maha Melindungi
  56. 56. Al Hamiid: Yang Maha Terpuji
  57. 57. Al Muhshii: Yang Maha Mengalkulasi
  58. 58. Al Mubdi': Yang Maha Memulai
  59. Al Mu'iid: Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
  60. Al Muhyii: Yang Maha Menghidupkan
  61. Al Mumiitu: Yang Maha Mematikan
  62. Al Hayyu: Yang Maha Hidup
  63. Al Qayyuum: Yang Maha Mandiri
  64. Al Waajid: Yang Maha Penemu
  65. Al Maajid: Yang Maha Mulia
  66. Al Wahid: Yang Maha Tunggal
  67. Al Ahad: Yang Maha Esa
  68. As Shamad: Yang Maha Dibutuhkan
  69. Al Qaadir: Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
  70. Al Muqtadir: Yang Maha Berkuasa
  71. Al Muqaddim: Yang Maha Mendahulukan
  72. Al Mu'akkhir: Yang Maha Mengakhirkan
  73. Al Awwal: Yang Maha Awal
  74. Al Aakhir: Yang Maha Akhir
  75. Az Zhaahir: Yang Maha Nyata
  76. Al Baathin: Yang Maha Ghaib
  77. Al Waali: Yang Maha Memerintah
  78. Al Muta'aalii: Yang Maha Tinggi
  79. Al Barru: Yang Maha Penderma (maha pemberi kebajikan)
  80. At Tawwaab: Yang Maha Penerima Taubat
  81. Al Muntaqim: Yang Maha Pemberi Balasan
  82. Al Afuww: Yang Maha Pemaaf
  83. Ar Ra'uuf: Yang Maha Pengasuh
  84. Malikul Mulk: Yang Maha Penguasa Kerajaan
  85. Dzul Jalaali WalIkraam: Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
  86. Al Muqsith: Yang Maha Pemberi Keadilan
  87. Al Jamii': Yang Maha Mengumpulkan
  88. Al Ghaniyy: Yang Maha Kaya
  89. Al Mughnii: Yang Maha Pemberi Kekayaan
  90. Al Maani: Yang Maha Mencegah
  91. Ad Dhaar: Yang Maha Penimpa Kemudharatan
  92. An Nafii': Yang Maha Memberi Manfaat
  93. An Nuur: Yang Maha Bercahaya
  94. Al Haadii: Yang Maha Pemberi Petunjuk
  95. Al Badii': Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya
  96. Al Baaqii: Yang Maha Kekal
  97. Al Waarits: Yang Maha Pewaris
  98. Ar Rasyiid: Yang Maha Pandai
  99. As Shabuur: Yang Maha Sabar
Rekomendasi