Lady Rocker Nicky Astria Gagas Kampus Musik di Bandung, Ajak Musisi Selami Era Digita

Menurut penyanyi yang kesohor lewat hits “Jarum Neraka”-nya ini, STiMB telah bertransformasi menjadi kampus digital yang bisa menjadi wadah bagi para calon musisi untuk berkarya.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Lady Rocker Nicky Astria Gagas Kampus Musik di Bandung, Ajak Musisi Selami Era Digita
Nicky Astria di STiMB. ©2022 Instagram /Merdeka.com

Sekolah Tinggi Ilmu Musik Bandung (STiMB) yang didirikan lady rocker Indonesia, Nicky Astria resmi berpindah gedung dari Kawasan Lamping Setiabudi ke Jalan PHH Mustofa Kota Bandung, Jawa Barat.

Menurut penyanyi yang dikenal lewat hits “Jarum Neraka”-nya ini, STiMB telah bertransformasi menjadi kampus digital yang bisa menjadi wadah bagi para calon musisi untuk berkarya.

"Perpindahan Gedung STiMB ini sekaligus menandai transformasi kampusnya musisi ini menjadi kampus digital. Gedung baru ini akan direnovasi sehingga mendukung proses digitalisasi dari sisi pembelajaran, maupun output akademi," kata Nicky Astria, di Kota Bandung, mengutip ANTARA, Senin (7/2)

Menyelami Era Digital

Menurut Nicky, perubahan orientasi menjadi kampus digital merupakan tuntutan zaman.

Pihak STiMB ingin menghasilkan lulusan yang siap secara kemampuan musik didukung oleh pengetahuan soal digitalisasi, di antaranya pengolahan musik, hak intelektual, moneytize platform musik.

"Saat ini, digitalisasi sudah menjadi tuntutan zaman. Semenjak berdiri 2001, kita sudah hasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tidak hanya bermusik, tapi bisa mengetahui hak dan kewajibannya," kata Nicky.

Membaca Peluang Ekonomi Melalui Musik di Era Digital

STiMB sejak awal memiliki tujuan untuk membantu para calon musisi dalam membaca peluang ekonomi. Dan saat ini dengan hadirnya teknologi yang semakin berkembang, masih banyak musisi yang kesulitan untuk menghasilkan uang dari karyanya.

"Jadi para calon musisi ini kebanyakan tidak tahu hak dan kewajibannya. Sehingga akhirnya karya hanya tinggal karya, tanpa ada keuntungan yang didapatnya. Padahal karyanya tersebut merupakan kekayaan intelektual yang nilainya sering tak terhingga," katanya.

Saat ini, lanjut dia, banyak bermunculan platform yang dapat dijadikan ruang ekspresi menghasilkan keuntungan bagi musisi.

"Mahasiswa di STiMB tak cuma belajar soal musik, tapi dibekali juga dengan regulasi dalam industri musik, khususnya yang terkait dengan kekayaan intelektual. Di era revolusi industri 4.0, kami siapkan lulusan STiMB agar mampu menguasai teknologi dan digital market," katanya.

Bekal Pengetahuan Akademis

Dalam bermusik, tidak cukup mengandalkan bakat untuk meraih sukses, imbuh Nicky. Di masa Revolusi Industri 4.0 saat ini, pemusik membutuhkan proses pembelajaran akademis sebagai penunjang manajemen karya.

"Jika otodidak maka akan melalui proses panjang. Tapi kalau belajar secara akademis, mereka akan dibekali berbagai kemampuan untuk menghadapi era 4.0 ini," jelas Nicky.

Rekomendasi