Penyebab Anak Susah Makan dan Cara Mengatasinya, Orang Tua Wajib Tahu

Tidak ada yang lebih membuat frustrasi ketika anak Anda menolak makan. Apalagi Anda telah menghabiskan waktu untuk menyiapkan, memasak, dan menyajikan makanan. Tapi di balik itu, ada beberapa alasan kenapa anak Anda susah makan.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Penyebab Anak Susah Makan dan Cara Mengatasinya, Orang Tua Wajib Tahu
Ilustrasi anak susah makan. ©Sheknows

Tidak ada yang lebih membuat frustrasi ketika anak Anda menolak makan. Apalagi Anda telah menghabiskan waktu untuk menyiapkan, memasak, dan menyajikan makanan.

Ya, banyak orang tua mengalami anak mereka yang susah makan karena makanan yang disajikan tidak lulus uji rasa yang disetujui oleh anak. Tetapi dalam kebanyakan kasus, anak akan menyerah setelah beberapa jam, begitu perut mereka keroncongan yang memaksa mereka untuk kembali ke meja makan, meski terkadang juga tidak.

Ketika mulai merasa frustrasi terhadap anak susah makan dan suka pilih-pilih makanan, kita sering menggunakan teknik seperti menyuapnya dengan makanan manis, menghukum karena tidak makan, memaksa, atau mengajaknya makan sambil menonton.

Ini mungkin menjadi solusi jangka pendek yang baik, tetapi dapat berdampak negatif terhadap kebiasaan makan dan nutrisi anak-anak dalam jangka panjang. Anak-anak akan berhenti memercayai isyarat lapar fisik mereka sendiri dan menjadi kurang intuitif, serta lebih mengandalkan isyarat eksternal untuk memberi tahu mereka apa yang harus dimakan, dan kebiasaan makan pilih-pilih menjadi lebih buruk.

Semakin banyak tekanan yang mereka rasakan, semakin kecil kemungkinan mereka akan makan dan menikmati waktu makan. Selain karena masalah medis, berikut kami telah merangkum penyebab anak susah makan yang dilansir dari sarahremmer.com.

Anak Merasa Tekanan

Penyebab anak susah makan yang pertama adalah karena mereka merasa tertekan. Jika seorang anak merasakan tekanan saat makan atau merasakan bahwa Anda sebagai orang tua cemas pada waktu makan, kemungkinan besar mereka akan mundur dan tidak makan.

Balita dan anak kecil merasakan tekanan, bahkan jika itu tidak langsung. Jika Anda terlalu fokus pada apa dan berapa banyak yang mereka harus makan, mereka akan menjadi cemas dan kemungkinan menolak untuk makan.

Akan lebih baik untuk membiarkan anak Anda makan sendiri dan makan dengan kecepatannya sendiri saat makan, berikan banyak variasi makanan, dan biarkan mereka bertanggung jawab atas seberapa banyak yang ingin mereka makan.

Jika Anda dapat menganggap waktu makan lebih sebagai "waktu ikatan keluarga" daripada "membuat anak saya makan", anak Anda tidak akan merasa tertekan dan akan lebih terbuka untuk mencoba makanan baru atau yang sebelumnya ditolak.

Anak Merasa Bosan

Penyebab anak susah makan yang kedua yaitu karena mereka merasa bosan. Banyak orang tua terjebak dalam "pola makan" di mana mereka menyajikan hal yang sama berulang-ulang. Meski awalnya anak mau memakannya, namun jika menu yang disajikan selalu sama, mereka akan mulai menyisakan makanannya.

Anda bisa mencoba beberapa pilihan camilan baru dan berbeda untuknya dan mencoba merotasi tiga atau empat dari mereka sehingga dia tidak bosan. Bahkan orang dewasa pun akan merasa bosan dengan makanan tertentu, dan begitu juga anak-anak. Ini biasanya merupakan tantangan yang mudah untuk diatasi.

Anak Belum Lapar

Penyebab anak susah makan yang ketiga yakni karena memang anak Anda masih belum lapar. Anda harus tahu bahwa nafsu makan balita dan anak-anak bisa tidak terduga dan tidak menentu. Setelah usia dua tahun, pertumbuhan melambat dan stabil yang berarti balita tidak memiliki waktu lapar seperti dulu.

Anak-anak memiliki "hari-hari lapar" dan "hari-hari kenyang" dan itu bisa berarti bahwa anak Anda akan makan lebih banyak dari semua orang di meja, dan hari lain mereka tidak makan banyak sama sekali.

Selama Anda tetap konsisten dengan batas waktu makan, anak Anda harus bertanggung jawab atas kegiatan makan mereka. Mungkin saja anak Anda tidak lapar secara fisik saat makanan disajikan dan itu tidak masalah.

Porsi Terlalu Besar

Beberapa anak susah makan hanya karena porsi yang disajikan terlalu besar dan berlebihan. Hal ini hanya akan membuat kita banyak membuang-buang makanan.

Jadi, Anda bisa mencoba untuk mengurangi porsinya. Jika dia merasa kurang, mungkin dia akan meminta untuk tambah. Dan yang lebih penting, Anda harus menyajikan makanan dengan nutrisi seimbang yang enak.

Anak Takut untuk Mencoba Makanan

Anak susah makan juga bisa karena makanan baru. Bayangkan mencoba makanan asing untuk pertama kalinya, tanpa mengetahui bagaimana rasanya atau bagaimana terasa di mulut Anda. Anda mungkin juga akan menarik diri. Anak-anak memiliki lebih banyak selera daripada kita, jadi semua makanan memiliki rasa yang lebih kuat untuk mereka.

Anda bisa mencoba teknik piring tester. Letakkan piring tester di sebelah piring atau mangkuk anak Anda. Letakkan makanan yang belum dia kenal. Anak-anak tidak perlu makan atau bahkan mencicipi makanan di piring ini, tetapi mereka dapat menyentuhnya, menciumnya, membumbuinya, menumpuknya, atau menjilatnya.

Ini adalah cara yang aman dan menyenangkan untuk memperkenalkan makanan tanpa benar-benar memakannya. Dan itu membawa anak-anak selangkah lebih dekat untuk menerima makanan tersebut nanti.

Terlalu Banyak Makan Snack

Penyebab anak susah makan berikutnya karena buah hati Anda sudah terlalu banyak ngemil. Anak-anak yang sering ngemil di antara waktu makan, bisa saja datang ke meja makan dengan perasaan terlalu kenyang untuk menghabiskan makanan mereka. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk membangun struktur di sekitar waktu ngemilnya.

Harus ada waktu camilan yang ditentukan di mana satu atau dua makanan pilihan dari orang tua yang ditawarkan, daripada mereka ngemil secara acak di antara waktu makan.

Balita dan anak kecil perlu diberi kesempatan untuk membangun nafsu makan, jika tidak, mereka tidak akan makan banyak dan akan lebih sulit untuk belajar mengatur diri. Ini tidak hanya mengganggu waktu makan keluarga, tetapi juga dapat memengaruhi asupan nutrisi anak dan hubungan keseluruhan dengan makanan dari waktu ke waktu.

Rekomendasi