Adakah Manfaat Sering Buang Air Kecil? Berikut Penjelasannya

Buang air kecil dapat menjadi lebih sering jika Anda minum terlalu banyak air putih atau minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi. Konsumsi makanan tertentu seperti makanan asam, pedas, atau makanan yang terlalu asin juga dapat membuat Anda sibuk buang air kecil.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Adakah Manfaat Sering Buang Air Kecil? Berikut Penjelasannya
ilustrasi buang air kecil. lifealth.com

Buang air kecil merupakan salah satu proses alami tubuh yang terjadi pada setiap orang. Proses alami ini sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Ketika seseorang mengalami kesulitan atau jarang buang air kecil, maka orang tersebut perlu mewaspadai adanya gangguan atau masalah dalam tubuhnya.

Buang air kecil adalah suatu proses alami tubuh di mana seseorang akan membuang cairan berlebih, racun, dan zat sisa metabolisme dari dalam tubuhnya. Dalam kondisi normal, seseorang dapat buang air kecil sekitar 6–8 kali dalam sehari.

Namun, proses alami tubuh ini dapat berlangsung lebih sering jika Anda minum terlalu banyak air putih atau minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi. Konsumsi makanan tertentu seperti makanan asam, pedas, atau makanan yang terlalu asin juga dapat membuat Anda sibuk buang air kecil.

Mengingat buang air kecil ini sangat penting untuk kesehatan, lalu, adakah manfaat sering buang air kecil?

Pertanyaan manfaat sering buang air kecil ini mungkin sering muncul ketika seseorang terlalu sering buang air kecil. Untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan manfaat sering buang air kecil, berikut kami ulas bagaimana kondisi tubuh yang sering buang air kecil.

Proses Pembentukan Urine

Sebelum menjawab pertanyaan terkait manfaat sering buang air kecil, ada baiknya kita mengetahui bagaimana proses dari pembentukan urine.

Dilansir dari laman visiblebody.com, dalam proses pembentukan urine, ginjal akan menyaring zat yang tidak diinginkan dari darah dan menghasilkan urine untuk mengeluarkannya. Ada tiga langkah utama dalam pembentukan urine, yaitu filtrasi glomerulus, reabsorpsi, dan sekresi. Proses ini memastikan bahwa hanya limbah dan kelebihan air yang dikeluarkan dari tubuh.

Glomerulus Menyaring Air dan Zat Lain dari Aliran Darah

Setiap ginjal mengandung lebih dari 1 juta struktur kecil yang disebut nefron. Setiap nefron memiliki glomerulus, tempat penyaringan darah. Glomerulus adalah jaringan kapiler yang dikelilingi oleh struktur seperti cangkir, kapsul glomerulus (atau kapsul Bowman). Saat darah mengalir melalui glomerulus, tekanan darah mendorong air dan zat terlarut dari kapiler ke dalam kapsul melalui membran filtrasi. Filtrasi glomerulus ini memulai proses pembentukan urine.

Membran Filtrasi Menyimpan Sel Darah dan Protein Besar dalam Aliran Darah

Di dalam glomerulus, tekanan darah mendorong cairan dari kapiler ke dalam kapsul glomerulus melalui lapisan sel khusus. Lapisan ini, yaitu membran filtrasi, memungkinkan air dan zat terlarut kecil lewat tetapi menghalangi sel darah dan protein besar. Komponen tersebut tetap berada di aliran darah. Filtrat (cairan yang telah melewati membran) mengalir dari kapsul glomerulus lebih jauh ke dalam nefron.

Reabsorpsi Memindahkan Nutrisi dan Air Kembali ke Aliran Darah

Glomerulus menyaring air dan zat terlarut kecil dari aliran darah. Filtrat yang dihasilkan mengandung limbah, dan juga zat lain yang dibutuhkan tubuh: ion esensial, glukosa, asam amino, dan protein yang lebih kecil. Ketika filtrat keluar dari glomerulus, ia mengalir ke saluran di nefron yang disebut tubulus ginjal. Saat bergerak, zat yang dibutuhkan dan sebagian air diserap kembali melalui dinding tabung ke dalam kapiler yang berdekatan. Penyerapan kembali nutrisi penting dari filtrat ini adalah langkah kedua dalam pembuatan urine.

Ion Limbah dan Ion Hidrogen yang Disekresikan dari Darah Melengkapi Pembentukan Urin

Filtrat yang diserap dalam glomerulus mengalir melalui tubulus ginjal, tempat nutrisi dan air diserap kembali ke dalam kapiler. Pada saat yang sama, ion limbah dan ion hidrogen mengalir dari kapiler ke dalam tubulus ginjal. Proses ini disebut sekresi. Ion yang disekresikan bergabung dengan filtrat yang tersisa dan menjadi urine. Urine mengalir keluar dari tubulus nefron ke saluran pengumpul. Kemudian ini keluar dari ginjal melalui panggul ginjal, ke ureter, dan turun ke kandung kemih.

Terbentuknya Urine

Nefron ginjal memproses darah dan membuat urine melalui proses filtrasi, reabsorpsi, dan sekresi. Urine mengandung sekitar 95% air dan 5% produk limbah. Limbah nitrogen yang diekskresikan dalam urine termasuk urea, kreatinin, amonia, dan asam urat. Ion seperti natrium, kalium, hidrogen, dan kalsium juga diekskresikan.

Sering Buang Air Kecil

Karena buang air kecil merupakan proses alami yang mendukung kesehatan tubuh, mungkin ada beberapa orang berpikir adanya manfaat sering buang air kecil.

Meski buang air kecil adalah proses tubuh yang penting, bukan berarti terlalu sering mengalaminya menandakan tubuh yang lebih sehat. Terlalu sering buang air kecil juga tentunya akan mengganggu aktivitas seseorang.

Dalam menjalankan proses buang air kecil, terdapat beberapa organ yang bekerja untuk mengeluarkan cairan limbah dari dalam tubuh. Organ-organ tersebut yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Oleh karena itu, ketika salah satu organ mengalami gangguan, maka jumlah urine yang dikeluarkan juga akan berpengaruh.

Dibanding manfaat sering buang air kecil, banyak penjelasan yang justru membahas terkait penyebab jumlah buang air kecil yang berlebihan. Selain minuman dan makanan, terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan sering buang air kecil.

Dikutip dari laman Healthline, berapa banyak jumlah urine yang Anda keluarkan bergantung pada berbagai faktor, seperti:

  • usia
  • berapa banyak kamu minum dalam sehari
  • apa yang kamu minum
  • kondisi medis, seperti diabetes atau infeksi saluran kemih
  • penggunaan obat
  • ukuran kandung kemih

Keadaan khusus, seperti kehamilan dan minggu-minggu setelah melahirkan, juga dapat memengaruhi seberapa sering Anda buang air kecil. Selama kehamilan, seorang wanita lebih sering buang air kecil karena perubahan cairan seiring dengan tekanan kandung kemih dari janin yang sedang tumbuh.

Setelah lahir, seorang wanita akan mengalami peningkatan pengeluaran urine hingga delapan minggu. Oleh karena itu, manfaat sering buang air kecil pada ibu hamil adalah untuk menghilangkan cairan ekstra yang mungkin didapatnya selama persalinan dari infus, atau obat-obatan, serta respons alami tubuh untuk memobilisasi dan menghilangkan cairan setelah lahir.

Penyebab Sering Buang Air Kecil

Jangan merasa sehat dulu jika Anda sering buang air kecil. Dilansir dari webmd.com, buang air kecil yang berlebihan dapat menjadi gejala dari berbagai masalah, mulai dari penyakit ginjal hingga terlalu banyak minum cairan.

Jika sering buang air kecil disertai demam, kebutuhan mendesak untuk buang air kecil, dan nyeri atau ketidaknyamanan di perut, Anda mungkin mengalami infeksi saluran kemih. Faktor lain yang kemungkinan menjadi penyebab sering buang air kecil meliputi:

  • Diabetes. Sering buang air kecil dengan jumlah urine yang sangat banyak seringkali merupakan gejala awal dari diabetes tipe 1 dan tipe 2, di mana tubuh mencoba untuk melepaskan diri dari glukosa yang tidak terpakai melalui urine.
  • Masalah prostat. Prostat yang membesar dapat menekan uretra (saluran yang membawa urine keluar tubuh) dan menghalangi aliran urine. Hal ini menyebabkan dinding kandung kemih menjadi mudah tersinggung. Kandung kemih mulai berkontraksi meskipun berisi sedikit urine, menyebabkan lebih sering buang air kecil.
  • Sistitis interstisial. Kondisi yang tidak diketahui penyebabnya ini ditandai dengan nyeri di kandung kemih dan daerah panggul. Seringkali, gejala termasuk kebutuhan mendesak dan / atau sering untuk buang air kecil.
  • Penggunaan diuretik. Obat-obatan ini yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi atau penumpukan cairan bekerja di ginjal dan membuang kelebihan cairan dari tubuh, menyebabkan sering buang air kecil.
  • Stroke atau penyakit saraf lainnya. Kerusakan saraf yang menyuplai kandung kemih dapat menyebabkan masalah pada fungsi kandung kemih, termasuk sering dan tiba-tiba ingin buang air kecil.
Rekomendasi