Kisah Inspiratif Ibu di Sikka Besarkan 3 Anak Waria, Bagikan Cinta di Tengah Cemoohan

Florensia selalu menyemangati ke tiga anak transpuannya itu, agar mereka bisa terus semangat menjalani hidup dan tetap menjadi diri sendiri di tengah berbagai cemoohan dari para tetangga termasuk sang ayah kandung.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Kisah Inspiratif Ibu di Sikka Besarkan 3 Anak Waria, Bagikan Cinta di Tengah Cemoohan
Kisah Ibu yang rawat tiga anak kandung transpuan di NTT. ©2021 Kanal Youtube Sandy Aspiranta/editorial Merdeka.com

Kasih sayang seorang ibu selalu besar kepada anak anaknya, bahkan rasa cintanya kerap dicurahkan di tengah situasi yang menyulitkan sekalipun. Hal itu lah yang tercermin dari diri Florensia Nona, seorang ibu yang tetap menyayangi anak-anaknya walaupun berada di kondisi yang berbeda.

Perempuan berusia 73 tahun itu tetap setia merawat ketiga buah hatinya yang kini berstatus transpuan di Desa Ipir, Kabupaten Sikka, Maumere NTT. Ia begitu tekun dan sabar merangkul Andrianus Gain (Linda), Lempianus Pitoi (Lola) dan Serpinus Nong Esi di tengah cemoohan para tetangga hingga sang ayah kandung mereka.

Bahkan Florensia selalu menyemangati ketiga anak transpuannya itu, agar mereka bisa terus semangat menjalani hidup dan tetap menjadi diri sendiri. Lantas seperti apa kisah inspiratifnya itu? Berikut kisah lengkapnya:

Menguatkan Diri dari Cemoohan Ayah

Memutuskan untuk menjadi transpuan membuat ketiga anak dari delapan bersaudara kandung itu dekat dengan cemoohan. Bahkan perlakuan tak mengenakkan justru datang dari serta para tetangga, terutama sang ayah kandung yang ingin anak-anaknya menjadi lelaki sejati.

Salah satu anak transpuan dari Florensia, Andrianus Gain (Linda) bahkan bercerita jika dirinya sempat mendapatkan perlakuan kejam dari almarhum sang ayah yang kerap menyiksanya. Termasuk menyuruhnya menggunduli rambut.

“Saat dulu saya masih sekolah, almarhum bapak saya itu kejam sekali. Dia suruh saya botak rambut, dia pukul saya. Tapi mama saya selalu kasih semangat, lihat kita seperti ini dia selalu rangkul” ucap salah satu anak transpuan dari Florensia yang akrab disapa Linda itu beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari kanal Youtube Sandy Aspiranta.

Tak Pedulikan Tetangga

Sindiran demi sindiran pun silih berganti datang, Florensia pun juga kerap mendapat stigma negatif dari para tetangga hingga teman-temannya. Ia pun menceritakan jika pernah ada seseorang yang menanyakan keadaan ketiga anaknya yang menjadi waria.

Bahkan salah satu orang tersebut sempat bertanya kepadanya perihal sebab anak-anaknya bertingkah laku demikian apakah berasal dari dirinya atau bagaimana. Namun ia pun tetap cuek menanggapi hal tersebut karena rasa sayangnya yang luar biasa.

“Kau punya anak jadi banci ini mama yang buat kah? Siapa yang buat? Kata mama tidak buat. Tapi Tuhan yang berkehendak” terang perempuan yang sehari-hari berkebun tersebut.

Selalu Berikan Kasih Sayang Kepada Anak-anaknya

Ia pun mengungkapkan jika apapun perlakuan anak-anaknya kepada dirinya, Florensia tetap tidak peduli. Dirinya hanya ingin selalu ada untuk anak-anaknya, karena bagaimanapun ke tiga anak transpuannya lah yang senantiasa merawatnya di usia senja.

“Sayang kepada mereka karena mereka anak kandung saya, kalau mereka berbicara keras saya pun masa bodo. Kalo mama marah siapa yang akan rawat kalian” ungkapnya.

Diketahui ke tiga saudara kandung tersebut semuanya memiliki kelebihan masing-masing, seperti Linda yang pandai menenun, dan Lola yang pintar memasak. Awal mula mereka berlaku seperti perempuan saat masih berusia anak anak.

Ketika itu mereka berjalan seperti laki-laki, namun saat duduk terlihat lemah lembut layaknya perempuan.

Rekomendasi