Bagi sebagian besar orang, vertigo bukan merupakan istilah asing lagi dalam dunia kesehatan. Telah banyak orang yang tahu bahwa vertigo merupakan suatu penyakit di mana seseorang akan mengalami sakit kepala tidak tertahankan.
Bagi penderitanya, vertigo akan menyebabkan persepsi gerakan yang tidak semestinya seperti memutar atau melayang sehingga dapat mengakibatkan pengidapnya terjatuh karena keseimbangan tubuh yang terganggu.
Penyakit vertigo terdiri dari dua jenis, yakni vertigo perifer dan vertigo sentral. Vertigo perifer disebabkan oleh masalah yang berkaitan dengan telinga bagian dalam, organ kecil yang berkomunikasi dengan otak untuk mengontrol keseimbangan, obat-obatan tertentu dan cedera kepala.
Sedangkan penyakit vertigo sentral memang sering disebabkan oleh masalah wilayah otak yang disebut cerebellum (yang juga mengontrol keseimbangan) atau batang otak, yang mentransmisikan pesan antara cerebellum dan sumsum tulang belakang. Itulah pentingnya memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Karena sedikit banyak makanan juga dapat memperburuk vertigo.
Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah vertigo dengan mencari tahu sebanyak mungkin informasi mengenai penyakit tersebut. Terlebih mengenai hal-hal yang dapat membuatnya kambuh.
Dengan demikian kamu bisa meminimalisir atau menghindari penyebab vertigo. Berikut 7 penyebab vertigo kambuh yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com pada Selasa (29/9/2020)
Advertisement
Penyebab Vertigo Kambuh
1. Cedera Kepala atau Leher
Penyebab vertigo kambuh yang pertama adalah cedera kepala atau leher. Biasanya orang yang sehabis mengalami cedera pada kepala atau leher kerap terkena vertigo. Berapa lama vertigo akan berlangsung tergantung tingkat keparahan cedera. Namun, jika cedera tersebut cukup parah dan merusak pembuluh darah dan saraf, bisa menyebabkan vertigo serviks.
2. Mabuk Perjalanan
Penyebab vertigo kambuh berikutnya karena mabuk perjalanan, seperti mabuk laut atau mabuk kendaraan. Selain itu, vertigo bisa saja muncul ketika seseorang turun dari kendaraan yang ditumpanginya. Tapi penyabab vertigo ini bisa cepat berhenti seiring tubuh yang menyesuaikan dengan keadaan sekitarnya. Namun, biasanya penyebab vertigo ini lebih sering terjadi pada orang yang menderita sakit kepala migrain.
3. Efek Samping Kehamilan
Perubahan hormonal yang mempengaruhi kadar gula darah ibu hamil juga kerap jadi penyebab vertigo kambuh. Selain itu, vertigo dapat terjadi ketika ibu hamil berbaring telentang, kemudian timbul pergeseran dan membuat bayi menekan pembuluh darah yang berfungsi membawa darah kembali ke jantung.
4. Infeksi labyrinthitis
Penyebab vertigo ini mengacu pada hubungan pembentuk telinga bagian dalam yang mengontrol pendengaran dan keseimbangan tubuh. Adanya peradangan pada saluran ini dapat menyebabkan vertigo.
Selain disebabkan oleh virus, penyebab labirinitis bisa juga dikarenakan bakteri. Bahkan selain timbul vertigo, orang yang terinfeksi berisiko mengalami sakit telinga, gangguan pendengaran, mual, hingga demam.
5. Neuritis vestibular
Kemudian penyebab vertigo ini disebabkan oleh saraf yang letaknya jauh di dalam telinga dan berfungsi untuk menghubungkan tabung labirin ke otak. Apabila ada virus yang menginfeksi area tersebut, maka labirin tulang dapat meradang.
Biasanya gejala neuritis vestibular akan muncul setelah adanya virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Neuritis vestibular juga bisa menyebabkan gangguan pendengaran tapi bisa hilang hanya dalam beberapa jam atau mungkin akan bertahan selama berminggu-minggu.
6. Adanya Penyakit Bawaan
Adanya kondisi penyakit yang diderita juga bisa menjadi penyebab vertigo kambuh. Contohnya pengidap multiple sclerosis, migrain, dan diabetes yang bisa menjadi penyebab munculnya vertigo. Pada pasien yang menderita migrain atau diabetes, biasanya arteri cenderung akan mengeras dan menyempit, sehingga mengurangi aliran darah ke otak dan berujung pada timbulnya vertigo.
7. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)
Penyebab vertigo ini terjadi saat salah satu bagian kecil di saluran telinga bagian dalam putus. Kemudian muncul rangsangan berlebih ke sel-sel rambut telinga yang sensitif. Adanya rangsangan ini membuat otak berpikir seolah-olah tubuh sedang bergerak padahal tidak.
Munculnya penyebab vertigo ini bisa dikarenakan gerakan kepala tertentu, seperti membungkuk atau menoleh ke samping ketika sedang berbaring. Umumnya dampak dari penyebab vertigo ini hanya berlangsung beberapa menit.
Sebenarnya kondisi tersebut tidak menimbulkan bahaya yang cukup serius, kecuali risiko terjatuh dan gejala ini tidak memerlukan pengobatan. Penyebab vertigo ini biasanya terjadi pada orang dengan usia 50 tahun ke atas.
Advertisement
Cara Menanganinya
Untuk mengurangi gejala vertigo yang berlebihan, ada beberapa cara bisa kamu lakukan. Selain diperiksakan pada dokter dan meminum obat yang sesuai, kamu bisa menenangkan badan dengan cara alami sebagai berikut:
1. Jalani Gaya Hidup Sehat
Cara menangani vertigo yang kambuh dengan menjalani gaya hidup sehat. Hal ini dilakukan dengan maksud agar vertigo tidak muncul kembali, maka usahakan untuk selalu penuhi kebutuhan cairan harian, konsumsi makanan sehat dan seimbang, istirahat dan tidur cukup, serta hindari stres.
2. Kurangi Konsumsi Garam
Cara menangani vertigo berikutnya dengan mengurangi konsumsi garam. Bagi penderita vertigo yang disebabkan Meniere, sangat disarankan untuk mengurangi jumlah asupan garam.
Sebab, dengan mengurangi asupan garam dapat menurunkan tekanan dari endolimfatik. Lalu, mengurangi asupan garam juga membantu menurunkan frekuensi serta tingkat parahnya serangan Meniere.
3. Kontrol Tekanan Darah, Kolesterol, dan Stop Merokok
Para penderita vertigo yang memiliki risiko stroke wajib mengontrol tekanan darah dan kolesterol yang tinggi serta berhenti merokok. Hal tersebut untuk mencegah risiko kanker yang meningkat serta vertigo yang semakin parah.
4. Putar Kepala Secara Perlahan
Cara mengatasi vertigo lainnya dengan melakukan gerakan memutar kepala secara berlahan. Caranya sangat mudah. Kamu hanya perlu duduk tegak di pinggir di antara kasur dan tembok. Putar kepala ke kiri kira-kira 45 derajat. Gerakkan secara perlahan. Lapisi bagian belakang tubuh dengan bantal, untuk menumpu bahu.
Jangan letakkan bantal pada kepala atau leher. Tunggu beberapa lama. Setelah itu bangunlah dari tempat tidur. Putar kepala 90 derajat ke kanan tanpa mengangkatnya secara perlahan. Selanjutnya, diamkan selama 30 detik. Dilanjutkan dengan memutar kepala dan tubuh ke sisi kiri, bergantian secara perlahan dan dalam waktu 30 detik.
5. Terapi Rehabilitasi Vestibular
Selain melakukan gerakan memutar kepala secara perlahan, cara mengatasi vertigo berikutnya dengan melakukan terapi rehabilitasi vestibular. Terapi ini digunakan untuk penderita yang mengalami pusing dan kesimbangan terganggu. Ini adalah jenis terapi fisik yang bertujuan membantu memperkuat sistem vestibular.
Fungsi sistem vestibular untuk mengirim sinyal ke otak tentang gerakan kepala dan tubuh relatif terhadap gravitasi. Rehabilitasi vestibular dapat direkomendasikan jika kamu sering mengalami vertigo. Terapi ini membantu melatih indera yang lain untuk mengurangi vertigo.
6. Manuver Foster/Half Somersault
Cara mengatasi vertigo selanjutnya adalah melakukan manuver foster atau half somersault. Caranya sangat mudah kamu hanya perlu duduk bersimpuh, kepala didongakkan ke atas bebera detik. Letakkan jidat ke lantai seperti gerakan sujud.
Selipkan dagu ke dalam dada, kepala menyentuh lutut. Diamkan 30 detik. Putar kepala ke arah telinga atau kepala yang bermasalah selama 30 detik. Lalu angkat kepala secara cepat sampai posisinya lurus horizontal dengan punggung.
Jaga kepala tetap pada sudut 45 derajat, selama 30 detik. Angkat kepala dan duduk tegak, jaga kepala menghadap bahu pada posisi yang sama dengan telinga yang bermasalah. Lalu, berdiri secara perlahan.