Cara Membuat Keju Mozarella di Rumah, Enak dan Praktis

Keju mozarella merupakan keju lunak yang dalam proses pembuatannya tidak dimatangkan atau bisa disebut dengan keju segar. Keju jenis ini kerap digunakan untuk pizza dan hidangan Italia lainnya. Di negara asalnya, mozzarella dibuat dari susu kerbau. Namun, kini mozzarella juga banyak yang terbuat dari susu sapi.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
Cara Membuat Keju Mozarella di Rumah, Enak dan Praktis
7 Cara Membuat Pizza Sederhana, Empuk dan Anti Ribet. ©2020 Merdeka.com

Keju mozarella merupakan keju lunak yang dalam proses pembuatannya tidak dimatangkan atau bisa disebut dengan keju segar. Keju jenis ini kerap digunakan untuk pizza dan hidangan Italia lainnya.

Di negara asalnya, mozzarella dibuat dari susu kerbau. Namun, kini mozzarella juga banyak yang terbuat dari susu sapi.

Mozzarella selalu menjadi favorit banyak orang karena teksturnya luar biasa halus dan lembut yang bisa meleleh dengan mudah. Keju mozzarella rupanya memiliki banyak manfaat kesehatan.

Mozzarella lebih rendah natrium dan kalori daripada kebanyakan keju lainnya. Sehingga tak heran bila kemudian banyak orang menganggapnya sebagai keju tersehat karena kandungan nutrisinya.

Satu ons mozzarella mengandung niasin, riboflavin, tiamin, biotin dan vitamin B6. Berbagai kandungan tersebut sangat baik untuk kesehatan seperti menyehatkan usus atau tingkatkan fungsi otak.

Jika biasanya kamu membeli keju mozarella di supermarket langganan kamu, kini kamu bisa membuatnya sendiri di rumah dengan resep yang praktis dan sangat mudah untuk diikuti.

Berikut ini informasi mengenai cara membuat keju mozarella di rumah, enak dan praktis telah dirangkum merdeka.com melalui Brilio.

Cara Membuat Keju Mozarella

Bahan-Bahan

  • 10 liter susu segar
  • 1/4 tablet Rennet, dilarutkan dg air
  • 1/4 cangkir (50 ml)
  • 20 ml atau 20 gram Citric Acid (Asam Sitrat) , diencerkan dg air ½ cangkir (100 ml)
  • 2 sendok makan (30 ml) garam termometer

Peralatan

  • Panci 2 buah (dengan ukuran berbeda yang memungkinkan panci yang lebih kecil bisa masuk ke panci yang besar)
  • Kompor, baskom, sutil kayu, saringan santan (berbahan aluminium atau enamel).

Cara Membuat

  1. Pasteurisasikan susu dengan cara merebusnya hingga suhu 60 derajat Celcius dan dipertahankan selama 3 menit.
  2. Setelah itu, biarkan susu menjadi dingin (sekitar 35-40 Celcius).
  3. Setelah dingin, campurkan asam sitrat yang telah diencerkan dengan air ke dalam susu. Aduk hingga rata.
  4. Tutup panci susu dan diamkan selama 5 menitan. Ini namanya proses pengasaman (asidifikasi). Susu yang asam ini akan memudahkannya untuk menggumpal menjadi curd (di proses berikutnya) dan membuat mozarella meleleh dan mulur sewaktu dipanggang saat sudah jadi.
  5.  Setelah susu menjadi asam (bisa dicicipi), campurkan 1/4 tablet rennet yang sudah diencerkan dengan air dingin. Aduk hingga rata sebentar.
  6.  Diamkan susu selama 1 jam. Cairan susu akan terbagi menjadi 2 bagian: gumpalan seperti tahu (curd) dan air bening kekuningan (whey). Proses penggumpalan ini lazim disebut ‘koagulasi’.
  7. Setelah menggumpal dengan kekenyalan seperti tahu Jepang, curd dipotong-potong bentuk dadu. Jika gumpalan masih terlalu lembek seperti bubur, jangan keburu dipotong, diamkan lagi selama 1-2 jam agar kekenyalannya bertambah.
  8. Setelah dipotong-potong, tirislah (buang) whey ini sebanyak-banyaknya sampai curd menjadi kesat.
  9. Sisihkan 3 sendok makan whey sebagai campuran larutan pembeku mozza.
  10. Siapkan baskom, isi dengan air dingin (ditambah es batu). Tambahkan 2 sdm garam dan 3 sdm whey, aduk hingga rata dan larut. Sisihkan dulu di tempat dingin (sebaiknya di kulkas).
  11. Siapkan panci besar, isi dengan air hingga ½ penuh, rebus air hingga mendidih.
  12.  Siapkan panci kecil, isi dengan air hingga hampir penuh, tumpangkan ke dalam panci besar. Tunggu hingga air di panci kecil ini memanas hingga sekitar 75 Celcius. Jaga suhu ini agar tidak tambah panas (dengan cara api kompor dikecilkan)
  13. Taruh saringan di atas panci kecil hingga bagian bawah saringan terrendam air. Taruh sebagian potongan curd (sekitar 250 gram ke dalam saringan, jangan terlalu penuh, dikira-kira saja agar curd bisa kita lipat-lipat dan tekan-tekan dengan mudah di permukaan saringan.
  14. Dengan menggunakan spatula (sutil kayu), tekan-tekan dan lipat-lipat curd perlahan-lahan selama sekitar 10 menit.
  15. Setelah 10 menitan, curd akan berubah teksturnya menjadi menyatu, lentur, dan mulur (elastic). Cek elastisitasnya dengan cara mencubitnya dan tarik ke atas. Jika sudah bisa menjulur seperti gulali, mozarella sudah pasti jadi.
  16. Sambil tetap berada di atas saringan terendam air panas. Bentuk mozarella menjadi bola (dengan cara “diuwel-uwel” dengan sutil), angkat keluar, dan langsung dicelupkan ke larutan pembeku.
  17. Gunanya pencelupan ini adalah agar mozarella menjadi kencang dan tetap berbentuk bola. Kalau tidak dibekukan, mozarella akan “mbleber” ke samping dan susah di-handle.
  18. Simpan mozarella dalam larutan pembeku selama 3 jam. Setelah 3 jam, mozarella sudah siap dipakai buat topping pizza.
  19. Jika akan disimpan lebih lama, ambil bola mozarella, masukkan ke kantong plastik dan simpan di freezer.
  20. Penyimpanan di freezer dapat membuat mozarella bertahan hingga 1 bulan lebih. Jika disimpan di rak di luar freezer, mozarella akan lebih cepat basi (bau apek), dan hanya bertahan sekitar 2 mingguan.

Manfaat Keju Mozarella untuk Kesehatan

1. Sehatkan Usus

Manfaat keju mozarella yang pertama adalah baik untuk menjaga kesehatan usus. Pasalnya mozzarella terkenal akan kandungan bakteri yang bertindak sebagai probiotik, termasuk strain Lactobacillus casei dan Lactobacillus fermentum.

Baik penelitian pada hewan maupun manusia menunjukkan bahwa probiotik ini dapat meningkatkan kesehatan usus, meningkatkan kekebalan, dan melawan peradangan di tubuh.

Fosfor dalam mozzarella juga penting untuk pencernaan optimal dan berfungsinya ginjal. Kalsium dalam mozzarella juga dapat mengurangi risiko kanker usus besar.

2. Tingkatkan Fungsi Otak

Manfaat keju mozarella berikutnya adalah tingkatkan fungsi otak. Kita semua barangkali sudah mengetahui bahwa mozzarella merupakan sumber protein yang sangat penting untuk kesehatan tubuh.

Asam amino yang membentuk protein membantu mensintesis neurotransmiter untuk otak dan secara langsung berdampak pada fungsi kognitif serta suasana hati, nafsu makan, tidur dan kesehatan mental secara umum.

Meski kaya lemak jenuh, mozzarella juga mengandung sejumlah asam lemak tak jenuh sehat Omega-3 dan Omega-6, sedikit kolesterol, dan vitamin B12 dalam jumlah tinggi.

Sementara Omega-3 dan 6 secara fisik merupakan bagian dari komposisi otak, kolesterol dan vitamin B12 membentuk pelindung mielin yang mengelilingi ujung sel-sel saraf.

Rekomendasi