Pengunjung Kebun Raya Cibodas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, tercatat mengalami peningkatan setelah dibuka kembali pada 7 Juli 2020.
Menurut pihak pengelola, kenaikan angka tersebut telah terjadi di beberapa minggu terakhir setelah tempat wisata dengan beragam koleksi bunga itu dibuka. Rata-rata frekuensi angka peningkatan terbanyak terjadi di weekend, yaitu sebesar 2.500 pengunjung dalam satu waktu.
Selain itu pada weekday (Senin sampai Jumat), angka pengunjung juga terhitung cukup tinggi dengan rata-rata 500 orang kunjungan per hari.
Advertisement
Menerapkan Serangkaian Protokol Kesehatan Secara Ketat
Seiring terjadinya peningkatan pengunjung, pihak pengelola terus memperhatikan keadaan pengunjung dengan menerapkan serangkaian protokol kesehatan secara ketat guna mengurangi risiko penyebaran Covid-19.
Untuk itu, pihak pengelola terpaksa menerapkan sistem pembelian tiket online bagi pengunjung agar jumlah antrian tiket bisa terkontrol dan tidak menimbulkan antrean.
"Untuk hari biasa jumlah kunjungan bisa mencapai 500 orang, untuk akhir pekan bisa mencapai 2.500 orang. Meskipun pemesanan tiket melalui sistem online, namun untuk wisatawan dadakan tetap dilayani selama kuota per hari belum terlampaui," kata Teguh Dwiyanto, selaku Manajer Operasional Kebun Raya Cibodas via ANTARA.
Advertisement
Mengimbau Lewat Berbagai Media
Teguh juga mengungkapkan, jika pihaknya terus mengantisipasi penularan Covid-19 di wisatanya. Dengan mengimbau pengunjung lewat umbul-umbul dan juga media sosial untuk menerapkan serangkaian protokol.
Imbauan tersebut yakni para pengunjung diwajibkan untuk tidak bergerombol, tetap mengenakan masker dan membawa cairan pembersih tangan, serta melakukan pemeriksaan suhu di pintu masuk.
"Kami memasang media informasi seperti spanduk, umbul-umbul, dan lain lain sebagai media edukasi bagi pengunjung terkait protocol kesehatan. Protokol kesehatan kami berlakukan bagi karyawan, vendor, tenant maupun pengunjung yang ada di kawasan KRC," ujar Teguh melansir dari krcibodas.lipi.go.id
Advertisement
Menyediakan Fasilitas Cuci Tangan dan Wajib Membawa Tikar Sendiri
Selain mengimbau melalui berbagai media, pihaknya juga menerangkan jika di lokasi wisata flora tersebut juga telah tersedia tempat untuk mencuci tangan agar para pengunjung bisa terlindung secara higienis.
Selain itu, bagi masyarakat yang akan berkunjung diwajibkan untuk membawa perlengkapan ibadah serta tikar masing-masing.
"Seiring peningkatan jumlah wisatawan, kami menyiapkan berbagai fasilitas penunjang seperti tempat cuci tangan di sejumlah titik dan imbauan bagi wisatawan untuk menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku," katanya.
Advertisement
Berasal dari Wilayah Jabodetabek
Teguh menambahkan, sejak dilakukan dilakukan masa uji coba pembukaan pada 7 Juli 2020 lalu, hingga kini jumlah pengunjung telah mencapai angka 20 ribuan orang.
Menurutnya, para pengunjung tersebut didominasi dari kawasan Jabodetabek yang sebagian besar menggunakan kendaraan pribadi.