Potret Situs Purba Parigi, Peninggalan Era Megalitik di Lebak 2.500 Tahun Sebelum Masehi

Tempat ini diduga sebagai bekas perkampungan warga bernama Parigi, berdasarkan temuan perkakas rumah tangga yang memperkuat dugaan tersebut.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Potret Situs Purba Parigi, Peninggalan Era Megalitik di Lebak 2.500 Tahun Sebelum Masehi
Potret Situs Purba Parigi, Peninggalan Era Megalitik di Lebak 2.500 Tahun Sebelum Masehi (Merdeka.com)

Ada beragam situs purba yang ditemukan di Indonesia. Tak sedikit juga jumlah peninggalan era megalitik yang usianya sudah sangat tua, seperti Situs Purba Parigi di Kabupaten Lebak, Banten.

Situs Purba Parigi diketahui merupakan peninggalan masa megalitikum atau era batu besar.

 Di masa itu, masyarakatnya mulai beralih dari kebiasaan berburu dan meramu, menuju peradaban yang lebih stabil untuk tinggal di suatu tempat.

Alhasil, kebudayaan tersebut melahirkan aktivitas yang membutuhkan media tambahan seperti untuk beribadah dan bertahan hidup. Dalam situs purba Parigi yang diteliti, ditemukan informasi bahwa alat-alat yang tersisa merupakan peninggalan dari perkakas rumah tangga.

Diperkirakan juga, benda-benda yang ditemukan di situs purba Parigi sudah berusia hingga 2.500 sampai 1.500 tahun sebelum masehi. Penasaran dengan kisahnya? Berikut informasinya.

Mengecil ke Atas
Dok. Istimewa

Mengutip kebudayaan.kemdikbud.go.id, situs purba Parigi diketahui memiliki bentuk yang semakin mengecil di bagian atasnya dengan ujung yang mengarah sisi timur dan barat.

Terhitung terdapat hingga lima undakan atau teras, dengan bagian teras teratas memiliki rupa mirip makam yang dilengkapi dua buah batu nisan. Karena minimnya penanda, maka kebenaran ini masih harus diteliti.

Situs ini berada di sebuah lahan persawahan warga di area seluas kurang lebih 400 meter persegi.

Batu punden utama tersebut dikelilingi batu-batu kecil dengan bentuk bentuk yang berbeda satu sama lain.

Di antara batu-batu tersebut, ada yang menyerupai alu atau alat penumbuk padi, berbentuk cobek dengan ulekannya serta mirip batu-batu lumpang yang digunakan sebagai tempat menyimpan atau menumbuk padi, kopi serta biji-bijian.

Jika dikaitkan, bentuk-bentuk tersebut merupakan alat keseharian yang digunakan warga.

Diduga Tempat Bersemayam Nenek Moyang
Dok. Istimewa

Warga sekitar banyak menceritakan jika tempat berdirinya situs dianggap sebagai tempat yang sakral. 

Foto: Youtube Tina Oktapiani.

Berdasarkan informasi, teras paling atas konon dijadikan sebagai tempat untuk beribadah.

Kemudian teras kelima berbentuk persegi empat berukuran 9,5 x 8,5 meter dan dikelilingi oleh benteng batu. Di permukaan teras ini juga ditemukan sisa benteng batu sepanjang 100 cm dan tinggi 0,4 cm.

Teras kedua, ketiga, dan keempat berfungsi sebagai tangga penghubung antara teras utama yang bersifat sakral dan teras yang bersifat profan dan dianggap juga sebagai titik bersemayamnya nenek moyang.

Berdasarkan penuturan warga, tempat ini dulunya diduga sebagai kawasan perkampungan masyarakat bernama Parigi. Ini semakin kuat, lantaran banyak ditemukan perkakas yang bisa digunakan untuk kegiatan rumah tangga dan sebagainya.

Pada tahun-tahun setelahnya, penduduk Kampung Parigi satu per satu mulai berpindah ke Kampung Lebakbinong.

Lokasi Situs Purba Parigi
Dok. Istimewa

Situs Lebak Binong Parigi terletak di Kampung Lebak Binong, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cibeber, di tepi Sungai Cimadur.

Foto: Facebook Bayah.

Untuk mencapainya, dari Bayah bisa menuju Cikotok-Warungbanten dan belok kiri setelah Kantor Kecamatan Cibeber menuju Lebak Munti-Langkob.

Dari Lebak Binong, ikuti petunjuk arah dengan berjalan kaki sekitar 300 meter.

Perjalanan menuju situs ini menawarkan pengalaman trekking singkat melalui pemandangan alam yang indah.

Meskipun tersembunyi, Situs Lebak Binong Parigi memiliki nilai sejarah yang penting, menjadikannya destinasi menarik bagi pecinta warisan budaya.

Namun, situs ini perlu perhatian lebih dari pemerintah untuk mengoptimalkan potensinya sebagai destinasi wisata sejarah.

Revitalisasi dan promosi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan menarik lebih banyak wisatawan untuk mengunjungi Situs Lebak Binong Parigi.

Rekomendasi