Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis, Mulai dari Proses hingga Sumber Energinya

Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis, Mulai dari Proses hingga Sumber Energinya ilustrasi tanaman. pinterest.com

Merdeka.com - Ekosistem bergantung pada kemampuan beberapa organisme untuk mengubah senyawa anorganik menjadi makanan yang kemudian dapat dieksploitasi (atau dimakan oleh organisme lain).

Mayoritas kehidupan di planet ini didasarkan pada rantai makanan yang berada di sekitar sinar matahari, karena tumbuhan membuat makanan melalui fotosintesis. Lalu, bagaimana dengan lingkungan yang tidak mendapatkan sinar matahari?

Lingkungan yang tidak memiliki sinar matahari, seperti di laut dalam atau di kedalaman goa, organisme mengandalkan produksi primer melalui proses yang disebut kemosintesis, yang menggunakan energi kimia.

Fotosintesis terjadi pada tumbuhan dan beberapa bakteri, selama ada cukup sinar matahari, baik di darat, di air dangkal, bahkan di dalam dan di bawah es yang jernih. Semua organisme fotosintesis menggunakan energi matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi gula (makanan) dan oksigen.

Sedangkan kemosintesis terjadi pada bakteri dan organisme lain dan melibatkan penggunaan energi yang dilepaskan oleh reaksi kimia anorganik untuk menghasilkan makanan. Semua organisme kemosintetik menggunakan energi yang dilepaskan oleh reaksi kimia untuk membuat gula, tetapi spesies yang berbeda menggunakan cara yang berbeda.

Meski terdapat perbedaan fotosintesis dan kemosintesis, namun keduanyalah yang memicu semua kehidupan di Bumi.

Dalam artikel berikut, kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang perbedaan fotosintesis dan kemosintesis yang dilansir dari pediaa.com.

Apa itu Fotosintesis?

Sebelum mengetahui perbedaan fotosintesis dan kemosintesis, Anda juga harus tahu apa itu fotosintesis dan kemosintesis.

Fotosintesis adalah proses di mana tumbuhan hijau dan ganggang mensintesis glukosa membentuk karbon dioksida dan air dengan menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi. Pigmen klorofil terlibat dalam proses ini. Pada tumbuhan, fotosintesis terjadi pada plastida khusus yang disebut kloroplas. Tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari daun, yang mengandung banyak klorofil untuk melakukan fotosintesis secara efisien.

Terdapat dua jenis fotosintesis, yaitu fotosintesis oksigenik dan fotosintesis anoksigenik. Fotosintesis oksigenik terjadi pada cyanobacteria, alga, dan tumbuhan, sedangkan fotosintesis anoksigenik terjadi pada bakteri sulfur ungu dan bakteri sulfur hijau.

Organisme yang melakukan fotosintesis disebut fototrof. Fotoautotrof dan fotoheterotrof adalah dua jenis dari fototrof. Sumber karbon fotoautotrof adalah karbon dioksida sedangkan sumber karbon fotoheterotrof adalah karbon organik. Tumbuhan hijau, cyanobacteria, dan alga adalah contoh fotoautotrof dan beberapa bakteri seperti Rhodobactor adalah contoh fotoheterotrof.

Apa itu Kemosintesis?

Kemosintesis adalah sintesis senyawa organik dengan menggunakan energi yang diperoleh dengan mengoksidasi senyawa anorganik. Kemosintesis terjadi tanpa adanya sinar matahari, di tempat-tempat seperti lubang hidrotermal di laut dalam.

Organisme yang hidup di ventilasi hidrotermal memanfaatkan senyawa anorganik yang keluar dari dasar laut sebagai sumber energi untuk produksi makanan. Dengan demikian, lubang hidrotermal terdiri dari biomassa tinggi termasuk distribusi hewan yang jarang, yang bergantung pada makanan yang dijatuhkan melalui kemosintesis.

Kemosintesis sebagian besar dilakukan oleh mikroba, yang ditemukan di dasar laut, dan membentuk tikar mikroba. Cacing sisik, keong, dan siput seperti grazer dapat ditemukan di sana. Predator datang dan memakan grazer ini juga. Hewan seperti cacing tabung ditemukan hidup sebagai simbion dengan bakteri kemosintetik.

Organisme yang melakukan kemosintesis disebut kemotrof. Kemoorganotrof dan kemolitotrof adalah dua jenis dari kemotrof. Kemolitotrof menggunakan elektron dari sumber kimia anorganik seperti hidrogen sulfida, ion amonium, ion besi, dan unsur belerang.

Acidithiobacillus ferrooxidans yang merupakan bakteri besi, Nitrosomonas yang merupakan bakteri nitrosifying, Nitrobactor yang merupakan bakteri nitrifikasi, proteobacteria pengoksidasi sulfur, aquificaeles dan archaea metanogenik adalah contoh chemolithotrophs.

Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis

Sumber EnergiPerbedaan fotosintesis dan kemosintesis yang pertama, yaitu dari sumber energinya. Sumber energi kemosintesis berasal dari energi kimia yang disimpan dalam bahan kimia anorganik seperti hidrogen sulfida. Sedangkan fotosintesis mengandalkan sinar matahari sebagai sumber energi.

Konversi EnergiPerbedaan fotosintesis dan kemosintesis yang kedua adalah pada konversi energinya. Pada fotosintesis, energi cahaya diubah menjadi energi kimia. Sedangkan pada kemosintesis, energi kimia yang disimpan dalam senyawa anorganik disimpan dalam senyawa organik.

Keterlibatan PigmenPerbedaan fotosintesis dan kemosintesis yang ketiga ada pada keterlibatan pigmen. Pada fotosintesis, klorofil, karotenoid, dan fikobilin adalah pigmen yang terlibat dalam proses fotosintesis. Sedangkan pada kemosintesis, tidak ada pigmen yang terlibat dalam prosesnya.

Plastida yang TerlibatPerbedaan fotosintesis dan kemosintesis yang keempat yakni pada keterlibatan plastida. Kloroplas adalah plastida yang ditemukan pada tumbuhan, yaitu reaksi fotosintesis terkonsentrasi di dalam sel. Sedangkan pada kemosintesis, tidak ada plastida yang terlibat dalam prosesnya.

Oksigen sebagai Produk SampinganPerbedaan fotosintesis dan kemosintesis yang kelima dapat dilihat dari oksigen sebagai produk sampingan. Oksigen dilepaskan sebagai produk sampingan selama fotosintesis. Sedangkan pada kemosintesis, gas oksigen tidak dilepaskan sebagai produk sampingan.

Kontribusi terhadap Total Energi BiosferFotosintesis memiliki kontribusi yang lebih tinggi terhadap total energi biosfer. Sedangkan kemosintesis hanya memiliki kontribusi yang lebih rendah terhadap total energi biosfer.

Letak ProsesProses fotosintesis dapat ditemukan pada tumbuhan hijau, cyanobacteria, alga, dan bakteri seperti Rhodobactor. Sedangkan kemosintesis dapat ditemukan pada bakteri seperti Acidithiobacillus ferrooxidans, Nitrosomonas, Nitrobacter, proteobacteria pengoksidasi sulfur, aquificaeles dan archaea seperti archaea metanogenik.

(mdk/ank)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP