Penyebab Usus Terpelintir dan Gejalanya, Bisa Munculkan Komplikasi Parah

Selasa, 27 September 2022 16:26 Reporter : Andre Kurniawan
Penyebab Usus Terpelintir dan Gejalanya, Bisa Munculkan Komplikasi Parah ilustrasi pencernaan. shutterstock.com

Merdeka.com - Volvulus adalah suatu kondisi yang terjadi ketika bagian dari sistem pencernaan terpelintir atau terlipat dengan sendirinya. Sering terjadi di bagian usus besar cecal dan sigmoid, usus terpelintir ini dapat memotong suplai darah, sehingga menyebabkan gejala seperti rasa sakit yang ekstrem, tinja berdarah, dan obstruksi usus.

Volvulus dapat menyebabkan perforasi usus dan nekrosis, atau kematian jaringan, yang dapat mengancam jiwa. Orang tua yang berusia antara 50 hingga 80 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami volvulus, seperti juga orang dengan kondisi kesehatan kronis. Meski begitu, kondisi ini juga dapat terjadi pada bayi yang baru lahir yang didiagnosis dengan malrotasi usus.

Volvulus, atau usus terpelintir ini adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan bedah. Jika tidak segera mendapatkan penanganan, bagian usus yang tidak menerima cukup darah akan mulai mati.

Dalam artikel kali ini, kami akan membahas lebih lanjut tentang penyebab usus terpelintir dan juga gejala yang mungkin dapat terjadi, dikutip dari verywellhealth.

2 dari 4 halaman

Penyebab Usus Terpelintir

Penyebab usus terpelintir atau volvulus masih belum diketahui sepenuhnya. Kondisi ini terutama terjadi pada orang dewasa antara usia 60 hingga 80 tahun. Volvulus juga sering mempengaruhi orang yang hidup dengan kondisi neurologis atau kejiwaan yang mendasarinya.

Selain itu, volvulus sering terjadi pada orang yang tinggal di panti jompo, atau yang menghabiskan banyak waktu di tempat tidur.

Beberapa penyebab usus terpelintir yang dapat meningkatkan risiko volvulus antara lain adalah:

  • Sembelit kronis
  • Diet tinggi serat
  • Operasi perut sebelumnya

Usus terpelintir juga lebih berisiko terjadi pada orang yang memiliki fitur anatomi tertentu. Kasus ini terjadi jika Anda memiliki kolon sigmoid yang panjang dan berkelok-kelok dengan sehingga dapat membungkus dirinya sendiri, dan tempelan mesenterika yang sempit. Mesenterium adalah lipatan di peritoneum (rongga perut) yang membantu menempelkan usus ke dinding perut.

Jika usus besar tidak bergerak seperti biasanya, usus besar sigmoid akan lebih mudah terpelintir. Kotoran yang tertahan di usus besar pada orang dengan konstipasi kronis dapat menyebabkan pemanjangan kolon sigmoid. Bagian ini juga bisa menjadi melebar.

3 dari 4 halaman

Penyebab Usus Terpelintir pada Anak

Usus terpelintir pada anak sering kali didiagnosis sebagai kelainan pada bayi baru lahir, atau bahkan sebelum lahir.

Misalnya, hubungan telah dibuat antara volvulus sigmoid dan orang yang lahir dengan kelainan bawaan yang disebut penyakit Hirschsprung. Kondisi ini muncul ketika bagian usus, seperti rektum dan kolon sigmoid, tidak memiliki sel saraf yang diperlukan untuk membuat gerakan usus besar secara teratur.

Volvulus sering menyerang anak-anak karena kelainan rotasi usus saat janin berkembang di dalam rahim, sesuatu yang terjadi pada sekitar satu dari 6.000 kelahiran. Sekitar 80% dari kasus malrotasi usus ini didiagnosis pada bayi baru lahir.

4 dari 4 halaman

Gejala Usus Terpelintir

Gejala usus terpelintir biasanya terjadi seiring waktu dan secara bertahap menjadi lebih buruk. Gejala-gejala ini mungkin dimulai dengan kram, tetapi rasa sakit akhirnya menjadi tak tertahankan.

Gejala umum volvulus yang mungkin menandakan obstruksi usus meliputi:

  • distensi perut
  • nyeri perut
  • muntah
  • darah dalam tinja
  • sembelit

Baik anak-anak dan orang dewasa dengan volvulus dapat memicu ketidakstabilan hemodinamik karena tidak memiliki asupan cairan yang cukup atau karena syok septik.

Seiring dengan kolon cecal dan sigmoid, perut mungkin juga akan terpengaruh. Pada anak-anak, usus halus biasanya merupakan tempat terjadinya volvulus.

Untuk anak-anak, gejala utamanya adalah muntah dengan apa yang tampak seperti empedu, cairan kuning-hijau yang diproduksi oleh hati. Ini adalah tanda kuat dari sesuatu yang salah di usus dan memerlukan pemeriksaan segera. Namun, muntah mungkin juga tidak terlihat seperti empedu.

[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini