Penyebab Rematik di Usia Muda, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya
Merdeka.com - Salah satu penyakit yang sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia adalah rematik. Rematik merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan kerusakan tulang rawan atau kartilago sendi dan tulang didekatnya, disertai proliferasi dari tulang dan jaringan lunak di dalam dan sekitar daerah yang terkena.
Rematik termasuk dalam kelompok penyakit reumatologi yang menunjukan suatu kondisi nyeri dan kaku yang menyerang anggota gerak atau system musculoskeletal, yaitu sendi, otot, tulang, maupun jaringan disekitar sendi.
Penyakit rematik merupakan kelompok terbesar gangguan otot dan persendian pada lansia karena frekuensinya yang tinggi. Memang kadang keluhan ini tersamarkan oleh keluhan yang tidak jelas, penyakit penyerta yang tidak berhubungan dengan sistem otot dan persendian, serta sering terjadi bersamaan dengan penurunan fungsi beberapa sistem organ. Meski terkenal sebagai penyakit yang sering melanda lansia, namun beberapa tahun belakangan pengidap rematik juga berasal dari usia muda.
Berikut penyebab rematik di usia muda, yang telah dirangkum merdeka.com melalui healthline dan berbagai sumber lainnya pada Selasa, (08/11/2022).
Penyebab Rematik di Usia Muda
1. Berat Badan BerlebihPenyebab rematik di usia muda yang pertama adalah berat badan berlebih atau obesitas. Saat seseorang memiliki berat badan berlebih, maka persendian yang menopang tubuh pun juga akan semakin terbebani.
Kondisi demikian seringkali disebut dengan osteoarthritis. Persendian yang secara terus-menerus mengalami hal ini akan semakin mengalami penurunan kualitasnya hingga terjadi berbagai penyakit, salah satunya yakni rematik.
Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga berat badan agar tetap ideal dan terhindar dari berbagai penyakit yang mengancam kesehatan tubuh.
2. Kadar Kalsium RendahPenyebab rematik di usia muda berikutnya adalah minimnya kadar kalsium di dalam tubuh. Kalsium adalah salah satu jenis zat mineral yang penting bagi kesehatan tubuh, salah satunya yakni berperan penting dalam proses metabolisme, pendukung gerakan saraf, kerja jantung, hingga otot.
Saat tubuh kekurangan kalsium, maka berbagai jaringan pada tubuh pun juga akan terganggu. Hal tersebut seperti otot yang kaku, cairan tubuh yang tak seimbang, hingga menurunnya keaktifan saraf.
Hal ini lah yang kemudian dapat memicu penyakit rematik. Maka dari itu, pastikan agar selalu mencukupi kebutuhan kalsium di dalam tubuh dengan mengonsumsi berbagai makanan seperti susu, yogurt, kacang-kacangan, dan lain sebagainya.
3. Faktor Hormonal dan GenetikPenyebab rematik di usia muda selanjutnya karena adanya faktor hormon serta genetik. Kondisi genetik sebuah keluarga yang memiliki riwayat penyakit rematik cenderung akan terjadi pada generasi berikutnya, tak terkecuali mereka yang masih berada di usia produktif.
Penyebab rematik secara hormonal tersebut diklaim rentan terjadi pada wanita. Sebab, dalam tubuh wanita terdapat hormon estrogen yang dapat menyebabkan fluktuasi pada sistem imun hingga menyebabkan gangguan persendian serta rematik.
Apabila kamu merasa memiliki keluarga dengan riwayat penyakit rematik, maka ada baiknya untuk segera melakukan cek kesehatan secara lengkap. Hal ini dapat dilakukan untuk mencegah penyakit rematik di usia muda.
4. Penggunaan Sendi yang BerlebihanSelain itu, penyebab rematik di usia muda juga bisa karena penggunaan sendi secara berlebihan. Hal ini seringkali dilakukan oleh generasi mudah yang memiliki banyak kegiatan maupun pekerjaan.
Tak jarang, berbagai sendi di dalam tubuh pun juga semakin aktif bergerak. Namun, hal ini sebenarnya tidak dibenarkan. Meskipun Anda memiliki banyak rutinitas atau pekerjaan yang harus dilakukan, namun ada baiknya untuk meluangkan waktu sejenak untuk istirahat. Tidak hanya rematik, berbagai penyakit yang mengancam kesehatan pun juga rentan terjadi saat tubuh terlalu sering bekerja tanpa waktu istirahat yang cukup.
5. CederaSelain penggunaan sendi yang berlebihan, munculnya cedera pada persendian juga dapat menjadi salah satu penyebab rematik di usia muda. Pada umumnya, hal ini rentan terjadi pada atlet olahraga yang telah memiliki jam terbang pertandingan cukup tinggi ataupun seseorang yang mengalami kecelakaan.
Cedera pada bagian persendian tersebut tentu dapat mempengaruhi sel hingga cairan yang terdapat di dalamnya. Sehingga, tak mustahil bagi seseorang yang telah mengalami cedera juga dapat mengalami penyakit rematik.
Gejala Rematik
Cara Mengatasinya:
1. Mengonsumsi Daun Kumis KucingDaun kumis kucing berfungsi efektif dalam mengatasi berbagai macam penyakit, salah satunya rematik. Beberapa kandungan pada kumis kucing berperan aktif dalam mengatasi masalah encok.
Ekstrak daun kumis kucing memiliki kandungan enzim flavonoid yang mampu meringankan rematik. Cara mendapatkan manfaat dari daun kumis kucing ini dapat dikonsumsi secara mentah, namun kamu juga bisa mencampur ekstrak daun kucing ini dengan beberapa tanaman obat lainnya.
2. Mengonsumsi Jamu BrotowaliJamu brotowali dikenal dengan rasanya yang pahit. Tetapi di balik rasanya yang pahit, brotowali menyimpan khasiat yang berguna untuk kesehatan.
Jamu brotowali mengandung zat glikosida, harsa, palmatin hingga kolulin yang berfungsi mengobati demam, rematik, batuk hingga penyakit kulit.
3. Daun BeluntasSalah satu cara mengobati rematik ialah mengonsumsi rebusan daun beluntas. Daun beluntas merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang dapat mengobati rematik. Pasalnya ekstrak daun beluntas memiliki efek anti inflamasi yang berperan penting mengatasi peradangan yang sering menjadi gejala rematik.
4. Daun SingkongSalah satu cara alternatif untuk mengatasi rematik ialah mengonsumsi daun singkong. Pasalnya daun singkong memiliki efek anti inflamasi yang dapat mengatasi peradangan. Sehingga mengonsumsi daun singkong secara rutin dan teratur dapat berfungsi meredakan rematik atau peradangan sendi.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya