Merdeka.com - Sebagai orang tua, sudah seharusnya kita memastikan jika kondisi tubuh anak dalam keadaan yang baik dan sehat, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Karena bisa saja masalah muncul secara tiba-tiba. Misalnya, ketika anak tertidur dalam kondisi yang baik-baik saja, lalu terbangun dengan mata bengkak keesokan paginya.
Jika anak bangun dengan kelopak mata yang tiba-tiba menjadi bengkak, Anda harus tahu apa penyebab dan penanganan yang harus dilakukan. Apakah anak Anda membutuhkan perhatian medis atau hanya pengobatan rumahan?
Meskipun kondisi mata anak bengkak sering membuat orang tua merasa khawatir, cukup mudah untuk mengetahui pembengkakan dan menentukan bagaimana penanganannya. Mencari perawatan dari dokter mata segera biasanya menjadi langkah terbaik yang harus dilakukan jika Anda tidak yakin tentang penyebab mata anak bengkak.
Dalam artikel kali ini, kami akan sedikit membantu para orang tua untuk mengetahui apa saja penyebab mata anak bengkak beserta cara mengatasinya, dilansir dari laman allaboutvision.com.
Penyebab Mata Anak Bengkak
Untuk mengetahui penyebab mata anak bengkak, Anda harus membagi gejala menjadi dua kategori, yaitu mata anak bengkak di satu mata, dan bengkak di kedua mata.
Pembengkakan di satu mata
Jika mata anak bengkak hanya terjadi pada satu mata, berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:
Menggosok mata: Saat kita menggosok mata, sel-sel di sekitar mata yang disebut sel mast, melepaskan histamin. Histamin sering menyebabkan pembengkakan dan (seperti digigit nyamuk) membuat area tersebut gatal saat Anda menggosok/menggaruknya. Jadi semakin sering anak Anda menggosok matanya, semakin bengkak dan gatal area tersebut.
Bintitan: Bintitan adalah kelenjar yang terinfeksi di kelopak mata yang disebabkan oleh bakteri stafilokokus, yang biasanya ditemukan di hidung Anda. Bintitan dapat berkembang di bagian dalam atau luar kelopak mata dan menyebabkan pembengkakan. Namun jangan khawatir karena styes tidak menular.
Gigitan serangga: Ketika digigit serangga, terutama nyamuk, pembengkakan bisa terjadi. Untuk memastikan bahwa gigitan serangga adalah penyebabnya, bisa dengan memeriksa seluruh tubuh balita Anda untuk melihat apakah ada lebih banyak gigitan.
Saluran air mata yang tersumbat: Ini umum terjadi pada bayi berusia 12 bulan atau lebih muda. Saluran air mata yang tersumbat membuat air mata sulit mengalir dengan baik. Air mata biasanya mengalir melalui saluran yang menghubungkan kelopak mata ke hidung (saluran nasolacrimal). Penyumbatan "saluran air mata" ini dapat menyebabkan pembengkakan kelopak mata dan serpihan berkerak di tepi kelopak mata.
Dermatitis kontak: Dermatitis kontak adalah reaksi alergi yang disebabkan oleh iritasi (seperti poison ivy) yang bersentuhan dengan kulit. Seperti gigitan serangga, ada baiknya untuk memeriksa bagian kulit anak di area lain yang terkena.
Selulitis mata: Ini adalah penyebab kelopak mata bengkak yang sangat serius yang dapat menyerang balita. Selulitis mata adalah infeksi bakteri di kelopak mata dan jaringan di sekitar mata. Faktor risiko termasuk cedera yang baru terjadi pada area mata atau infeksi sinus. Selain kelopak mata bengkak, anak kemungkinan juga akan mengalami rasa sakit di sekitar mata dan demam. Selulitis mata adalah kondisi yang berbahaya, dan jika anak Anda memiliki kombinasi gejala ini, Anda harus segera mencari pertolongan medis.
Pembengkakan di kedua mata
Jika ada mata anak bengkak di kedua mata, bisa jadi karena kondisi berikut:
Konjungtivitis bakteri: Mata merah muda yang disebabkan oleh infeksi bakteri sering terjadi pada anak-anak dan menular. Biasanya, bagian putih mata akan tampak berwarna merah muda atau merah selain kelopak mata yang bengkak, dan mungkin akan ada cairan kuning atau hijau dari mata anak.
Konjungtivitis virus: Ini adalah bentuk mata merah muda yang paling umum dan menular pada anak-anak. Selain kelopak mata bengkak, virus pink eye menyebabkan mata merah, gatal dan berair.
Konjungtivitis alergi: Tidak seperti mata merah akibat virus dan bakteri, konjungtivitis alergi disebabkan oleh paparan alergen seperti serbuk sari atau debu. Seperti disebutkan di atas, alergen memicu histamin, yang dapat membuat kelopak mata gatal dan bengkak. Bersin, pilek dan gejala alergi lainnya juga biasanya muncul.
Anafilaksis: Ini adalah reaksi alergi serius yang berbahaya jika tidak diobati. Umumnya reaksi yang muncul bisa berupa gatal-gatal, kesulitan bernapas atau menelan, dan dapat disebabkan oleh makanan tertentu, sengatan lebah atau pemicu lainnya.
Edema umum: Juga merupakan gejala kondisi serius, edema umum ditandai dengan retensi cairan (pembengkakan) di beberapa bagian tubuh yang disebabkan karena gagal hati atau ginjal. Pembengkakan biasanya pertama kali terlihat di kaki, tetapi bisa muncul di wajah setelah berbaring untuk jangka waktu tertentu.
Cara Mengobati Mata Anak Bengkak
Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda dari salah satu kondisi serius yang disebutkan di atas atau jika pembengkakan kelopak mata tampak parah, bawalah ke dokter sesegera mungkin.
Untuk mata yang sedikit bengkak, bersihkan kelopak mata dengan lembut menggunakan waslap basah yang hangat dan kemudian oleskan kompres dingin untuk membantu meredakan pembengkakan dan ketidaknyamanan.
Juga, antihistamin dapat meredakan mata gatal akibat alergi atau gigitan serangga yang dapat menyebabkan pembengkakan kelopak mata.
Untuk penyebab lainnya yang tercantum di atas memerlukan perhatian medis, karena mereka memerlukan obat resep atau perawatan profesional lainnya.
Jika ragu, segera hubungi dokter mata untuk menentukan kemungkinan penyebab dan pengobatan terbaik untuk kelopak mata bengkak anak Anda.
(mdk/ank)