Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Krisis Moneter yang Penting Diketahui, Pahami Dampaknya

Penyebab Krisis Moneter yang Penting Diketahui, Pahami Dampaknya Ilustrasi Uang. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Krisis moneter yang pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1997-1998 ditandai dengan merosotnya sendi-sendi perekonomian termasuk perbankan yang diakibatkan oleh nilai tukar rupiah yang jatuh terhadap nilai tukar dolar. Dalam hal ini, inflasi merupakan salah satu dampak dari terjadinya krisis ekonomi berkepanjangan yang melanda suatu negara.

Inflasi adalah suatu keadaan dimana terjadi kenaikan harga secara tajam yang berlangsung secara terus-menerus dalam jangka waktu yang cukup lama yang diikuti dengan semakin merosotnya nilai riil mata uang suatu negara.

Krisis ekonomi yang dialami Indonesia pada tahun 1997-1998 ini sebenarnya merupakan bagian dari krisis Finansial Asia (Asian Financial Crisis) yang merupakan kombinasi yang parah antara perilaku pasar keuangan di luar batas dan kebijakan pemerintah yang lemah.

Lebih jauh, berikut informasi mengenai penyebab krisis moneter yang penting diketahui, yang telah dirangkum merdeka.com melalui media.neliti.com dan berbagai sumber lainnya pada Senin, (01/08/2022).

Penyebab Krisis Moneter

Penyebab krisis moneter di Indonesia pada dasarnya berawal dari krisis Asia yang terjadi di Thailand. Krisis tersebut ditandai dengan terpuruknya nilai bath Thailand yang disebabkan oleh keputusan pemerintah Thailand untuk menerapkan kebijaksanaan sistem mengambang terhadap nilai tukar bath terhadap dolar Amerika.

Kemudian, para insvestor baik dari Asia Tenggara maupun dari negara-negara lain mulai menarik investasi dari kawasan (Malaysia, Singapura, Indonesia dan Filipina) untuk mengamankan aset-asetnya. Dampaknya sangat jelas, yaitu nilai tukar mata uang negara-negara ini merosot, pada gilirannya menyebabkan utang semakin membengkak.

Indonesia merupakan negara Asia yang paling parah terkena krisis 1997 ini. Penyebab krisis moneter antara lain karena struktur ekonomi Indonesia yang didominasi oleh kekuatan crony capitalism yang berpusat pada lingkungan kekuasaan.

Penyebab krisis moneter di Indonesia juga karena menganut sistem devisa bebas namun tanpa pengawasan memadai, sehingga nilai rupiah konvertibel. Masyarakat bebas membuka rekening valas untuk luar negeri dan dalam negeri juga jadi salah satu penyebab krisis moneter lainnya.

Tak hanya itu, penyebab krisis moneter juga karena perusahaan tidak dapat membayar uang jatuh tempo beserta bunganya. Nilai mata uang rupiah yang relatif melemah terhadap dolar Amerika Serikat, dan membuat nilainya terlalu tinggi, sistem bank di Indonesia yang saat itu lebih yang menyebabkan meningkatnya utang luar negeri dan terakhir penyebab krisis moneter karena situasi politik yang memanas pada tahun 1998.

Dampak Krisis Moneter

Setelah mengetahui penyebab krisis moneter, selanjutnya kamu juga perlu tahu dampak apa saja yang muncul karena krisis moneter yang berlangsung dari tahun 1997-1998 ini.

Sejak nilai tukar rupiah melayang, beberapa sektor lainnya ikut carut-marut. Di sektor ekonomi dan perbankan, anjloknya nilai rupiah secara signifikan membuat pasar modal dan pasar uang ambles. Tingginya suku bunga juga menjadi penyebab sejumlah bank di Indonesia mengalami kebangkrutan. Surat utang pemerintah pun ikut lengser di bawah junk.

Tak hanya itu, dampak krisis moneter lainnya yang dirasakan masyarakat Indonesia adalah harga bahan pokok yang terus naik. Bahkan beberapa barang sulit ditemukan yang memicu protes masyarakat di mana-mana. Setelah terjadi demo besar-besaran yang sulit di bendung, Indonesia juga kehilangan rasa percaya dari investor asing. Banyak investor yang enggan menanamkan modalnya di Indonesia hal ini salah satunya dipicu karena nilai mata uang yang terus menurun.

(mdk/nof)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP