Penyebab Kekurangan Kalium beserta Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Merdeka.com - Kekurangan kalium adalah kondisi di mana kadar kalium yang ada di dalam peredaran darah berada di bawah angka normal yang seharusnya, yaitu di bawah 3,5 mEq/L. Kondisi tubuh yang kekurangan kalium juga disebut sebagai hipokalemia.
Kondisi kekurangan kalium ini dapat dialami oleh siapa saja. Seseorang yang mengalami kondisi hipokalemia harus segera mendapat penanganan agar tidak terjadi komplikasi yang lebih serius, seperti gangguan jantung.
Kondisi hipokalemia merupakan gejala penyakit lain atau efek samping pengobatan. Kondisi ini bukanlah sebuah penyakit. Oleh karena itu, kondisi yang mendasarinya perlu diobati untuk mengatasi hipokalemia.
Seseorang mungkin tidak menyadari ketika dirinya mengalami hipokalemia ringan. Namun, jika hipokalemia berada pada tingkat yang sedang atau berat, seseorang mungkin akan mengalami tanda-tanda tidak sehat, seperti muntah atau diare.
Lalu, apa penyebab kekurangan kalium? Penjelasan mengenai penyebab kekurangan kalium akan merdeka.com bahas dalam artikel ini beserta dengan gejala kekurangan kalium dan cara mengatasinya.
Penyebab Kekurangan Kalium
Penyebab kekurangan kalium, atau hipokalemia, bisa bermacam-macam. Anda bisa kehilangan banyak kalium melalui urine, keringat, atau buang air besar. Asupan kalium yang tidak memadai dan kadar magnesium yang rendah juga dapat menjadi penyebab kekurangan kalium. Sebagian besar hipokalemia yang terjadi merupakan gejala atau efek samping dari kondisi dan jenis obat khusus.
Dikutip dari laman healthline.com, penyebab kekurangan kalium adalah sebagai berikut:
Gejala Kekurangan Kalium
Setelah mengetahui apa saja yang menjadi penyebab kekurangan kalium, kita juga perlu mewaspadai gejala yang muncul akibat kekurangan kalium.
Kondisi kekurangan kalium atau hipokalemia yang ringan biasanya tidak menunjukkan tanda atau gejala. Faktanya, gejala biasanya tidak muncul sampai kadar kalium Anda berkurang sangat rendah. Oleh karena itu, menyadari gejala hipokalemia bisa sangat membantu. Hubungi dokter jika Anda mengalami gejala seperti:
Tingkat kalium yang di bawah 3,6 dianggap rendah, dan ketika menunjukkan angka di bawah 2,5 mmol / L itu sudah menandakan bahwa kadar kalium dalam tubuh sangat rendah sehingga dapat mengancam jiwa. Pada tingkat ini, mungkin Anda akan merasakan gejala seperti:
Dalam kasus yang lebih parah, dapat terjadi ritme abnormal, yang paling sering terjadi pada orang yang mengonsumsi obat digitalis (digoxin) atau memiliki kondisi irama jantung yang tidak teratur seperti:
Gejala lain termasuk kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah.
Cara Mengatasi Hipokalemia
Seseorang yang mengalami hipokalemia dan menunjukkan gejala perlu dirawat di rumah sakit. Mereka juga akan membutuhkan pemantauan jantung untuk memastikan ritme jantung mereka normal.
Mengobati hipokalemia di rumah sakit membutuhkan pendekatan multi-langkah:
- Menyingkirkan penyebab: Setelah mengidentifikasi penyebab yang mendasari, dokter akan meresepkan pengobatan yang tepat. Misalnya, dokter mungkin meresepkan obat untuk mengurangi diare atau muntah atau mengganti obat yang sedang Anda konsumsi.
- Mengembalikan kadar kalium: Anda dapat mengonsumsi suplemen kalium untuk mengembalikan kadar kalium yang rendah. Tetapi memperbaiki kadar kalium terlalu cepat dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan seperti irama jantung yang tidak normal. Dalam kasus di mana tingkat kalium turun sangat rendah, Anda mungkin memerlukan infus untuk asupan kalium yang terkontrol.
- Memantau kadar kalium selama berada di rumah sakit: Di rumah sakit, dokter atau perawat akan memeriksa tingkat kalium Anda untuk memastikan bahwa kalium yang diberikan tidak berlebihan dan menyebabkan hiperkalemia. Kadar kalium yang tinggi juga dapat menyebabkan komplikasi yang serius.
Setelah Anda meninggalkan rumah sakit, dokter mungkin merekomendasikan diet kaya kalium. Jika Anda perlu mengonsumsi suplemen kalium, konsumsilah dengan banyak cairan dan dengan, atau setelah, makan Anda. Anda mungkin juga perlu mengonsumsi suplemen magnesium karena kehilangan magnesium dapat terjadi Bersama dengan kehilangan kalium.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya