Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Depresi beserta Gejalanya yang Wajib Diketahui, Jangan Anggap Sepele

Penyebab Depresi beserta Gejalanya yang Wajib Diketahui, Jangan Anggap Sepele Ilustrasi depresi. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Setiap orang pasti pernah merasakan di mana dirinya berada di titik terendah dalam hidup. Hal ini membuat seseorang merasa sedih, menyesal, atau bahkan merasa dirinya tidak berguna. Jika perasaan ini dibiarkan terlalu lama dapat membuat orang tersebut menjadi depresi.

Depresi diklasifikasikan sebagai gangguan suasana hati. Kondisi ini dapat digambarkan sebagai perasaan sedih, kehilangan, atau kemarahan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.

Depresi dapat terjadi pada siapa pun, bahkan anak-anak. Depresi tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Kondisi mental yang mengalami depresi dapat membuat produktivitas seseorang menurun, hubungan sosial terganggu, dan yang lebih parah, dapat memunculkan keinginan untuk bunuh diri.

Penyebab depresi sendiri masih belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor dalam kehidupan yang dapat menjadi penyebab depresi. Berikut ini, dilansir dari webmd.com, beberapa faktor yang dapat menyebabkan depresi.

Penyebab Depresi

ilustrasi depresi

Shutterstock/Stokkete

Ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan depresi. Faktor penyebab depresi yaitu sebagai berikut:

  • Pelecehan. Pelecehan fisik, seksual, atau emosional di masa lalu dapat meningkatkan seseorang rentan terhadap depresi di kemudian hari.
  • Obat-obatan tertentu. Beberapa obat, seperti isotretinoin (digunakan untuk mengobati jerawat), interferon obat antivirus -alpha, dan kortikosteroid, dapat menjadi penyebab depresi.
  • Konflik. Seseorang yang secara biologis rentan untuk mengembangkan depresi, dapat diakibatkan oleh adanya konflik pribadi atau perselisihan dengan anggota keluarga atau teman.
  • Kematian atau kehilangan. Kesedihan atau perasaan duka dari kematian atau kehilangan orang yang dicintai, dapat meningkatkan risiko depresi.
  • Genetika. Riwayat keluarga yang pernah mengalami depresi juga dapat meningkatkan risiko. Depresi adalah hal yang kompleks, yang berarti bahwa mungkin ada banyak gen berbeda yang masing-masing memberikan efek kecil, dibanding gen tunggal yang berkontribusi pada munculnya risiko penyakit. Genetika depresi, seperti kebanyakan gangguan mental, tidak sesederhana gen penyakit.
  • Peristiwa besar. Peristiwa besar dalam hidup seperti kehilangan pekerjaan, perceraian, atau kegagalan dalam mencapai sesuatu juga bisa menjadi penyebab depresi.
  • Masalah pribadi. Masalah seperti isolasi sosial karena penyakit mental lainnya atau diusir dari keluarga atau kelompok sosial juga dapat menjadi penyebab depresi pada seseorang.
  • Penyakit serius. Kadang-kadang penyebab depresi berkaitan dengan penyakit yang parah atau mungkin dipicu oleh kondisi medis lain.
  • Penyalahgunaan zat. Hampir 30% orang dengan masalah penyalahgunaan zat juga mengalami depresi besar atau klinis. Bahkan jika Anda mengonsumsi narkoba atau alkohol sebagai pengalihan untuk membuat Anda merasa lebih baik, pada akhirnya hal tersebut hanya akan memperburuk kondisi depresi Anda.
  • Gejala Depresi

    ilustrasi depresi

    ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Daniel Schweinert

    Depresi merupakan kondisi mental yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Terdapat beberapa gejala-gejala depresi yang sering muncul pada si penderita. Dilansir dari medicalnewstoday.com, gejala umum dari depresi yaitu:

  • suasana hati yang tertekan
  • kurangnya minat atau kesenangan dalam melakukan kegiatan sehari-hari
  • hilangnya hasrat seksual
  • perubahan nafsu makan
  • penurunan atau kenaikan berat badan
  • terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur
  • agitasi, gelisah, dan mondar-mandir
  • gerakan dan bicara yang melambat
  • mudah lelah atau kehilangan energi
  • perasaan tidak berharga atau bersalah
  • kesulitan berpikir, berkonsentrasi, atau membuat keputusan
  • terus memikirkan tentang kematian, bunuh diri, atau upaya bunuh diri
  • Gejala pada Wanita

    019 yoga tri priyanto

    © boldsky.com

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), depresi lebih sering terjadi pada wanita. Di bawah ini adalah beberapa gejala depresi yang cenderung muncul pada wanita:

  • iritabilitas
  • kecemasan
  • perubahan suasana hati
  • merasa lelah
  • ruminating (berkutat pada pikiran negatif)
  • Gejala pada Pria

    Pria yang mengalami depresi sering mencari pelarian seperti alkohol. Pria yang mengalami depresi juga terkadang sulit mengontrol emosi dan sering terlibat dalam pengambilan keputusan yang berisiko akibat gangguan mental tersebut.Gejala depresi pada pria dapat berupa:

  • menghindari keluarga dan situasi sosial
  • bekerja tanpa istirahat
  • kesulitan memenuhi tanggung jawab pekerjaan dan keluarga
  • menunjukkan perilaku kasar dalam hubungan
  • Gejala pada Remaja dan Anak-anak

    ilustrasi depresi

    ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/hikrcn

    Perubahan fisik, masalah dengan lingkungan yang sebaya, dan faktor dapat menjadi penyebab depresi pada remaja. Remaja yang sedang depresi mungkin terlihat mengalami gejala seperti berikut:

  • menarik diri dari teman dan keluarga
  • kesulitan berkonsentrasi pada tugas sekolah
  • merasa bersalah, tidak berdaya, atau tidak berharga
  • gelisah, seperti ketidakmampuan untuk duduk diam
  • Gejala pada Anak-anak

    Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa depresi dapat dialami oleh siapa pun, termasuk anak-anak. Itulah mengapa penting bagi para orang tua untuk selalu memperhatikan kondisi anak-anak mereka dengan selalu menjaga komunikasi.

    Mungkin masalah yang dialami anak-anak tampak tidak terlalu serius. Namun bagi mereka, hal-hal tersebut sudah cukup membuat pikiran dan mental mereka merasa lelah.

    Tugas sekolah, lingkungan sosial, atau kegiatan sosial menjadi salah satu penyebab depresi pada anak-anak. Gejala yang mungkin muncul pada anak-anak yang mengalami depresi dapat berupa:

  • menangis
  • tidak berenergi
  • sulit berkonsentrasi
  • perilaku yang menentang
  • ledakan vokal
  • Anak-anak yang mungkin mengalami kesulitan mengekspresikan bagaimana perasaan mereka dengan kata-kata. Ini yang dapat mempersulit untuk mengetahui bagaimana perasaan sedih mereka.

    (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP