Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengertian Hibah Menurut Ajaran Islam, Berikut Syarat yang Harus Dipenuhi

Pengertian Hibah Menurut Ajaran Islam, Berikut Syarat yang Harus Dipenuhi ilustrasi hadiah. jobstreet.co.id

Merdeka.com - Sebagai seorang muslim, kita diperintahkan untuk saling berbagi. Saling menolong dengan berbagi bukan sekadar sikap baik dalam diri seseorang. Tapi juga bisa menjadi amalan yang berhubungan dengan perintah Allah SWT.

Memberi sesuatu kepada seseorang secara sukarela dan ikhlas juga disebut sebagai hibah. Dengan pemberian berupa hibah, kita dapat membantu dan memberikan kebahagiaan pada orang lain sekaligus untuk mempererat hubungan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari).

Kemudian ada hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Saling bersalamanlah (berjabat tanganlah) kalian, maka akan hilanglah kedengkian (dendam). Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai dan akan hilang kebencian.” (HR. Malik).

Pemberian hibah sangat dianjurkan bagi umat Islam. Namun, dalam hukum Islam juga terdapat syarat yang perlu dipenuhi dalam proses pemberian hibah. Dalam artikel kali ini, kami akan menjelaskan tentang pengertian hibah, hukum, dan syaratnya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Pengertian Hibah

Kita mengenal pengertian hibah secara singkat adalah sebuah hadiah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian hibah adalah pemberian (dengan sukarela) dengan mengalihkan hak atas sesuatu kepada orang lain.

Dilansir dari almanhaj.or.id, kata hibah sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu Al Hibattu, yang memiliki arti berarti pemberian yang dilakukan seseorang saat dia masih hidup kepada orang lain tanpa imbalan (pemberian cuma-cuma), baik berupa harta atau bukan harta.

ilustrasi donasi

©Unsplash/christian-dubovan

Kemudian pengertian hibah menurut para Ulama ahli fikih, disampaikan oleh Syaikh Abdurrahmân as-Sa’di rahimahullah, yang artinya: Pemberian harta cuma-cuma dalam keadaan hidup dan sehat. (Minhâjus Sâlikin).

Dari beberapa pengertian hibah yang disebutkan, pengertian hibah dapat disimpulkan sebagai pemberian yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain yang dilakukan saat masih hidup dan dalam keadaan sehat.

Syarat Hibah dalam Islam

Dalam hukum Islam, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi dalam proses pemberian hibah. Berikut adalah syarat yang perlu Anda ketahui, dikutip dari hot.liputan6.com.

1. Pemberi hibah. Pemberi hibah adalah seorang ahliyyah yang sempurna akal, baligh dan rusyd. Pemberi hibah juga memiliki harta yang akan dihibahkan dan berkuasa penuh terhadap hartanya.

2. Penerima hibah. Sedangkan ketentuan bagi penerima hibah, jika bukan mukalaf seperti belum akil baligh atau kurang upaya, maka hibah boleh diberikan melalui walinya atau pemegang amanah.

3. Harta yang dihibahkan. Harta yang akan dihibahkan tentu adalah harta yang halal, yang memiliki nilai dari sisi syarak, di bawah pemilikan pemberi hibah, mampu diserahkan kepada penerima hibah dan memiliki wujud ketika hendak dihibahkan.

4. Lafal ijab dan kabul. Lafal ijab dan kabul merupakan lafal atau perbuatan yang membawa makna pemberian dan penerimaan hibah.

Hibah dalam Hukum Negara

Jika dilihat dari sudut pandang hukum bernegara, hibah dapat dipermasalahkan ketika wujud pemberiannya merupakan uang dengan jumlah yang banyak atau barang yang sangat bernilai.

Jika pemberian hibah dalam bentuk seperti itu, maka proses pemberiannya perlu disertai dengan bukti-bukti ketetapan hukum resmi secara perdata agar tidak digugat oleh pihak ketiga, termasuk oleh orang-orang yang termasuk ahli waris di kemudian hari.

Kemudian dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) pasal 1666 dan pasal 1667 dijelaskan bahwa hibah atau pemberian kepada orang lain secara cuma-cuma, tidak dapat ditarik kembali, baik berupa harta bergerak maupun harta tidak bergerak saat pemberi masih hidup.

Syarat Hibah Menurut Hukum Perdata

Dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata, syarat hibah meliputi:

Objek hibah

Proses pemberian hibah hanya boleh dilakukan terhadap barang-barang yang sudah ada pada saat pemberian terjadi. Jika hibah itu mencakup barang yang belum ada, maka pemberian hibah dianggap tidak sah atau batal.

Pemberi hibah

  1. Hibah hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang masih hidup.
  2. Pemberi hibah tidak boleh mengakui bahwa ia tetap berkuasa untuk menggunakan hak miliknya atas barang yang dihibahkan.
  3. Anak-anak di bawah umur tidak boleh menghibahkan sesuatu kecuali dalam hal yang ditetapkan pada Bab VII Buku Pertama Kitab Undang-undang Hukum Perdata.
  4. Penghibahan antara suami istri selama perkawinan mereka masih berlangsung, dilarang. Tetapi ketentuan ini tidak berlaku terhadap hadiah atau pemberian berupa barang bergerak yang berwujud, yang harganya tidak mahal kalau dibandingkan dengan besarnya kekayaan penghibah.
  5. Semua orang pada dasarnya boleh memberikan dan menerima hibah kecuali mereka yang oleh undang-undang dinyatakan tidak mampu untuk itu.

Penerima hibah

  1. Orang yang diberi hibah harus ada di dunia atau sudah ada dalam kandungan ibunya pada saat penghibahan dilakukan agar pemberian hibah dapat dikatakan sah.
  2. Hibah yang diberikan pada seorang wanita yang masih bersuami tidak dapat diterima selain menurut ketentuan-ketentuan Bab V Buku Pertama Kitab Undang-undang Hukum Perdata.
  3. Hibah kepada anak-anak di bawah umur yang masih berada di bawah kekuasaan orang tua, harus diterima oleh orang yang menjalankan kekuasaan orangtua itu. Hibah kepada anak-anak di bawah umur yang masih di bawah perwalian atau kepada orang yang ada di bawah pengampuan, harus diterima oleh wali atau pengampunya yang telah diberi kuasa oleh Pengadilan Negeri.

Dilakukan dengan Akta Notaris atau PPAT

Hibah yang sah di mata hukum harus dilakukan dengan pembuatan akta notaris yang naskah aslinya disimpan oleh notaris. Khusus untuk hibah tanah dan bangunan harus dilakukan dengan akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). (mdk/ank)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Cara Menghitung Masa Suci Haid dalam Islam, Begini Penjelasannya
Cara Menghitung Masa Suci Haid dalam Islam, Begini Penjelasannya

Cara menghitung masa suci haid dalam Islam wajib diketahui para muslimah. Ini penjelasannya dari beberapa mazhab.

Baca Selengkapnya
Cara Menagih Hutang dalam Islam dan Dalilnya, Pahami Adabnya
Cara Menagih Hutang dalam Islam dan Dalilnya, Pahami Adabnya

Cara menagih hutang dalam Islam ini perlu dipahami. Dalam Islam, tidak hanya menjaga hak pemberi hutang, tapi juga mempertimbangkan kondisi yang berhutang.

Baca Selengkapnya
27 Doa Harian yang Wajib Dihafalkan, Amalkan Secara Rutin
27 Doa Harian yang Wajib Dihafalkan, Amalkan Secara Rutin

Dalam Islam, terdapat beberapa doa harian yang dianjurkan untuk dihafalkan dan diamalkan. Doa ini memiliki makna mendalam dan memperkuat hubungan kepada Allah.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Makruh adalah Tidak Haram Tapi Sebaiknya Dihindari, Ketahui Contoh Perbuatannya
Makruh adalah Tidak Haram Tapi Sebaiknya Dihindari, Ketahui Contoh Perbuatannya

Makruh adalah salah satu jenis hukum Islam, tidak haram namun sebaiknya dihindari.

Baca Selengkapnya
Waktu Sholat Subuh dan Hukumnya Jika Kesiangan, Wajib Dipahami
Waktu Sholat Subuh dan Hukumnya Jika Kesiangan, Wajib Dipahami

Sholat subuh menjadi salah satu sholat 5 waktu dengan keutamaan besar. Namun, kita juga harus tahu kapan waktu dimulainya subuh dan batas waktu sholat ini.

Baca Selengkapnya
Contoh Idgham Bighunnah dalam Surat Pendek, Berikut Penjelasannya
Contoh Idgham Bighunnah dalam Surat Pendek, Berikut Penjelasannya

Belajar dan mengajarkan Al-Qur'an adalah kewajiban suci lagi mulia.

Baca Selengkapnya
Adab Menerima Tamu saat Lebaran, Umat Muslim Wajib Tahu
Adab Menerima Tamu saat Lebaran, Umat Muslim Wajib Tahu

Islam telah mengatur adab menerima tamu dan bertamu dengan baik.

Baca Selengkapnya
8 Perkara yang Dapat Membatalkan Puasa, Umat Muslim Wajib Tahu
8 Perkara yang Dapat Membatalkan Puasa, Umat Muslim Wajib Tahu

Ramadan baru saja tiba, sambut bulan suci ini dengan belajar seputar hal-hal pembatal puasa.

Baca Selengkapnya
Cara Membayar Fidyah Ibu Melahirkan, Begini Perhitungannya
Cara Membayar Fidyah Ibu Melahirkan, Begini Perhitungannya

Bagi ibu yang baru melahirkan, membayar fidyah menjadi cara untuk tetap mematuhi perintah agama sambil memperhatikan kesehatan dan pemulihan dirinya sendiri.

Baca Selengkapnya