Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Tawasul Singkat, Berikut Jenis dan Hukumnya

Mengenal Tawasul Singkat, Berikut Jenis dan Hukumnya Ilustrasi berdoa. ©Shutterstock

Merdeka.com - Tawasul adalah mendekatkan diri dengan suatu perantara (wasilah) atau menjadikan sesuatu yang menurut Allah mempunyai nilai, derajat dan kedudukan tinggi untuk dijadikan sebagai perantara (wasila) agar doa dapat dikabulkan. Istilah atau perbuatan tawasul ini sendiri bukanlah sesuatu yang baru atau rekaan semata-mata, akan tetapi istilah dan perbuatan tawasul ini telah ada dari dulu sebagaimana dalam Al-Quran Allah menceritakan tentang tawasul saudara-saudara Nabi Yusuf kepada ayahnya Nabi Ya'qub as.

Banyak orang salah memahami hakikat tawasul, sesungguhnya orang-orang yang berdoa dengan tawasul pada dasarnya bukan menyekutukan Allah SWT dengan yang lain, mereka percaya penuh bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa atas segala sesuatu, selain Allah itu tidak kuasa yang mampu mengubah apa-apa pun melainkan dengan izin Allah SWT.

BACA JUGA : Doa untuk syukuran, Arab latin dan artinya

Lebih jauh berikut ini informasi lengkap mengenai tawasul, lengkap dengan jenis dan hukumnya telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com.

Bacaan Tawasul Singkat

Astaghfirullahal’adziim (3 x)Asy-hadu allaa-ilaaha illallah wa Asy-hadu anna Muhammadarrosulullah.

'Ala hadzihin niyati wa’ala kulli niyatin sholihah, Ilaa hadrotin nabiyil-Musthofa Muhammadin SAW wa ‘alaa aalihi wa azwajihi wadzurriyyatihi wa ahli baitihil-kirom ajma-‘iin, Syai-u lillahi lahumul-faatihah: (Baca surat al-Fatihah)

Tsumma Ila hadroti jami-‘i ash-habi rosulillahi SAW Khusushon sayyidina Abu Bakar Shidiq wa ‘Umarobnil-Khothob, wa ‘Utsmanabni ‘Affan, wa ‘Ali bin Abi Tholib wa ‘ala baqiyati min shohabatihi ajma’iin, wa ila jami’il-anbiya-i, wal mursalin, was Syuhadaa-i, was-Sholihin, wal-‘ulamaa-il-‘aamilin, wal-Malaa-ikatil-Muqorrobin, wal-Karubiyyin, war-Ruhaniyyin, wal-Karomal-Kaatibin wa li sayyidina Malaa-ikati: Jibril, Mika-il, Isrofil, ‘Izro-il, wa hamalatil-‘arsyi ‘alaihimussalam ajma’iin. Al-Faatihah (Baca surat al-Fatihah)

Tsumma Ila hadroti jami’i Awliya-illahi mingkulli waliyyin wa waliyatin, mimmasyaariqil-ardhi ila maghoribiha, fi barriha wa bahriha wa jami’i Awliya-i tis’ah Qoddasallohu sirrohum, wa Khushushon ila Hadroti Sulthon Awliya-i, Sayidina Syekh ‘Abdul-Qodir Al-Jailani, Shohibil-Karromah wal-Ijazah, Qoddasa llohu sirrohu, Tsumma Ila Arwahi jami’i Aba-ina, wa ummahatina, wa jaddina, wa jaddatina, wa kholina wa kholatina, wa ‘ammina wa ‘ammatina, wa jami’i ustadzina wa asatidzatina, wa masyayikhina wa masyayikhi masyayikhina, wa lijami’i jama’atina, wa zaujina wa zaujatina wa auladina wa banatina wa dzurriyatina wa ikhwanina minal-muslimina wal-muslimat wal-mukminina wal-mukminat, wa liman hadhoro fi hadzal-majlisi minal-mukminin, Rohmatullahi ta’ala ‘alaina wa ‘alaihim ajma’in Syai-ul lillahi lana wa lahum ajma’in Al-faatihah: (Baca surat al-Fatihah)

Hukum Tawasul

Beberapa ayat dalam Alquran yang menjelaskan tentang dasar hukum tawasul yaitu sebagai berikut:

Surat Al Maidah ayat 35Yaa ayyuhallaziina aamanuttaqullaaha wabtaguu ilaihil-wasiilata wa jaahidu fii sabiilihii la'allakum tuflihun

Artinya:"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan."

Dari ayat tersebut, ulama memutuskan bahwa tawasul adalah sesuatu yang disyariatkan oleh Islam. Ayat ini dengan jelas meminta kita untuk membuat anak tangga yang menghubungkan seseorang dan Allah.

Ulama dari pelbagai madzhab sepakat bahwa tawasul yang dimaksud adalah amal saleh sebagai jalan yang menyertai seseorang dalam doanya. Amal saleh dapat mendekatkan seseorang kepada-Nya. Amal saleh ini yang dijadikan tawasul agar hajat-hajat orang tersebut dalam doanya terkabul.

Jenis-Jenis Tawasul

Tawasul yang disyariatkan terbagi menjadi 3 jenis yaitu sebagai berikut:

1. Tawasul bi asmaillahTawassul bi asmaillah adalah tawasul dengan menyebut nama dan sifat-sifat Allah. Tawasul ini merupakan tawasul yang paling tinggi.

2. Tawasul bi a’mali shalihahTawasul bi a’mali shalihah dilakukan dengan amal-amal shalih si pembaca tawasul. Di dalam sebuah kitab “shahih muslim,” terdapat sebuah riwayat yang mengisahkan mengenai tiga orag yang terperangkap di dalam suatu gua.

Kemudian, masing-masing dari ketiga orang tersebut bertawasul dengan menyebutkan amal sholih yang pernah mereka kerjakan. Orang yang pertama, bertawasul dengan amal sholihnya berupa memelihara hak buruh. Orang yang kedua, bertawasul dengan amal sholih berupa bakti terhadap orang tuanya. Sedangkan orang yang ketiga, bertawasul dengan amal sholih berupa rasa takutnya kepada Allah SWT, sehingga membatalkan perbuatan keji yang hendak ia kerjakan.

3. Tawasul bis-sholihinTawasul bis-sholihin adalah bentuk tawasul yang dilakukan dengan orang-orang shalih.

(mdk/nof)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP