Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Osteopenia: Penyebab, Pencegahan, dan Perbedaannya dengan Osteoporosis

Mengenal Osteopenia: Penyebab, Pencegahan, dan Perbedaannya dengan Osteoporosis ilustrasi tulang. menshealth.com

Merdeka.com - Osteopenia mengacu pada kondisi kepadatan tulang yang rendah. Kepadatan mineral tulang adalah pengukuran berapa banyak mineral tulang yang ada di tulang Anda. Orang yang menderita osteopenia memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah dari biasanya, tetapi itu bukan penyakit.

Namun, jika Anda menderita osteopenia dapat meningkatkan peluang terkena osteoporosis. Penyakit tulang ini akan menyebabkan patah tulang, postur bungkuk, dan rasa sakit yang parah serta dapat membuat Anda kehilangan tinggi badan.

Selama hidup manusia, tubuh menyerap kembali atau memecah sel-sel tulang. Namun, sel khusus lainnya menggunakan kalsium untuk membangun kembali tulang yang baru. Oleh karena itu, tulang umumnya mempertahankan massa dan kekuatannya. Kepadatan tulang biasanya mencapai puncaknya saat seseorang berusia sekitar 35 tahun.

Seiring bertambahnya usia, tubuh menyerap kembali sel-sel tulang lebih cepat daripada yang dapat menggantikannya, sehingga menyebabkan penurunan kepadatan tulang.

Anda dapat mengambil tindakan untuk mencegah osteopenia. Olahraga dan pilihan makanan yang tepat dapat membantu menjaga tulang Anda tetap kuat. Berikut kami sampaikan lebih lanjut tentang kondisi osteopenia.

Penyebab dan Faktor Risiko Osteopenia

Penuaan adalah faktor risiko paling umum dari kondisi osteopenia. Setelah massa tulang Anda mencapai puncaknya, tubuh Anda memecah tulang lama lebih cepat daripada membangun tulang baru. Itu berarti Anda kehilangan beberapa kepadatan tulang.

Wanita kehilangan tulang lebih cepat setelah menopause, karena kadar estrogen yang lebih rendah. Jika Anda kehilangan terlalu banyak, massa tulang Anda mungkin akan menurun dan akhirnya muncul kondisi osteopenia.

Semakin banyak faktor risiko yang Anda miliki, semakin tinggi risiko Anda. Berikut faktor risiko osteopenia yang dilansir dari laman Healthline:

  • perempuan
  • riwayat keluarga dengan kepadatan mineral tulang rendah
  • berusia lebih dari 50 tahun
  • menopause sebelum usia 45 tahun
  • pengangkatan ovarium sebelum menopause
  • tidak cukup berolahraga
  • konsumsi makanan kurang kalsium dan vitamin D
  • merokok atau menggunakan bentuk tembakau lainnya
  • minum terlalu banyak alkohol atau kafein
  • mengambil prednison atau fenitoin
  • Kondisi tertentu lainnya juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena osteopenia, seperti:

  • anoreksia
  • bulimia
  • sindrom Cushing
  • hiperparatiroidisme
  • hipertiroidisme
  • kondisi peradangan seperti rheumatoid arthritis, lupus, atau Crohn's
  • Cara Mencegah

    Banyak strategi yang bisa digunakan untuk mencegah osteopenia dan diterapkan untuk mengobati kondisi tersebut. Misalnya, berolahraga secara teratur dengan latihan menahan beban dapat mengurangi risiko pengembangan osteopenia.

    Makan makanan yang seimbang termasuk makanan tinggi kalsium dan vitamin D juga membantu dalam mencegah keropos tulang.

    Perubahan gaya hidup lainnya yang dapat mencegah osteopenia antara lain:

  • Menghindari nikotin: Merokok dan bentuk nikotin lainnya, seperti mengunyah tembakau, permen karet nikotin, dan patch, dapat memengaruhi cara tubuh menyerap dan mempertahankan kalsium, yang dapat mempercepat pengeroposan tulang.
  • Mengurangi soda yang mengandung fosfat: Jenis soda tertentu, seperti cola, mengandung asam fosfat. Hal ini dapat menurunkan kadar kalsium dalam tulang. Kafein dalam beberapa soda juga dapat mempengaruhi kepadatan tulang.
  • Membatasi penggunaan garam: Makanan tinggi garam dapat menyebabkan tubuh kehilangan kalsium dan menurunkan kepadatan tulang. Menambahkan garam meja bukan satu-satunya sumber kelebihan natrium. Makanan cepat saji, daging kaleng, dan makanan olahan seringkali mengandung banyak garam.
  • Orang yang tidak mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D dalam makanan yang mereka makan harus bertanya kepada dokter tentang suplemen. Jumlah kalsium yang dibutuhkan seseorang dapat bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan faktor risiko lain yang mendasari osteopenia.

    Osteopenia dan Osteoporosis

    Orang yang menderita osteoporosis memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah daripada mereka yang menderita osteopenia.

    Osteoporosis membuat tulang rapuh, yang dapat berarti bahwa jatuh kecil saja dapat menyebabkan tulang bermasalah atau patah tulang. Ini juga dapat menyebabkan postur bungkuk, kehilangan tinggi badan, dan tulang belakang yang rapuh.

    Penting untuk dipahami bahwa orang yang menderita osteopenia memiliki risiko yang tinggi terkena osteoporosis.

    (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP