Mengenal Atelophobia, Rasa Cemas Berlebih Akibat Ketidaksempurnaan

Senin, 4 Juli 2022 07:00 Reporter : Andre Kurniawan
Mengenal Atelophobia, Rasa Cemas Berlebih Akibat Ketidaksempurnaan Ilustrasi stres. Shutterstock/KieferPix

Merdeka.com - Kita semua pernah memiliki hari-hari yang terasa buruk dalam hidup. Bagi kebanyakan orang, perasaan ini akan berlalu dan tidak terlalu berdampak pada hidupnya. Tetapi bagi yang lain, hal ini dapat memunculkan kecemasan yang berlebihan hingga mengganggu hidupnya.

Disebut juga sebagai atelophobia, kondisi ini sering berkaitan sebagai perfeksionisme. Meski dianggap sebagai perfeksionisme ekstrem, Dr. Gail Saltz, profesor psikiatri di Rumah Sakit Presbyterian New York Weill-Cornell Medical College mengatakan bahwa kondisi ini lebih dari itu. Atelophobia adalah ketakutan irasional akan kesalahan.

Penderita atelophobia juga sangat terobsesi dengan kesalahan yang mereka buat, atau membayangkan kesalahan yang bisa mereka lakukan. Pikiran-pikiran ini menyebabkan mereka mengalami kecemasan yang luar biasa, yang dapat membuat mereka merasa panik, mual, sesak napas, atau pusing.

Dalam artikel berikut, kami akan sampaikan lebih lanjut tentang atelophobia seperti yang dilansir dari Healthline.

2 dari 4 halaman

Gejala Atelophobia

Kita tentu ingin meraih kesuksesan dalam hidup. Namun pada tingkat tertentu, kita dapat mengantisipasi, menerima, dan mentolerir kekurangan, kesalahan, dan upaya yang gagal. Namun orang dengan atelophobia merasa hancur, bahkan hanya dengan gagasan tentang kegagalan, dan mereka akan sering merasa tertekan.

Psikolog klinis berlisensi, Menije Boduryan-Turner, PsyD, mengatakan bahwa untuk atelophobia, rangsangan yang ditakuti bisa sangat subjektif karena apa yang Anda lihat sebagai ketidaksempurnaan, mungkin dilihat oleh orang lain sebagai sesuatu yang baik.

Distress emosional adalah gejala umum atelophobia. Ini dapat bermanifestasi sebagai peningkatan kecemasan, panik, ketakutan yang berlebihan, kewaspadaan yang berlebihan, dan konsentrasi yang buruk.

Karena hubungan pikiran dan tubuh, secara fisiologis seorang yang memiliki atelophobia mungkin mengalami:

  • hiperventilasi
  • ketegangan otot
  • sakit kepala
  • sakit perut

Gejala lain, menurut Boduryan-Turner, meliputi:

  • keragu-raguan
  • menunda-nunda
  • suka menghindari
  • mencari kepastian
  • memeriksa kesalahan pekerjaan secara berlebihan

Penting untuk dicatat bahwa atelophobia berbeda dari atychiphobia, yang merupakan ketakutan akan kegagalan.

3 dari 4 halaman

Penyebab Atelophobia

ilustrasi depresi
©2013 Merdeka.com/Shutterstock/ollyy

Atelophobia bisa bersifat biologis, artinya Anda akan merasa tidak aman, sensitif, dan perfeksionis. Tetapi, fobia ini juga sering kali merupakan hasil dari pengalaman traumatis yang terkait dengan pengalaman buruk dengan kegagalan atau tekanan untuk menjadi sempurna.

Selain itu, Boduryan-Turner mengatakan karena perfeksionisme adalah sifat kepribadian yang dipelajari dan diperkuat melalui pengalaman, yang sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan kita. Ketika Anda tumbuh dalam lingkungan yang kritis dan kaku serta memiliki sedikit ruang untuk membuat kesalahan dan fleksibel, Anda tidak belajar bagaimana menoleransi dan menerima ketidaksempurnaan.

4 dari 4 halaman

Bagaimana Mengobati Atelophobia?

Seperti fobia lainnya, atelophobia dapat diobati dengan kombinasi psikoterapi, pengobatan, dan perubahan gaya hidup.

Kabar baiknya, pengobatan ini akan efektif dan berkisar dari psikoterapi psikodinamik untuk memahami dorongan bawah sadar akan kebutuhan untuk menjadi sempurna hingga terapi perilaku kognitif (CBT) untuk mengubah pola pikir negatif, dan terapi pemaparan untuk membuat orang tersebut tidak peka terhadap kegagalan.

Boduryan-Turner menunjukkan penelitian yang menunjukkan bahwa CBT adalah cara paling efektif dalam mengobati kecemasan, ketakutan, dan depresi. “Melalui restrukturisasi kognitif, tujuannya adalah untuk mengubah pikiran dan sistem kepercayaan yang mendasari seseorang, dan melalui terapi perilaku, kami bekerja pada paparan rangsangan rasa takut, seperti membuat kesalahan dan memodifikasi respons perilaku,” katanya.

[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini