Mencicipi Sate Kalong, Si Legit khas Cirebon yang Hanya Dijual di Malam Hari
Merdeka.com - Sate, lazimnya merupakan potongan daging kecil-kecil yang ditusuk, dengan citarasa yang dominan gurih. Namun apa jadinya jika sate yang disajikan berbentuk pipih, dengan rasa yang manis?
Kudapan itu diberi nama sate kalong. Makanan khas Kota Cirebon, ini memang berbeda dari sate lainnya karena terbuat dari daging yang sudah dihancurkan terlebih dahulu.
Saat disajikan dengan lontong, rasanya amat menggugah selera. Terlebih ketika dicocolkan ke campuran bumbu kacang yang kaya rempah, tanpa campuran kecap. Rasanya makin nikmat di lidah.
"Kalo di sini bukanya dari jam 19.30-23.30 WIB," kata Jarman, seorang penjual sate kalong M Joni, di bilangan Kesambi Dalam, Drajat, Kota Cirebon, saat diwawancara oleh Youtuber Nex Carlos Jumat (26/11) lalu.
Pakai Daging Kerbau

©2021 YouTube Nex Carlos/Merdeka.com
Sate kalong memang berbeda. Selain dagingnya yang merupakan cincangan pipih, daging yang digunakan yakni daging kerbau.
"Dagingnya gepeng, sebelumnya digiling pakai gula merah dan ditempel ke tusuknya," kata Jarman
Jarman mengatakan, penggunaan daging kerbau sudah sejak tahun 1960-an ketika orang tuanya masih berjualan. Sebelum mangkal, sate kalong M Joni ini, berjualan berkeliling di tahun 2010.
"Kalau daging kerbau ini cari yang langka aja, biar beda. Kan ayam, sapi atau kambing sudah banyak.Dan dulu bapak juga sudah jualan dari tahun 1960," terangnya.
Asal Usul Nama Kalong

©2021 YouTube Nex Carlos/Merdeka.com
Saat ditanya oleh Nex Carlos, Jarman mengungkapkan jika sate kalong tidak memakai bahan dari daging kelelawar atau kalong. Istilah kalong berasal dari jam jualannya, yang hanya tersedia pada malam hari.
"Jadi di sini gak ada kalong-kalongnya pak?" tanya Nex Carlos.
"Iya nggak ada, ini karena jualan satenya hanya malam. Jadinya pakai nama kalong (ngalong)," kata Jarman.
Untuk varian rasa, sate kalong tersedia dua jenis. Yang pertama varian manis dan terdiri dari daging kerbau halus yang dililit di tusuk. Dan kedua adalah sate asin, yang berisi gajih serta kulit kerbau dengan rasa yang berlawanan dari sate manis.
Bumbu yang Unik

©2021 YouTube Nex Carlos/Merdeka.com
Rasa kuat dari sate kalong, lanjut Jarman, berasal dari bumbunya yang berbeda dari sate pada umumnya. Sate kalong racikannya menggunakan kacang tanah, gula merah dengan tambahan oncom (fermentasi tempe).
Selain itu, sebelum dibakar. Sate akan dicelupkan ke dalam satu wadah berisi kuah kaldu kuning, yang terbuat dari rebusan otot kerbau. Sehingga makin menciptakan sensasi nikmat di setiap tusuknya.
"Bumbunya ini pakai kacang, gula merah sama dage atau oncom lah orang Jakarta bilangnya. Di sini juga ada kuah kaldu dari otot yang direbus," ujar Jarman.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya