Lama Tak Bersuara, Jarwo Akhirnya Angkat Bicara soal Persoalan Grup Band NAIF
Merdeka.com - Kabar mengejutkan datang dari salah satu grup band legendaris Tanah Air, NAIF. Band yang sudah eksis selama lebih dari dua setengah dekade ini bubar setelah para personelnya mengundurkan diri.
Setelah lama bungkam, baru-baru ini melalui sebuah video yang diunggah di kanal youtubenya, Fajar Endra Taruna atau yang lebih akrab disapa Jarwo memberikan klarifikasi terkait permasalahan band yang telah ikut membesarkan namanya.
Berikut selengkapnya.
Pernah Bertemu pada 2019 lalu

©2021 Merdeka.com/Instagram-naifband
Dalam videonya, gitaris kelahiran Jakarta, 24 November 1975 ini berbicara banyak tentang NAIF, mulai dari adanya pertemuan pada tahun 2019 lalu hingga kronologi hengkangnya Emil dan Pepeng.
"Jadi gini, awalnya tuh kami, NAIF personel empat orang, David, Emil, Pepeng dan Jarwo bersama manajemen. Kami mengadakan sebuah pertemuan, ini sebelum pandemi. Kami banyak sih agendanya, salah satunya kami ngomong HAKI. Ini tahun 2019, sebelum pandemi, salah satunya itu mematenkan brand NAIF, dari logo turun-turunannya bidang usaha apa aja," ucap Jarwo.
Emil dan Pepeng Mengundurkan Diri

©2021 Merdeka.com/Instagram-naifband
Namun setelah pertemuan tersebut, lanjut Jarwo, Emil dan Pepeng memilih untuk mengundurkan diri dari NAIF.
"Emil di grup whatsapp NAIF, Emil posting 'Guys, udah saatnya gue mengundurkan diri dari grup ini, terima kasih atas petualangan' segala blablabla. Gue whatsapp lah dia, 'Bro ada apa ini?' Ternyata keesokan harinya Pepeng di grup bilang, 'Guys, gue udah nelpon Emil nih' begini-gini. Dan akhirnya dia memutuskan mengundurkan diri dari NAIF. Kalau nggak salah, seminggu setelah Emil menyatakan mengundurkan diri," ucap Jarwo.
Tak Mau Tanda Tangan Surat Pembubaran Band

©2021 Merdeka.com/Instagram-naifband
Meski satu per satu personel NAIF mengundurkan diri, Jarwo mengaku jika dirinya tidak mau menandatangani surat pernyataan pembubaran dari band yang membesarkan namanya. Menurut musisi 45 tahun itu, isi surat tersebut banyak terdapat kejanggalan.
"Gue baca suratnya, kok ada surat beginian. Kalau dia utusan manajemen, berarti ada surat dari manajemen yang sudah mengundurkan diri. Ini manajemen sudah mengundurkan diri tapi buat surat pembubaran, apa maksudnya? Terus banyak cacatnya tuh surat. Surat dua lembar nggak ada nomor halamannya, lembar pertama pernyataan, lembar kedua cuma tanda tangan doang, ini bisa dipisah, bisa diganti, gue nggak mau tanda tangan," ucap Jarwo.
(mdk/mif)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya