Wilayah Kabupaten Cianjur bagian selatan memiliki kondisi alam yang masih asri, dengan hamparan pohon, sawah beserta sungai yang mengalir deras.
Secara pemandangan, wilayah ini benar-benar memanjakan mata dengan tampilan visual teraseringnya.
Ada banyak kampung yang tercatat masuk ke dalam wilayah Cianjur bagian selatan. Salah satu di antaranya adalah Kampung Cinungku di Desa Muara Cikadu, Kecamatan Sindang Barang.
Dihuni kurang lebih 48 kepala keluarga, permukiman di sini masih menampilkan sisi alami dari bentang alam pegunungan. Wilayah ini terbilang cukup jauh dari pusat perkotaan, sehingga minim hiruk pikuk urban.
Namun sayang, kondisi masyarakat setempat masih belum sejahtera karena belum teraliri listrik dengan baik. Kondisi ini diperparah dengan keadaan jalan lintas yang masih berupa bebatuan dan lumpur.
Masyarakat di sana berharap agar pemerintah memperhatikan kondisi kampungnya sehingga kehidupan warga jauh lebih baik.
Advertisement
Kondisi pilu Kampung Cinungku diketahui berada di perbukitan Cianjur bagian selatan, dengan topografi yang menanjak dan diapit area persawahan.
Foto: Youtube Petualangan Alam Desaku
Untuk kondisi jalan menuju perkampungan kondisinya sudah tidak layak.
Terlihat jalan masih berupa tanah serta bebatuan yang tidak nyaman dilewati. Hal ini membuat warga harus berhati-hati saat melintasinya ketika hujan.
“Ini jalannya kalau hujan suka licin, kalau pakai motor suka tergelincir,” kata seorang warga di Cinungku, mengutip Youtube Petualangan Alam Desaku, Kamis (11/7).
Advertisement
Kondisi ini dirasakan tidak nyaman oleh anak-anak yang bersekolah di kampung tersebut. Saat kondisi hujan, mereka harus jalan perlahan dan memilih pijakan tanah yang tidak berlumpur.
Mereka pun terpaksa berjalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh, karena kendaraan roda dua tak bisa melintas.
“Malahan kalau ke sekolah itu pada berjalan kaki, dengan kondisi yang seperti ini,” tambah seorang warga lagi.
Advertisement
Kondisi prihatin tak hanya soal jalan, namun juga pada instalasi listrik yang belum tersebar dengan merata.
Akibat kondisi ini, warga belum sepenuhnya merasakan layanan listrik untuk aktivitas rumah tangganya.
Kondisi ini tentu menyulitkan mereka, terutama bagi warga yang memiliki usaha rumahan karena listrik yang didapat dalam jumlah yang terbatas.
“Kalau di sini mah keluhannya listrik, belum ada (maksimal) di sini. Jadi pusatnya jauh, belum ada tiang listrik di sini. Kalau dipakai buat usaha pakai mesin serut kayu, sanyo, suka nggak kuat,” kata warga bernama Abah Pendi, pembuat kusen pintu kayu.
Advertisement
Menurutnya, warga setempat sudah berusaha mengajukan kebutuhan tiang listrik untuk memudahkan akses instalasi penerangan di rumah-rumah penduduk. Namun setelah diajukan, sampai saat ini belum mendapat respons.
Akibatnya, sebanyak 38 kepala keluarga di sini masih kesulitan mendapat akses aliran listrik dan berharap segera didengar pemerintah daerah di Cianjur.
“Di sini sekitar 10 tiang listrik lah butuhnya, padahal udah pernah diajukan sama warga sekitar, tahun berapa itu, udah lama,” tambahnya.