Fungsi Utama Plasma Darah yang Jarang Diketahui, Penting bagi Tubuh

Minggu, 1 Agustus 2021 13:31 Reporter : Andre Kurniawan
Fungsi Utama Plasma Darah yang Jarang Diketahui, Penting bagi Tubuh ilustrasi plasma darah. news-medical.net

Merdeka.com - Darah dapat terbagi menjadi empat komponen berbeda, yaitu sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan yang terakhir plasma darah. Anda mungkin sudah sering mendengar tentang sel darah merah, sel darah putih, atau trombosit yang berperan penting dalam menjaga tubuh. Tapi, bagaimana dengan plasma darah?

Anda mungkin juga pernah mendengar sedikit tentang plasma darah, khususnya saat pandemi sekarang, di mana sebagian orang membutuhkan donor dari plasma darah. Plasma darah membentuk sekitar 55 persen dari darah, namun ini adalah bagian darah yang sering dilupakan. Meski sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit penting untuk menjaga fungsi tubuh, plasma darah juga memainkan peran kunci bagi kesehatan tubuh.

Plasma darah mengandung sekitar 92 persen air. Air ini membantu mengisi pembuluh darah, yang membuat darah dan nutrisi lain bergerak melalui jantung. Sisa 8 persen dari plasma darah mengandung beberapa bahan utama, seperti protein, immunoglobulin, dan elektrolit.

Ketika darah dipisahkan menjadi komponen utamanya, termasuk sel darah merah dan plasma darah, plasma darah akan tampak seperti cairan yang berwarna kuning.

Lalu, apa fungsi utama plasma darah? Berikut akan kami ulas lebih lanjut tentang plasma darah beserta fungsi utama plasma darah dalam artikel berikut.

2 dari 4 halaman

Fungsi Utama Plasma Darah

Dikutip dari Healthline, salah satu fungsi utama plasma darah adalah pembuangan limbah dari fungsi seluler yang membantu menghasilkan energi. Plasma menerima dan mengangkut limbah ini ke area lain dari tubuh, seperti ginjal atau hati, untuk ekskresi.

Kemudian, fungsi utama plasma darah lainnya adalah sebagai media transportasi yang mengantarkan nutrisi ke sel-sel di berbagai organ dalam tubuh. Plasma darah juga merupakan sistem transportasi untuk sel darah, dan memainkan peran penting dalam menjaga tekanan darah normal.

Fungsi utama plasma darah juga untuk membantu menjaga suhu tubuh dengan menyerap dan melepaskan panas sesuai kebutuhan. Plasma akan membantu mendistribusikan panas ke seluruh tubuh dan menjaga homeostasis, atau stabilitas biologis, termasuk keseimbangan asam-basa dalam darah dan tubuh.

Selain beberapa fungsi utama plasma darah yang telah disebutkan, plasma darah masih memiliki beberapa fungsi lainnya yang dilakukan oleh berbagai komponennya:

Protein

Plasma mengandung dua protein kunci yang disebut albumin dan fibrinogen. Albumin sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan, yang disebut tekanan onkotik, dalam darah. Tekanan inilah yang membuat cairan tidak bocor ke area tubuh dan kulit di mana lebih sedikit cairan yang terkumpul. Misalnya, orang dengan kadar albumin rendah bisa jadi mengalami pembengkakan di tangan, kaki, dan perut mereka.

Kemudian fibrinogen akan membantu mengurangi perdarahan aktif, sehingga menjadikannya bagian penting dari proses pembekuan darah. Jika seseorang kehilangan banyak darah, mereka juga akan kehilangan plasma dan fibrinogen. Ini membuat darah lebih sulit untuk membeku, yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan darah yang signifikan.

Imunoglobulin

Plasma mengandung gamma globulin, sejenis imunoglobulin. Imunoglobulin ini berfungsi membantu tubuh untuk melawan infeksi.

Elektrolit

Sesuai dengan namanya, elektrolit berfungsi menghantarkan listrik ketika dilarutkan dalam air. Elektrolit umum berupa natrium, kalium, magnesium, dan kalsium. Masing-masing elektrolit ini memainkan peran penting dalam tubuh.

Ketika Anda tidak memiliki cukup elektrolit, Anda dapat mengalami berbagai gejala, seperti:

  • kelemahan otot
  • kejang
  • irama jantung yang tidak biasa
3 dari 4 halaman

Peran Plasma Darah untuk Kesehatan

Plasma darah adalah bagian penting dari perawatan dalam berbagai masalah kesehatan yang serius. Inilah sebabnya mengapa ada donor darah yang meminta orang untuk menyumbangkan plasma darah.

ilustrasi plasma darah
©2020 Merdeka.com

Menurut University of Rochester Medical Center, selain air, garam, dan enzim, plasma darah juga mengandung komponen penting, seperti antibodi, faktor pembekuan, dan protein albumin dan fibrinogen.

Saat Anda mendonorkan darah, penyedia layanan kesehatan dapat memisahkan bagian vital ini dari plasma darah Anda. Bagian-bagian ini kemudian dapat dikonsentrasikan menjadi berbagai produk. Produk-produk ini kemudian digunakan untuk perawatan yang dapat membantu menyelamatkan nyawa orang-orang yang menderita luka bakar, syok, trauma, dan keadaan darurat medis lainnya.

Protein dan antibodi dalam plasma darah juga digunakan dalam terapi untuk kondisi kronis yang langka, seperti gangguan autoimun dan hemofilia. Orang dengan kondisi ini dapat hidup lama dan produktif berkat perawatan. Bahkan, beberapa organisasi kesehatan menyebut plasma darah sebagai "the gift of life", atau "karunia kehidupan".

4 dari 4 halaman

Donor Plasma Darah

Ketika orang kehilangan banyak darah, yang biasanya karena kecelakaan traumatis atau pembedahan, mereka juga kehilangan banyak plasma darah. Mengingat semua fungsi utama plasma darah, kondisi kehilangan plasma darah dapat memiliki efek serius pada kesehatan seseorang. Inilah sebabnya mengapa pihak layanan kesehatan mengumpulkan plasma darah selain darah utuh.

Bagaimana caranya?

Ada dua cara untuk mendonorkan plasma. Yang pertama adalah dengan mendonorkan darah lengkap. Laboratorium kemudian memisahkan komponen darah, termasuk plasma darah, sesuai kebutuhan.

Cara lain adalah dengan hanya menyumbangkan plasma darah. Ini dilakukan melalui metode yang dikenal sebagai plasmapheresis. Sebuah mesin yang menarik darah dari vena ke centrifuge. Centrifuge adalah mesin yang berputar cepat, yang memisahkan plasma dari komponen darah lainnya.

Plasma secara alami lebih ringan daripada banyak komponen lainnya, sehingga cenderung naik ke atas selama proses ini. Mesin akan menyimpan plasma dan mengirim komponen lain, seperti sel darah merah, kembali ke tubuh Anda.

Plasma yang disumbangkan disimpan selama sekitar satu tahun. Plasma darah biasanya akan dibekukan sampai tiba saatnya dibutuhkan.

Siapa yang bisa mendonorkan plasma?

Setiap laboratorium atau bank darah mungkin memiliki persyaratan yang berbeda mengenai siapa yang dapat mendonorkan plasma darahnya.

Tapi umumnya, pendonor harus memiliki kriteria:

  • berusia antara 18 hingga 69
  • beratnya setidaknya 110 pon
  • belum mendonorkan plasma dalam 28 hari terakhir

Aturan 28 hari memungkinkan tubuh pendonor untuk menyembuhkan dan memperbaiki dirinya sendiri. Ini memberikan sekitar 13 peluang untuk menyumbangkan plasma darah per tahun.

[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini